MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
67.Hal yang dikhawatirkan terjadi


__ADS_3

"Halo?". terdengar suara Lan Zhengyi dari jam tangan Jiang Yi.


"Saudara Lan, ini aku Jiang Yi". ucap Jiang Yi.


"Iya saudara Jiang, maaf aku tidak bisa mengik uti pelelangan malam ini, aku sedang ada hal penting, jadi aku mengutus putraku Lan Zhen". ucap Lan Zhengyi.


"Iya, tapi ada sesuatu hal...". ucap Jiang Yi dengan khawatir.


"Ada apa saudara Jiang, kenapa kau terdengar khawatir begitu?". tanya Lan Zhengyi.


"Jadi begini, Wu Tian kan malam ini menawar sebuah tombak". ucap Jiang Yi.


"Oh ternyata dia menginginkan tombak, tapi kenapa saudara Jiang terdengar khawatir begitu?". tanya Lan Zhengyi lagi.


"Dia memang menawar tombak itu, tapi orang dari keluarga Mo juga menawar, ditambah lagi ada orang lain yang ingin melawan nya, dia adalah...". ucapan Jiang Yi di putus oleh Lan Zhengyi.


"Jangan bilang kalau... putraku?". tanya Lan Zhengyi mulai khawatir.


"Benar, bawahan dari keluarga Mo juga sengaja mengompori, sehingga putramu berselisih dengan Wu Tian". ucap Jiang Yi.


Hening~


Dalam suasana hening itu, perasaan khawatir Jiang Yi menguat, sedangkan Lan Zhengyi langsung membatu tanpa berkata kata, pemuda disamping Jiang Yi juga mulai merasa penasaran dan entah kenapa dia juga merasa khawatir.


".Gawat kalau sampai bocah tidak berguna itu menyinggung nya, saudara Jiang aku akan tutup dulu, aku akan menelfon bocah itu agar berhenti". ucap Lan Zhengyi, dan tanpa balasan dari Jiang Yi, dia langsung menutup nya.


"Hah... semoga masalahnya tidak berlanjut". ucap Jiang Yi menghela nafas berat.


"Ayah, memangnya siapa orang bernama Eu Tian itu, sehingga ayah dan paman Lan menjadi begitu khawatir?". tanya pemuda disamping Jiang Yi.


"Ayah tidak begitu mengenalnya, dan hanya pernah bertemu satu kali dengannya, tapi yang perlu kau ketahui, barang utama pelelangan kali ini, itu adalah dari dia". jawab Jiang Yi.


"Apa! jadi pil itu dia yang punya?!". ucap kaget pemuda disamping Jiang Yi.


"Lebih tepatnya buatannya, sekitar satu minggu yang lalu, dia membuatnya disini dan bahkan memberikan satu butir kepada ku, Yu'er dan saudara Lan, dan karena itu aku memberikannya rumah di Qinglong". ucap Jiang Yi, sekali lagi pemuda itu semakin terkejut.


"Dan lebih menakjubkannya dia baru berumur 18 tahun, dia juga memiliki hubungan baik dengan tuan Wu". ucap Jiang Yi.


"18?! tuan Wu?! astaga, aku berharap saudara Lan Zhen tidak terkena masalah". ucap pemuda itu berkeringat dingin.


"Iya ayah juga berharap begitu, kau juga ingat agar tidak menyinggung nya". ucap Jiang Yi, pemuda disamping nya mengagguk.


Sementara itu, di dalam sebuah mobil yang melaju cepat di jalan menuju The Treasure Garden, Lan Zhengyi terus mencoba menghubungi putranya Lan Zhen, tapi tidak diangkat sama sekali, sehingga Lan Zhengyi tidak bisa tenang.


"Sial, kenapa bocah bau itu tidak mengangkat nya, bisa gawat kalau dia sampai menyinggung Wu Tian". ucap Lan Zhengyi masih menciba menghubungi Lan Zhen.


"Hey busa cepat tidak nyetirnya?!" ucap Lan Zhengyi membentak supirnya.

__ADS_1


"Maaf tuan, jalanan sedang ramai jadi tidak bisa nyetir cepat". ucap supir.


"Sial kau ku pekerjakan untuk jadi supir, jadi percepat nyetirnya, kalau terlambat bisa bisa anak itu membuatku dalam masalah besar". ucap Lan Zhengyi dengan nada keras.


"B-baik". balas supir ketakutan, langsung mempercepat laju mobil.


'Bocah, semoga saja kau tidak menyinggung orang itu, kalau tidak aku tidak tahu apa yang terjadi nantinya' gumam Lan Zhengyi meremas tangan nya.


Sedangkan saat ini, pelelangan masih berlanjut, Lan Zhen yang masih belum tahu ke khatiran ayahnya, merasakan ada rasa dingi di punggung nya, tapi tidak menghiraukannya dan tetap menawar.


