
Saat ini di gazebo sederhana tapi luas dekat kolam ikan koi, duduk beberapa orang laki laki dengan usia berbeda, dan seorang wanita muda. Iya mereka adalah Wu Tian, Yang Hao, Mo Wei, Lan Zhengyi, Jiang Yi, serta Yang Ran.
Dan tentu saja setelah kejadian yang sebelum nya, sekarang suasana di gazebo terasa sangat canggung, kecuali untuk satu orang yang bersikap masih santai dengan muka datar nya, sedangkan yang lain merasa tegang, siapa lagi kalau bukan Wu Tian.
Mo Wei sekarang duduk dengan pikiran linglung, dia dikenal sebagai salah seorang veteran pasukan khusus, tapi baru saja dikalahkan oleh seorang bocah yang belum berusia 20 tahun, tapi meskipun dikenal sebagai seseorang tegas dan kejam, sekarang dia seperti seorang anak kecil yang duduk khawatir akan dihukum orang tua nya.
Drt!
Dalam suasana sunyi dan canggung itu, tiba tiba jam tangan Wu Tian bergetar, Eu Tian menoleh ke jam tangan nya, disana tertera nama Wu Ling'er.
"Aku permisi dulu sebentar". ucap Wu Tian kepada yang lain.
"Iya silahkan". ucap Yang Hao sebagai tuan rumah mempersilahkan, begitu Wu Tian berada cukup jauh, barulah suasana canggung cukup mereda.
"Hah... aku sangat bodoh sampai menantang seorang monster". Mo Wei menghela nafas dan menghapus keringat di dahi nya.
"Untung saja tidak terjadi hal yang lebih buruk lagi". Ucap Lan Zhengyi mengelus dada nya.
"Benar, kalau tidak sesuatu terjadi pada Wu Tian barusan, entah bagaimana mana nasib kita". Jiang Yi juga merasa lega.
"Hei apa maksud kalian, kenapa kalian khawatir kalau monster itu akan terluka, dan senang kalau aku kalah?!". Mo Wei meraung kesal mendengar ucapan Lan Zhengyi dan Jiang Yi, dia merasa kalau mereka lebih baik dia yang terluka dari pada Wu Tian.
"Mo tua, kau sudah membahayakan nyawa dan keluarga kita". ucap Yang Hao menatap Mo Wei serius.
"Pak tua, apa maksudmu?". tanya Mo Wei bingung, Yang Hao tidak langsung menjawab pertanyaan itu, tapi Yang Hao menoleh ke Jiang Yi dan Lan Zhengyi, Mo Wei ikut menoleh ke arah mereka.
Mengerti maksud Yang Hao, Lan Zhengyi langsung menjelaskan."Identitas Wu Tian sangatlah misterius dan tersembunyi, bahkan negara menempatkan kerahasiaan identitas nya sebagai tingkat tertinggi, walaupun masih dugaan kami, tapi kami yakin kalau Wu Tian memiliki hubungan dengan Tuan Besar Wu".
"Tuan besar Wu, Tuan besar Wu Yang mana?". tanya Mo Wei bingung.
"Mo tua, apakah kau lupa keluarga yang paling tidak ingin di singgung oleh orang orang negara ini". jawab Yang Hao.
"Tentu saja, keluarga Wu bukan... Tunggu?! maksudmu Tuan Besar Wu itu, Tuan Besar Wu kepala keluarga Wu?!". Mo Wei berteriak kaget, pikiran nya langsung menjadi linglung, dia kembali merangkai semua nya, penjelasan identitas misterius Wu Tian, dugaan hubungan nya dengan Tuan Besar Wu, dan kelakuan nya barusan kepada Wu Tian, kulit kepala nya terasa ditusuk, tulang tulang nya serasa di rendam di air es.
__ADS_1
'Bodoh nya aku sampai berani menyinggung orang mengerikan itu, bukan hanya kekuatan nya yang tidak masuk akal, identitasnya juga sungguh membuat ku gila, aku akan memastikan setelah ini untuk memperingati mereka, agar keluarga Mo tidak menyinggung Wu Tian itu'. gumam Mo Wei dalam hati.
