MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
83.Tiba di Grand Hotel


__ADS_3

Beberapa saat setelah kejadian itu, Wu Ling'er duduk di bangku dekat Mall, sebuah mobil hitam tiba di depan Mall, pintu mobil terbuka dan ternyata itu adalah Lan Zhengyi. Lan Zhengyi celingak celinguk seperti mencari sesuatu, dan setelah melihat Wu Ling'er yang duduk di sebuah bangku, segera Lan Zhengyi menghampiri dengan langkah cepat.


"Nona Ling'er, maaf telah lama menunggu". Sapa Lan Zhengyi.


"Paman Lan, sudah kubilang panggil dengan Ling'er saja". Jawab Wu Ling'er berdiri dari duduk nya.


"Tapi... ah baiklah". Lan Zhengyi pasrah melihat tatapan serius Wu Ling'er.


"Apakah kakak ku yang meminta paman untuk menjemput ku?". tanya Wu Ling'er.


"Benar, a... kalau boleh tahu sebenar nya apa yang terjadi?".Jawab Lan Zhengyi, dan bertanya balik.


"Paman Lan tolong bawa aku ke tempat tujuan kakak, nanti Ling'er ceritakan di jalan". jawab Wu Ling'er, Lan Zhengyi tidak bertanya lagi dan mengarahkan Wu Ling'er masuk ke mobil nya.


"Kita ke Grand Hotel!". Perintah Lan Zhengyi kepada supir nya.


"Baik". Jawab sopir, lalu sopir langsing menginjak gas, mobil pun bergerak meninggalkan Mall.


"Jadi bisa ceritakan sekarang?". pinta Lan Zhengyi.


"Baiklah, jadi begini...". Wu Ling'er mulai menceritakan kejadian penculikan Guang Yun


...----------------Ditempat lain----------------...


Saat ini, di jalan yang cukup rami dengan kendaraan yang berlalu lalang, sebuah mobil sport hitam melaju dengan sangat cepat, meliuk liuk menyalip kendaraan lain dengan lincah dan mulus, itu adalah Wu Tian yang tengah memacu mobil nya.


Mobil Wu Tian melaju dengan cepat dan lancar, meskipun banyak kendaraan yang lalu lalang di jalanan, tapi saat itu Wu Tian melihat didepan nya, persimpangan empat yang berjarak sekitar 200 meter, disana Wu Tian bisa melihat ada kemacetan karena ada truk yang terguling ditengah jalan.


"Sial, bisa bisanya saat seperti ini malah ada halangan". Ucap kesal Wu Tian, menengok ke kiri dan kanan, Wu Tian melihat sebuah tempat parkiran di dekat minimarket, langsing saja Wu Tian berbelok dan langsing memarkirkan mobil nya disana.


Keluar dari mobil Wu Tian berlari ke toilet di belakang minimarket, tanpa berlama lama lagi Wu Tian melompat ke atas bangunan mini market, lalu kembali melompat lompat ke bangunan bangunan lain.


"Aku tidak peduli lagi kalau ada yang melihat ku, yang penting sekarang aku harus cepat menyelamatkan Guang Yun". gumam pelan Wu Tian dengan perasaan khawatir.


"Guang Yun, tunggu aku". Lanjut nya, kemudian mempercepat langkah nya, sehingga hanya terlihat bayangan yang berkelebat.


...----------------Grand Hotel----------------...

__ADS_1


Grand Hotel, hotel paling besar dan paling terkenal di Chuzhou, siapapun tahu tentang Grand Hotel, tapi tidak sembarang orang yang bisa menginap disana, karena biaya menginao di Grand Hotel yang sangat mahal, dan hanya bisa di jangkau oleh orang dengan kekayaan dan koneksi, dan Grand Hotel adalah salah satu properti milik keluarga Wang.


Saat itu beberapa mobil yang membawa Guang Yun sampai di depan Grand Hotel, Mo Xie keluar dengan merangkul Guang Yun yang pingsan dengan batuan seorang bawahan nya.


"Kalian tunggu disni, kalau ada orang yang mencurigakan, bersihkan!". Perintah Mo Xie kepada bawahan nya.


"Baik". Jawab serempak semua bawahan nya. Lalu Mo Xie dengan dibantu seorang bawahan nya, membawa Guang Yun masuk ke dalam.


"Hei, saudara Mo". Tiba tiba seorang pemuda menyapa nya, sehingga Mo Xie menoleh ke pemuda itu.


"Saudara Wang, itu kau". Sapa Mo Xie kepada pemuda itu, pemuda itu adalah Wang Feng, tuan muda pertama keluarga Wang, serta salah satu dari empat tuan muda Chuzhou.


"Hei lihat ini, kau membawa makanan yang enak". Ucap Wang Feng melirik Guang Yun.


"Hehehe... tentu saja, siapa yang tidak tahu kecantikan Guang Yun, jenius pertama jurusan seni bela diri". Mo Xie menjilat lidah nya penuh *****.


"Saudara Mo, kau memang pintar mencari wanita cantik, bagaimana kalau aku ikut". Wang Feng juga melirik Guang Yu dengan ***** yang tak terbendung.


"Tentu, akan menyenangkan kalau main bersama". balas Mo Xie.


"Kau juga berjaga disini, jangan biarkan seseorang yang mencurigakan lewat!". Perintah Mo Xie kepada bawahan nya yang memmbantunya membawa Guang Yun tadi.


"Baik". Balas bawahan itu. Lalu Mo Xie dan Wang Feng langsung masuk ke lift membawa Guang Yun.


Sementara itu, di atas bangunan di depan Grand Hotel, terlihat sekelebat bayangan muncul dan beberapa saat terlihat Wu Tian yang berdiri, Wu Tian melirik ke arah Grand Hotel, menggunakan Mata Semesta nya untuk memindai hotel itu.


Dimata Wu Tian, semua isi gedung itu terlihat dengan jelas, orang yang sedang buang air di toilet, pria tidur dengan liur nya yang mengalir dari mulut nya, bahkan sepasang kekasih yang sedang bergelut di kasur, tapi Wu Tian menghiraukan nya, dan fokus dengan dua pemuda dengan satu wanita yang ada di lift yang menuju atas.


"Itu dia!". Dengan cepat Wu Tian menghilang dan tanpa disadari oleh orang sekitar, Wu Tian muncul di didekat pintu masuk hotel, tanpa pikir apa apa Wu Tian langsung masuk kedalam hotel.


"Selamat siang, apakah ada yang bisa saya bantu?". Tanya resepsionis perempuan dengan sopan.


"Aku bersama teman ku, katanya dia sudah memesan tadi". jawab Wu Tian.


"Ka-". Kata kata Resepsionis terpotong oleh sebuah teriakan.


"Itu kau Sialan!". Saat Wu Tian menoleh ke arah suara itu, ternyata dia adalah Wang Qian.

__ADS_1


"Sepertinya aku tidak perlu mencarimu lagi, dan ternyata kau sendiri yang datang kesini". Ucap Wang Qian, hal itu membuat beberapa orang di lobi langsung memperhatikan mereka.


"Semut yang menyebalkan". Ucap pelan Wu Tian, tapi bisa terdengar.


"Apa kau bilang!". Wang Qian jelas sangat marah mendengar kata kata Wu Tian.


"Tuan muda ini...". Resepsionis kebingungan, dan khawatir karena banyak mata tertuju ke sana.


"Hei kalian anak buah kakak ku kan?". Tanya Wang Qian kepada beberapa pria yang bersama Wang Feng sebelum nya.


"Benar". Jawab mereka serempak.


"Kalau begitu, aku perintahkan kalian untuk hajar dia!". Perintah Wang Qian, awalnya mereka ragu karena diperintahkan untuk menjaga oleh Wang Feng, tapi mereka akhirnya mengangguk dan langsung mengepung Wu Tian.


"Haha, sebelumnya kau telah mempermalukan ku, sekarang rasakan akibat nya, Serang!". Begitu Wang Qian memerintahkan, bawahan Wang Feng yang mengepung Wu Tian.


"Sepertinya aku tidak perlu menahan diri lagi, kalau begitu...". Tanpa menyelesaikan kata katanya, Wu Tian bergerak super cepat sampai terlihat mengilang dari tempat nya, percikan petir berwarna biru melewati berkedip kedip melewati orang orang yang mengepung Wu Tian, dan setelah Wu Tian kembali muncul di belakang mereka.


Akkkkhhhhh!


Semua bawahan Wang Feng berteriak kesakitan dengan tubuh kejang kejang, setelah itu semuanya terjatuh tanpa tenaga, semua mata membelalak penuh kejutan, Wang Qian pun sama, kini hatinya merasakan ketakutan karena Wu Tian menatap dirinya.


"Ini sebagai permulaan". Wu Tian menunjuk ke arah Wang Qian, sebuah bola cahaya biru dengan kilatan petir berkedip di permukaan, dengan cepat melesat ke Wang Qian.


Czt! Czzzttt! Akkkkhhhh!


Wang Qian berteriak kesakitan karena merasakan tubuh nya seperti tersentrum aliran listrik bertekanan tinggi, orang orang dengan cepat berlari keluar penuh ketakutan, bahkan beberapa pekerja juga ikut berlari, sedangkan sisanya diam membeku.


Tanpa memperdulikan mereka, Wu Tian langsung memfokuskan matanya ke arah Guang Yun dibawa, karena merasa lift terlalu lama, Wu Tian langsing berlari ke tangga.


...****************...


Hai semua, karena banyak yang penasaran lanjutan nya, jadi saya usahakan cepat up agar kalian senang, semoga kalian suka ceritanya.


Jangan lupa like, komen, share dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR

__ADS_1


__ADS_2