MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
103.Melawan guru kelas praktik


__ADS_3

"Argh!!!". Sebuah teriakan kesakitan terdengar dari mulut Jin Yimin, dengan sebuah pisau menembus di telapak tangan nya, yang mana pisau itu adalah pisau yang digunakan Jin Yimin untuk menyerang Guang Yun barusan. Didepan Jian Yimin, Wu Tian berdiri dengan tegak nya serta tatapan dingin nya.


Ternyata, saat pisau hanya beberapa inci dari Guang Yun. Wu Tian lebih dulu menghentikan dan mengambil pisau nya, lalu dalam satu serangan cepat menusukkan pisau itu ke telapak tangan.


"Tangan ku! Arg...! Siapa kau sialan?! kenapa kau menusuk tangan ku?!". Jin Yimin berteriak dengan memegang tangan nya yang mengeluarkan darah. Tapi Wu Tian tidak membalas dan hanya menoleh ke Guang Yun.


Dan saat itu juga Guang Yun tersadar dari lamunan, langsung menoleh ke belakang yang disambut wajah Wu Tian, sedikit melihat Jin Yimin yang telapak tangan nya berdarah dengan pisau tertancap di sana. Guang Yun bingung apa yang terjadi, sehingga dia bertanya ke Wu Tian." A-aa yang terjadi, dan kenpa kau disini?".


Tuk!


"Aduh!". Saat itu juga Guang Yun mendapat jentikkan ke dahi nya, Guang Yun meringis sakit memegang dahi nya.


"Jangan pernah berpaling dari musuh sebelum belum benar benar kamu tuntaskan". Ucap Wu Tian dengan suara serius. Guang Yun yang mulai mengerti setelah mendengar bisik bisik sekitar hanya bis menunduk, dia menyadari kalau dia telah berbuat salah.


"Maaf~". Ucap Guang Yun dengan suara rendah.


"Jangan diulangi". Ucap Wu Tian.


"Mn". Guang Yun mengangguk.


"Hai kalian, bisa bisa nya kalian bermesraan di depan ku. Apa lagi kau! berani berani nya kau menusuk tangan ku, Hah?!".Jin Yimin yang merasa diabaikan merasa kesal, sehingga menunjuk dan mengoceh.


"Itu baru hanya menusuk telapak tangan mu, aku belum menguliti dan memotong anggota tubuh mu!". Balas Wu Tian berbalik dan menatap dengan mata kejam dan mengerikan.


"K-kau...?!apakah kau tidak tahu siapa aku, dengar ya baik baik! ayahku adalah-". Sebelum Jin Yimin menyelesaikan kata kata nya, Wu Tian memegang kerah baju dan memberikan sebuah pukulan tepat mengenai perut nya.


Baam! Krak! Krak!


"Uhuk". Jin Yimin terbatuk darah dengan rasa sakit dari tulung rusuk yang patah serta beberapa organ nya terluka.


"Sekarang bagian mana yang kamu inginkan?". Tanya Wu Tian dengan dingin ke Jin Yimin.


"B*j*ng*an sialan! kau akan merasakan akibat nya karena melakukan ini kepada ku!". Jin Yimin mengancam dengan kesombongan yang tidak bisa dihilangkan.

__ADS_1


"Seperti nya aku tahu bagian mana selanjut nya, mulut bau mu itu perlu di perbaiki, dan tatapan itu aku tidak suka!". Ucap Wu Tian, lalu bersiap memberikan pukulan ke wajah Jin Yimin, tepat nya ke mulut. Tapi saat pukulan akan mengenai nya, sebuah suara membuat Wu Tian terhenti.


"Berhenti!". Suara itu berasal dari arah pintu masuk, diikuti Suara langkah kaki yang terdengar kalau itu beberapa orang. Benar saja, di pintu mauk berdiri empat orang, dua orang pria paruh baya, satu pria seperti akhir dua puluhan tahun, dan satu wanita awal tiga puluh tahunan.


"Hentikan itu, kau sudah melakukan hal yang kelewatan!". Ucap salah satu pria paruh baya.


"Siapa kalian?". Bukan nya menjawab, Wu Tian malah bertanya balik.


"Tidak sopan! ditanya malah bertanya balik! seperti nya mau diberi pelajaran baru tahu". Ucap pria paruh baya satu nya.