"46.000.000 kredit". ucap Lan Zhen.


"46.500.000 kredit". ucap Wu Tian.


"Wah sepertinya ada yang ingin melawan tuan muda Lan, tidak disangka dia tidak menaruh wajah tuan muda Lan di matanya". ucap orang dari kamar nomer 2 mengompori Lan Zhen.


"Diam, 48.000.000 kredit". ucap Lan Zhen agak keras karena mulai kesal.


"48.500.000 kredit". ucap Wu Tian santai.


"Kau... kau benar benar ingin melawanku?!". uteriak Lan Zhen.


"Ini lelang, siapa saja bisa menawar". jawab Wu Tian santai.


"Kau... oke kalau itu yang kau mau 50.000.000 kredit!". teriak Lan Zhen.


"55.000.000 kredit".


"55.500.000 kredit".


"Tuan muda Lan, kelihatannya dia tidak akan memberimu wajah". ucap orang nomer 2 dengan senyum licik.


"60.000.000 kredit, kalau kau menawar lagi maka kau akan terima akibatnya". teriak Lan Zhen.


"Kakak...". Wu Ling'er di sebelah Wu Tian memegang lengan Wu Tian, tampak khawatir.


"Tidak apa apa, karena Libg'er menyukai tombaknya, kakak akan mendapatkan nya". ucap Wu Tian menenangkan, Wu Ling'er hanya diam, tapi merasa terharu.


"60.500.000 kredit". ucap Wu Tian.


"Wah wah wah tuan muda Lan, dia tidak menghiraukan aoa yang anda katakan, sepertinya anda perlu memberinya pelajaran". ucap orang dari kamar nomer 2.


"Karena itu yang kau inginkan...". Lan Zhen berjalan ke arah kaca.


Pang! prak!


Lan Zhen meninju kaca dan langsung pecah, dengan kaki ditekaan Lan Zhen langsung melesat ke arah kamu nomer 1, Lan Zhen mengepal tangan dan mengarahkannya ke kaca.

__ADS_1


"Sial, hal yang di khawatirkan terjadi gara gara bawahan keluarga Mo yang mengomporu itu". ucap Jiang Yi, langsung berlari ingin menghentikan, tapi sudah terlambat.


Pang! prak!


kaca di depan kamar nomer 1 pecah, Lan Zhen langsung masuk ke ruangan nomer 1, dia berdiri menatap Wu Tian dan Wu Ling'er yang masih santai duduk.


"Jadi kau yang ingin melawanku, kalau begitu rasakan ini". Lan Zhen langsung melesat dan mengarahkan tinjunya ke arah Wu Tian.


"Wah sepertinya orang itu akan habis".


"Siapa suruh juga dia melawan tuan muda Lan".


"Sungguh sial nasib orang itu".


Orang orang berfikir kalau Wu Tian akan dipukuli oleh Lan Zhen, tapi sesaat kemudian.


Tap!


Hanya dengan satu tangan, Wu Tian menangkap pukulan tangan Lan Zhen, sehingga semua orang membeku, Jiang Yi menjadi diam karena tahu kalau semua sudah terlambat.


"Semoga tidak sampai menyebabkan dantian nya hancur". ucap Jiang Yi menongak ke arah kamar nomer 1.


"Bagaimana mungkin?!". ucap kaget Lan Zhen melihat tangan kanannya di tangkap santai boleh Wu Tian.


"Hanya ini yang kau punya?". tanya Wu Tian.


"Kau... jangan meremehkan ku!" ucap kesal Lan Zhen, Lan Zhen melesatkan pukulan dengan tangan kirinya .


"Tidak tahu kemampuannya sendiri". ucap Wu Tian sedikit memiringkan kepala, lalu Wu Tian mengepal tangan kanan nya, dan mengarahkan nya ke perut Lan Zhen.


Buk! Swosh!


Dengan sekali pukulan Lan Zhen terlempar dengan keras, sebelum Lan Zhen membentur tembok, pintu ruangan terbuka, ternyata Lan Zhengyi. Lan Zengyi melihat Lan Zhen yang melesat di udara.


"Tidak!" teriak Lan Zhengyi, lalu langsung melesat untuk menahan tubuh Lan Zhen agar tidak tertabrak ke tembok. Tapi karena Lan Zhen terlempar terlalu kencang, Lan Zhengyi tidak bisa menahan dan ikut terlempar.


Brakk!!!


Dengan Lan Zhengyi di belakang, mereka berdua menabrak tembok dengan keras.


...****************...


Hai semua, terima kasih semua atas dukungannya dengan komentar bahkanbkalau jarang up, terima kasih juga Mawar Jingga untu tipsnya, ini pertama kalinya saya dapat tips hehe.


Jangan lupa like, komen, share dan kalau bisa tipsnya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR

__ADS_1


__ADS_2