
oke kembali lagi... walaupun di rumah aja ya tetap semangat untuk berkarya πͺπͺπͺ
* *
Hajar masih mengintip dari balik pintu
"siapa ya itu kok aku ngga pernah lihat... " batin Hajar karena Bara itu adalah orang kepercayaan suaminya masa iya mengkhianati kepercayaan suaminya dan dia lupa kalau mau mencari minyak pijat.
"ah aku tanya mang Darso aja dulu ya, " gumam Hajar sambil melangkah lewat pintu samping biasanya mang Darso ada di sana dan kebetulan juga mang Darso sama teman-teman nya ada disana. Sontak saja mereka terkejut karena mereka lagi bermain catur.
"santai aja oh ya mang Darso saya mau ngomong sama mang Darso penting banget.. " ucap Hajar dengan ramah jika suaminya bisa-bisa mereka di pecat semua
"oh iya Nyonya, mari teman-teman... " ucap mang Darso mengikuti langkah Hajar
"emang ada apa ya Nyonya? " tanya mang Darso
"begini mang ehm, mang ada minyak pijat? " tanya balik Hajar dengan cengengesan
"emang buat siapa? " tanya mang Darso
"ehm, ngga buat siapa-siapa sih sebenarnya.." jawab Hajar
"oh kalau itu ngga ada Nyonya, " ucap Mang Darso
"hadeh mang dari tadi kek hah jadi lumutan kayak gini nungguin jawaban mamang, " ucap Hajar dengan menggeleng-gelengkan kepalanya
"hem, gitu ya Nyonya... " ucap mang Darso dengan menggaruk tengkuknya
"hem, kalau begitu mamang bisa ngga buat beli ke supermarket apa ngga apotek... " ucap Hajar dengan mengasih uang kepada mang Darso
"oke Nyonya," ucap mang Darso
"hem, apa aku kembali lagi aja ya... kok perasaan aku ngga enak ya... " ucap Hajar
__ADS_1
* *
Anin ada di dalam kampus dia masih ada jam pagi
dan Anin sekarang masih bersama teman-teman nya di kantin.
"nin gimana tugas dari pak Darma yang paling galak terus nyebelin lagi tapi masih muda sih, gimana udah apa belum? " tanya Sinta
"hem apa jangan jangan kamu suka ya sama pak Darma... " ucap Rina sambil menunjuk muka Sinta ternyata bersemu merah
"hahaha kamu nih sin ada-ada saja mukamu tu lho ngga bisa boongan... " ucap Siska sambil ketawa tetapi Anin malah justru sebaliknya dia lagi melamunkan jika dia nanti menikah dengan manusia dingin tu mintak nya ampun deh sambil menjitak kepala nya dengan tangan.
"heh nin lu napa... bengong apa-apa sih kok dari tadi gua liatin kayak orang gila aja... " ucap Sinta tetapi tidak di dengar oleh Anin
"nin, " sambil mencubit lengannya Anin,
"hih apaan sih lu cubit lengan gue... " ucap Anin dengan mengusap-usap lengannya tetapi malah memikirkan nya kembali.
"haduh sin suara mu tu lho kecilkan napa... " ucap Anin
"hem emang mikirkan apaan sih lho sampai di panggil ngga dengar... " ucap Rina
"hm ngga papa kok gua lagi mikirkan gimana sih jadi istri nanti.... " ucap Anin sampai keceplosan dengan teman-teman nya "ups, haduh ni mulut napa sih... hah, " lanjut Anin dengan menyumpalkan bakso ke dalam mulutnya sontak saja mereka terkejut
"eh lu nikah sama siapa emang kok udah mikirkan istri... " ucap Siska sambil menggoyangkan tubuh Anin
"uhuk... uhuk, " Anin sontak langsung terkejut dan bakso tadi kuahnya pedas jadi dia batuk-batuk. Dengan begitu Rina langsung membantu Anin untuk minum.
"eh lu nikah sama siapa?. " Tanya Rina
"hem bukan siapa-siapa jugaan apa urusannya sama kalian... " ucap Anin meninggalkan mereka bertiga
"haduh siapa ya calon suami Anin kok sampai begitu nya mikirkan si calon suaminya... " ucap Sinta dengan nada kesal
__ADS_1
"iya... ya siapa kok aku jadi penasaran deh... " ucap Siska dengan keponya mereka langsung mengejar Anin.
"nin tunggulah... nin, " ucap mereka bertiga
* *
"oke aku mau lihat siapa ya haduh kok aku pengen tau sih... " ucap Hajar dengan mengintip di balik pintu kembali
sementara Bara dan orang tidak dikenal lagi diskusi sambil tersenyum smirk
"kita harus menghabisinya jika tidak lu mau gue jadikan orang yang gue bunuh sampai lu benar-benar mati... " ucap Bara dengan orang yang tidak dikenal
"baik tuan, kapan kita mulai misi nya... " ucap orang tidak dikenal
sampai-sampai Hajar tidak sengaja menyenggol guci kecil yang ada disana sampai kedengeran oleh Bara dan anak buah nya
"kamu cepat keluar... " ucap Bara dengan mengusir anak buah nya
Dengan cepat Bara langsung mencari tau suara tadi dan pada akhirnya Hajar sontak kaget
"eh Bara, " dengan begitu cepat Hajar langsung lari terbirit-birit
"haduh Hajar-hajar kamu ini... " ucap Bara dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"apakah Hajar tadi dengar perkataan aku ya... " gumam Bara dengan melangkah keluar
***Bersambung*
oke teman teman silakan like, komen, dan vote sesuai hati kalian masing-masing ya...
Salam hangat dari Authorπππ
Author sayang kalian semua πππ**
__ADS_1