"Nak, seperti nya kau itu murid baru sehingga tidak tahu kami. Perkenalkan kami adalah guru yang mengajar kelas praktik". Ucap satu satu nya Wanita dari empat orang itu.


"Owh... Terus?". Wu Tian bertanya dengan datar.


"Tidak sopan! apakah begini cara mu berbicara dengan guru?!". Guru pria paling muda maju selangkah karena amarah, tetapi dihentikan wanita itu.


"Nak, sebaik nya kau melepas kan dia dulu".Ucap guru wanita.


"Kau...! Sebaik nya lepaskan dia, jangan melakukan hal yang lebih jauh sebelum kami bertindah kasar". Ancam guru pria paling muda.


"Dengar mereka, sebaik nya kau melepas kan ku sekarang!".Jin Yimin membrontak dari cengkraman Wu Tian pada kerah baju nya.


"Hehehe...kau tidak akan bisa berbuat seenak mu disini, lihat saja apa yang akan terjadi nanti padamu dan orang sekitar mu~". Jin Yimin berbicara dengan suara rendah yang hanya bisa didengar Wu Tian.


"Awal nya aku berniat melepaskan mu. gapi kau yang meminta ini". Dengan mudah nya. Wu Tian mengangkat tubuh Jin Yimin dengan memegang kerah baju nya.


"Kau sudah kelewatan". Ucap guru wanita.


"Pft... Hahaha... kejam! lalu saat orang ini menyerang Guang Yun dari belakang dengan pisau, kau sebut apa itu?". Wu Tian mulai kehilangan kesabaran nya.


"I-itu...Yang penting dia tidak kenapa napa kan, lagian mungkin di tidak sengaja kan?". Ucap Pria patuh baya.


"Hmph! Dengan mudah nya kau berkata seperti itu, kalau begitu kalau aku membunuh si orang ditangan ku ini, kalian akan menganggap nya tidak sengaja juga?". Tanya Wu Tian dengan mengejek. Guang Yun disamping merasa nyaman dengan kata kata Wu Tian, sebuah senyum terlukis di bibir merah muda nya,

__ADS_1


Guang Yun sadar kalau semua ini berawal karena nya, walaupun dia bukan lah orang yang bersalah, tapia dia tidak ingin Wu Tian memiliki masalah karena nya, jadi dia sedikit menarik baju Wu Tian, lalu berbicara." Berhenti saja, aku tidak mau kamu terkena masalah karena ku".


"Dengar itu, sebaik nya kau lepaskan dia". Ucap Guru pria paling muda.


"Hehehe~". Tapi dimata Wu Tian, Jin Yimin sekarang tersenyum menjijikan yang seolah olah mengatakan."Kau tidak bisa mengapa apakan ku".


"Tidak, orang yang mengancam orang ku tidak akan ku maaf kan!". Ucap Wu Tian, langsung melayangkan pukulan ke wajah Jin Yimin.


"Tidak! tidak! tidak!". Jin Yimin tidak menyangka Wu Tian masih menyerang nya, Jin Yimin mencoba memberontak untuk terhindar dari pukulan itu, tapi sudah terlambat.


Kbaam!


Hantaman tinju yang kuat menghantam wajah Jin Yimin, Wu Tian idak menggunakan seluruh kejutan nya, karena jika fia menggunakan sepenuh nya, kepala Jin Yimin sudah gepeng.


"Kurang ajar, jangan salahkan karena kami kasar!". Guru paling muda langsung menerjang ke Wu Tian, langsung melesatkan tinju nya.


"Hmph! tinju lemah". Ucap Wu Tian, melempar Jin Yimin dan melesatkan pukulan ke guru yang menyerang nya.


Bam!


Dua pukulan saling beradu, terlihat guru yang beradu pukulan dengan Wu Tian cukup terkejut, walaupun hanya menggunakan sepertiga kekuatan nya, Wu Tian bisa melawan balik.


"Hoho kau lumayan kuat juga, jadi ini kenapa kau menjadi sombong. Tapi ini hanya sepertiga kekuatan ku, coba kulihat kalau aku menggunakan stengah, apa kau masih bisa menerima nya?". Guru itu mulai cukup serius.


"Banyak omong". Balas Wu Tian.


...****************...


Hai semua, besok ada pembagian raport di sekolah, minta dia nya ya.


Jangan lupa like, komen, share, vote, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR

__ADS_1


__ADS_2