Sedangkan Wu Tian yang menjauh dari tempat tadi, langsung mengangkat penggilan dari Wu Ling'er itu.
Tapi sebelum Wu Tian akan mengatakan sesuatu, terdengar suara Wu Ling'er yang terdengar terengah engah dan panik."Kakak gawat, kakak perempuan cantik di culik".
"Ling'er tenang dulu dan jelaskan dengan jelas, siapa yang diculik, dimana dan akapan?!". Tanya Wu Tian.
"Huh... Kak Guang Yun yang bertemu di pelelangan sebelum nya, dia diculik saat kami tadi jalan jalan...". Wu Ling'er lalu menjelaskan dengan singkat yang penting penting.
!!!
Alangkah terkejut nya Wu Tian mendengar itu, apalagi setelah mendengar siapa orang yang diculik, dan mendengar kondisi Wu Ling'er saat inu, api amarah muncul dihati Wu Tian mendengar itu, segera ekspresi wajah nya berubah dingin, dan langsung menjawab.
"Kak cepat bantu kakak cantik itu, aku takut sesuatu terjadi pada nya". ucap Wu Ling'er dengan penuh kekhawatiran.
"Iya Ling'er, tunggu disana nanti akan ada orang yang akan menjemput mu, kakak akan menolong Guang Yun". ucap Wu Tian cepat.
"Baik kak". balas singkat Wu Ling'er, setelah itu panggilan diputus, Wu Tian menoleh ke gazebo dengan dingin, dengan sekali hentakan kaki nya Wu Tian melesat ke gazebo, lebih tepat nya ke arah Mo Wei.
Tiba tiba Wu Tian muncul di depan Mo Wei, dan langsung mencengkram kerah baju Mo Wei dengan kasar.
"Hubungi cucumu yang bernama Mo Xie, tanyakan dimana dia sekarang!". perintah Wu Tian penuh ancaman.
"Kenapa ini?". tanya Mo Wei bingung.
"Tuan ada apa, tenang dulu".Yang berusaha menenangkan Wu Tian.
"Cukup omong kosong nya, lakukan apa yang aku katakan sekarang!". Wu Tian sudah tersulut emosi, dan tidak ingin mendengar siapa pun dan apapun.
"B-baik". balas Mo Wei dengan sedikit gemetar, setelah Wu Tian melepas kerah baju nya, lalu dia mengambil handphone nya dan memutar nomer Mo Xie.
Tut... Tut... Tut...
__ADS_1
Beberapa saat panggilan tidak diangkat, membuat Wu Tian kembali mencengkram kerah baju Mo Wei.
"Aku tidak peduli, segera tanya siapapun dimana Mo Xie berada!". perintah Wu Tian lagi.
Tanpa bertanya lagi, Mo Wei langsung memutar nomer lain.
"Halo ayah, ada apa?". tanya orang dibalik panggilan.
"Dimana Mo Xie berada sekarang?". tanya Mo Wei langsung.
"Ayah ad-". kata kata orang di balik panggilan diputus oleh Mo Wei.
"Jangan banyak omong, katakan dimana dia?!". tanya Mo Wei dengan penekanan.
"Baik, anak itu mengatakan kalau dia akan ke Grand hotel". jawab orang dibalik panggilan segera.
Tut!
Panggilan langsung diputus, dan Wu Tian segera melepaskan Mo Wei dan menoleh ke Lan Zhengyi
"Paman Lan tolong jemput adikku, aku akan ke Grand hotel, untuk alamat nya akan kukirimkan.
"Baik". jawab Lan Zhengyi cepat.
"Yang Lao, aku pergi dulu ada urusan". ucap Wu Tian pamit ke Yang Hao.
"Iya, mari kuantar". jawab Yang Hao.
"Tidak perlu". balas Wu Tian, setelah itu Wu Tian langsung berlari ke mobil nya, langsung menacam gas meninggalkan Yang Mansion.
...************...
Hai semua, terima kasih yang udah kasih saran fan komen, maaf kalau masih ada typo yang banyak, dan kalau typo di chapter sebelum nya saya minta tolong komen dimana aja, kalau nyari sendiri, sering terlewat.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, share dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR