MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
128.Tamu


__ADS_3

Wu Zhan dan saudara nya yang lain langsung terdiam, jantung mereka seakan melonjak keluar karena raungan Wu Tian. Tidak cukup hanya raungan kemarahan, ada aura menakutkan yang keluar dari Wu Tian, aura itu membuat mereka bergidik ngeri. Dengan kemarahan Wu Tian tiba tiba ini, tidak ada yang berani berbicara ataupun bergerak, bahkan mereka menahan nafas karena takut nya, jika sebuah jarum jatuh, itu pasti akan terdengar jelas.


Tok! Tok! Tok!


"Kak? apakah kakak didalam? apa yang terjadi dengan aura ini?".


"Wu Tian, apakah terjadi sesuatu?".


Suara ketukan dan disusul dengan suara dua orang perempuan terdengar dari balik pintu. Begitu mendengar suara dua perempuan berbeda, Wu Tian tahu kalau itu adalah Wu Ling'er dan Guang Yun.


"Hmmm...huuuuh...".Wu Tian mengambil nafas dan membuang nya, mencoba menenangkan diri. Saat itu Wu Tian sadar kalau sesaat dia tidak mengontrol emosi nya, bahkan aura pembunuh nya sampai keluar tanpa sadar.


"Kalian, bersihkan tempat ini". Perintah Wu Tian ke lima bersaudara. Namun saat Wu Tian menoleh ke mereka, bisa terlihat lima bersaudara itu masih tampak kaget.


"Hm!". Sebuah deheman dari Wu Tian langsung membangunkan mereka. Semua nya terengah engah untuk menghirup nafas.


Wu Tian tidak menunggu lebih lama, sebab saat ini Wu Ling'er dan Guang Yun terus menerus mengetok pintu dan suara mereka sangat khawatir. Wu Tian berbalik dan berjalan ke pintu, tidak ingin dua orang perempuan itu menunggu terlalu lama.


Tanpa berbalik, Wu Tian kembali memberi tugas."Bersihkan tempat ini, jangan sampai ada bekas".


"Baik!".Lima bersaudara menjawab dengan refleks.


Sementara melihat Wu Tian pergi, Lima bersaudara berbalik melihat tempat berantakan. Saat ini tubuh Zhao Li sudah tidak bergerak, serta mata nya putih sepenuh nya dengan busa di mulut nya.


"Dia sudah mati". Ucap Wu Fei setelah mengecek nafas dan denyut nadi Zhao Li.


Lima bersaudara menggelengkan kepala, bisa melihat betapa menderita nya Zhao Li sebelum mati. Satu yang mereka tidak tahu paling mengerikan, yaitu jiwa Zhao Li seutuh nya lenyap dari dunia, tidak ada kesempatan untuk menuju alam baka ataupun menuju kehidupan sepanjut nya.


"Kita apakan jasad orang ini?". Tanya Wu Deng.


"Hehehe, biar aku bakar saja". Tanpa menunggu yang lain merespon, Wu Huo langsung menembakkan api panas ke tubuh Zhao Li. Api itu awalnya kecil, sampai menutupi sepenuh nya tubuh Zhao Li.


"Kamu ini, hah~". Wu Zhan menghela nafas, tapi tidak berbicara lagi karena sudah terlambat, ditambah Wu Tian juga sudah menyuruh mereka untuk membersihkan nya.


"Dasar seenak nya". Gerutu Wu Shui, sedangkan Wu Huo tidak menanggapi, terus saja membakar tubuh Zhao Li.

__ADS_1


Sementara itu, Wu Tian membuka pintu perlahan. Pintu terbuka, dan memperlihatkan dua orang perempuan berdiri di depan nya.


"Kak!".


"Wu Tian".


Dua perempuan memanggil nya, kedua nya langsung meraih lengan nya masing masing.


Suasana hati nya langsung senang seketika, Wu Tian tersenyum kepada kedua perempuan itu.


"Kak, sebenar nya apa yang terjadi? aku merasakan aura yang sangat mengerikan~". Wu Ling'er langsung bertanya, diwajah nya ada keringat dingin.


Wu Tian langsung mengusap wajah Wu Ling'er, merasa bersalah karena itu adalah kesalahan nya. Wu Tian membuka mulut nya dan berbicara.


