
Setelah mengantar Wu Ling'er, Wu Tian didalam mobil di jalan raya 'Aku perlu bahan untuk membuat rune pengumpul aura supaya aura di sekitar berkumpul atau tidak keluar dari rumah, sehingga aura di rumah menjadi lebih padat, jadi aku dan yang lain bisa berlatih lebih cepat' gumam Wu Tian dalam hati, tiba tiba dia teringat Jiang Yi, langsung saja Wu Tian menekan nekan jam tangan nya menghubungi Jiang Yi.
"Halo, siapa ini?". tanya Jiang Yi dari panggilan terdengar kesal
"Halo paman Jiang ini aku Wu Tian, maaf kalau aku mengganggu waktu paman". jawab Wu Tian.
"Oh Wu Tian, maaf tadi paman kira siapa ternyata kamu". Jiang Yi langsung bersikap ramah mengetahui orang yang memanggil nya ternyata Wu Tian.
"Iya tidak apa apa paman". ucap Wu Tian.
"Ada apa menelfon, apa ada masalah atau sesuatu?". tanya Jiang Yi.
"Begini paman, aku membutuhkan benda yang kuat serta bisa menyerap energi, apa paman tahu dimana aku bisa menemukan benda seperti itu?" tanya balik Wu Tian.
"Hm... benda kuat... dapat menyimpan energi..." ucap Jiang Yi berfikir.
"Apa seperti batu giok?". lanjut Jiang Yi bertanya.
"Iya batu giok juga boleh, jadi paman Jiang dia mana aku bisa menemukan batu giok berkualitas, setahuku giok berkualitas itu sulit". ucap Wu Tian, Jiang Yi tidak langsung membalas sampai beberapa saat.
"Kalau batu giok berkualitas memang langka dan mahal, bagaimana kalau mencari di judi batu, tingkat keberhasilan mendapat giok yang bagus memang sulit, tapi jika beruntung bisa mendapat giok berkualitas tinggi". ucap Jiang Yi menjelaskan.
"Judi batu maksud nya apa?". tanya Wu Tian.
"Sesuai nama nya, judi batu adalah perjudian yang menggunakan batu, cara bermain nya adalah dengan memilih batu yang didalam nya ada batu giok atau benda lainnya maupun kosong, kalau beruntung bisa mendapat giok kualitas tinggi dengan harga murah". ucap Jiang Yi.
"hm hmm menarik, lalu dimna aku bisa menemukan tempat judi batu?". tanya Wu Tian, mengandalkan keberuntungan? kalau bisa melihat isi nya langsung kenapa harus mengandalkan keberuntungan?.
"Paman punya bisnis di bidang itu dan lumayan terkenal juga, kebetulan hari ini juga ada pasokan batu baru yang ditambah, jadi mungkin bisa mendapat batu yang bagus". ucap Jiang Yi.
"Kalau begitu aku akan kesana, paman Jiang tolong kirim lokasinya". ucap Wu Tian.
"Baiklah". balas Jiang Yi.
__ADS_1
Wu Tian lalu mematikan panggilan nya, beberapa saat kemudian Jiang Yi mengirim lokasi.
"Ada jam pelajaran nanti siang di universitas, ada waktu aku pergi ke judi batu dulu". ucap Wu Tian melihat waktu di layar jam tangan, lalu Wu Tian langsung melesat menuju lokasi yang di kirim Jiang Yi.
Sepuluh menit kemudian Wu Tian sampai, Wu Tian memarkir mobil di samping toko tiga lantai, Wu Tian keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam, di pintu tertulis 'PERJUDIAN BATU' , setelah masuk Wu Tian melihat seorang wanita yang tampak familiar.
"Saudara Tian, selamat datang". ucap wanita itu tersenyum, wanita itu yang tidak lain adalah Jiang Yu.
"Tidak kusangkau saudari Yu ada disini, apa disuruh paman Jiang?". tanya Wu Tian.
"Iya, setelah ayah mengirim lokasi ini dia langsung menyuruh ku kesini, sekalian pantau keadaan disini juga, saudara Tian mari aku temani berkeliling". ucap Jiang Yu mempersilahkan masuk.
"Kalau begitu maaf kalau meropotkan saudari Yu". ucap Wu Tian melangkah ke dalam toko, didalam toko terdapat banyak orang yang memilih milih batu di beberapa meja, ada juga yang menawar di tempat pembelahan batu.
Jiang Yu lalu menuntun Wu Tian untuk melihat batu, tapi disini Wu Tian belum menemukan giok dan harga yang bagus didalam batu, Wu Tian bisa tahu karena 'Teknik Mata Semesta' yang memungkinkan nya melihat tembus ke dalam batu, teknik ini juga yang Wu Tian gunakan memeriksa Wu
Leng di pasar sebelum nya.