"Tenang, kakak ada disini".


"Hm!". Wu Ling'er mengaguk sedikit, merasa lebih rileks dengan perlakuan kakak nya.


Tapi disisi lain, Guang Yun merasa aura itu cukup familiar. Sebelum nya saat terjebak berdua, saat Wu Tian ada dalam situasi genting dan berbahaya, Guang Yun merasakan aura yang sama seperti yang di lepaskan Wu Tian dulu dengan aura barusan.


Guang Yun memegang tangan kanan Wu Tian dengan kedua tangan nya, langsung bertanya akan kecurigaan nya."Apakah sesuatu telah terjadi?".


'Ding'


Tiba tiba suara bel gerbang villa berbunyi. Tak lama Wu Zhan dan Wu Deng keluar dari ruangan. Wu Tian menoleh ke mereka, serasa berbicara.


"Tolong buka gerbang nya". Pinta Wu Tian.


"Baik". Jawab Wu Zhan dan Wu Deng bersamaan, langsung pergi untuk membuka gerbang. Sedangkan Wu Tian dan dua perempuan yang memegang lengan nya berjalan ke sofa dan duduk.


Sementara itu, diluar gerbang villa saat ini terlihat banyak mobil, setiap dari mobil itu memiliki bentuk elegan, dan tentu nya dengan harga yang mahal. Dan disana juga ada Yang Hao, Yang Ran serta Xiong De dan beberapa orang berjas, ada juga Mo Wei, serta banyak anggota keluarga Mo termasuk Mo Xie dan orang tua nya.


"Apakah semua nya sudah mengerti? bersikap hormat dan jangan mencari masalah!". Perintah Mo Wei.


"Baik!". Balas semua nya serentak.

__ADS_1


Sementara Yang Ran melihat kalau kakek nya seperti terdiam melihat villa di depan mereka, tidak tahan untuk tidak bertanya."Kakek, ada apa? apakah ada sesuatu dengan villa ini?". Tanya Yang Ran.


Tanpa menoleh, Yang Hao menjawab." Benar, kabut putih ini tidak biasa".


"Hm? bukankah ini hanya kabut putih biasa, ada hal aneh apa tentang itu?". Tanya Yang Ran semakin penasaran, beberapa orang disana yang mendengar nya juga ikut penasaran.


"Seolah memang seperti kabut putih biasa, tapi apakah bisa kabut putih ini hanya ada di wilayah villa ini? sedangkan diluar wilayah villa tidak ada. Kabut ini seperti menutup villa dari orang luar".Jawab Yang Hao.


Yang Ran mengangguk angguk, tapi masih saja merasa bingung. Tiba tiba Mo Wei di membuka suara nya.


"Ini sebuah array".


!?


Semua orang terkejut, walupun perkembangan seni bela diri masih sangat rendah, tapi mereka masih tahu pengetahuan dasar tentang tune dan array.


"Benar! ini adalah sebuah array, dan ini sangatlah besar!". Ucap Yang Hao penuh kejutan.


Hanya keterkejutan dan kebingungan yang dirasakan setiap orang, bahkan Yang Hao dan Mo Wei tidak bisa berfikir jernih karena hal ini.


Dalam keterkejutan dan kebingunangan itu, tiba tiba sebuah suara terdengar.


"Siapa kalian, ada urusan apa datang kesini".


Yang Hao, maju untuk menjelaskan." Nama saya Yang Hao, saya disini untuk menemui Tuan Wu Tian".


Mo Wei juga maju."Saya Mo Wei, datang kesini untuk meminta maaf dan memberikan penjelasan".


"Hm... tunggu sebentar". Wu Zhan langsung menelpon Wu Tian untuk bertanya. Setelah Wu Tian mengizinkan, Wu Zhan dan Wu Deng membuka gerbang.


"Bos mengizinkan untuk masuk". Ucap Wu Zhan dan Wu Deng, tanpa menunggu mereka menjawab, langsung berbalik untuk kembali ke dalam.


...****************...


Hai semua, beberapa hari lalu saya ada masalah saat nge gym, saya lupa pake pengaman pangan, jadi tangan saya rasa nya kurang nyaman, tapi untung tidak ada masalah besar.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, share, vote, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR


__ADS_2