Beberapa saat mencari, Wu Tian melihat sebuah batu yang didalam nya ada warna hijau mengkilap, harganya juga tidak terlalu mahal, Wu Tian langsung berjalan ke arah batu itu.
"Saudara bisa memilih batu dan membayar di sebelah sana". Jiang Yu menunjuk ke sebuah tempat seperti kasir, yang di belakangnya ada seorang pria, Wu Tian mengangguk langsung mengambil batu itu, dia tidak langsung ke kair tapi memilih dua batu lain.
Lalu Wu Tian yang diikuti Jiang Yu berjalan ke kasir, tapi mereka berhenti karena suara seseorang memanggil.
"Nona Jiang, sungguh ikutan anda ada disini, apakah anda perlu sesuatu?". tanya seorang pria paruh baya dengan sopan kepada Jiang Yu.
"Paman Zong, aku disini disuruh oleh ayah untuk menemani saudara Tian". ucap Jiang Yu mengarahkan tangan ke arah Wu Tian, Orang yang di panggil paman Zong menoleh ke Wu Tian ada rasa penasaran di matanya saat menatap Wu Tian, Jiang Yu mengerti dan langsung memperkenalkan mereka.
"Paman perkenalkan dia adalah Wu Tian, saudara Tian perkenalan dia adalah paman Ma Zong pengurus tempat judi batu, dia juga hebat dalam memilih batu". ucap Jiang Yu.
"Salam kenal paman Ma Zong". sapa Wu Tian dengan senyum.
"Salam kenal juga tuan muda, panggil saja paman Zong". balas Ma Zong 'Tuan Jiang sendiri yang menyuruh nona muda kesini, pasti identitasnya tinggi' gumam Ma Zong dalam hati, lalu dia melihat tiga batu di tangan Wu Tian.
__ADS_1
"Tuan muda tertarik dengan batu?, boleh saya lihat?". tanya Ma Zong sopan.
"Oh silahkan, jangan terlalu formal behitu panggil nama biasa saja". ucap Wu Tian sambil memberikan ketiga batu di tangan nya, Ma Zong menerima nya lalu menatap Jiang Yu dengan penuh arti, Jiang Yu mengerti Ma Zong khawatir memanggil Wu Tian dengan nama nya langsung, Jiang Yu hanya mengangguk, Ma Zong menjadi lega dan langsung memeriksa ketiga batu, ampai beberapa saat.
"Tu-Wu Tian, kau memang pintar memilih batu, kedua batu ini kemungkinan ada batu yang bagus, tapi yang satu lagi... aku khawatir tidak ada batu yang bagus, jadi kalau boleh kusarankan,hm... lebih baik pilih yang lain". ucap Ma Zong hati hati, takut menyinggung perasaan Wu Tian.
"Tidak apa apa, aku ingin ketiganya saja". ucap Wu Tian.
"Tapi...". ucapan Ma Zong terhenti karena Wu Tian mengangkat tangan, Ma Dong mengerti dan diam dan kembali menyerahkan ketiga batu.
"Saudara Tian yakin memilih ini, paman Zong bisa memilih yang bagus untuk saudara". ucap Jiang Yu memastikan.
"Tidak apa apa, aku menginginkan ketiganya". ucap Wu Tian percaya diri, Jiang Yu dan Ma Zong tidak berbicara lagi dan mereka menuju kasir, Wu Tian langsung membayar.
"Tuan apa anda ingin memotong batu anda, kalau memotong nya disini gratis, jadi bagaimana?". tanya Ma Zong.
"Potong". balas Wu Tiansingkat, lalu mereka pergi ke bagian pemotongan, Wu Tian menyerahkan batunya untuk diperiksa, batu pertama dan kedua terdapat giok hijau dengan kecerahan seperti kaca, melihat itu banyak yang menawar, tapi Wu Tian menolak semuanya, saat batu ketiga di potong terlihat batu hijau tapi batu itu seperti giok biasa.
"Sudah aku duga ini hanya giok biasa, kalau dijual maka lebih murah dari harga pasaran nya". ucap Ma Zong mengomentari.
"Jangan berkecil hati saudara Tian, setidak nya kedua batu yang lain masih bagus". ucap Jiang Yu menyemangati, Wu Tian tidak menanggapi dan hanya tersenyum kecil
"Yang aku cari ada di dalam giok ini". ucap Wu Tian menggemgam keras bati giok.
Krak!
giok hjau retak dan diganti warna merah cerah.
"I ini...".
...****************...
Hai semua, maaf kemarin lagi nggak ada ide jadi agak lambat punya, saya juga lagi cari cari refrensi dan tanpa sadar keadilan sendiri hehehe.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, share, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR