MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
112.Pedang dan air mata darah (1)


__ADS_3

Krak! Krakkk! Krakkkk~!


Semakin ke dalam, semakin banyak tulang tulang yang berserakan di lantai dengan berbagai ukuran, bahkan ada beberapa tengkorak yang masih utuh. Tengkorak yang ada di lantai bukan hanya tengkorak manusia, ada juga tengkorak hewan kecil sampai tengkorak yang sangat besar, bahkan ada beberapa tengkorak yang aneh.


"Ada yang aneh". Ucap Wu Tian tiba tiba, pandangan nya menjangkau semua tulang belulang di sekitar.


"Ada apa, apakah kamu menemukan sesuatu?". Tanya Guang Yun heran, saat ini sikap nya kepada Wu Tian lebih berani.


"Dari banyak nya tulang disini, aku tidak bisa melihat sisa darah bahkan hany sedikit". Jawab Wu Tian.


"Hm? mungkin karena sudah terlalu lama sehingga darah nya mengering?". Ucap Guang Yun memberikan pendapat dengan tidak yakin.


"Tidak, ini berbeda. Seharus nya akan ada aroma atau bekas dari darah yang tertinggal, tapi ini tidak ada aroma darah atupun bekas nya walaupun sedikit, seakan akan darah itu menghilang entah kemana". Ucap Wu Tian, tatapan nya masih menelisik ke tumpukan tulang, di jelas merasakan kalau tulang tulang ini terkandung jejak aura, dan beberapa bahkan memiliki aura yang berat dan mendominasi.


"Jadi... kita lanjut?". Tanya Guang Yun dengan sedikit ragu, tapi dengan Wu Tian di dekat nya Guang Yun merasa dia akan selalu aman.


"Kalau kau masih bisa, kita lanjut". Jawab Wu Tian.


Guang Yun tidak langsung menjawab, tapi melihat ke wajah Wu tian dan menemukan senyuman hangat dari nya, sontak kekhawatiran dan ketakutan nya mendadak lenyap. "Tentu saja bisa".


Wu Tian hanya tersenyum, lalu kedua nya kembali melanjutkan berjalan. Semakin lama mereka berjalan, tulang yang ada di tanah kini semakin tinggi, sampai tulang tulang itu kini menjadi permukaan itu sendiri, tulang tulang yang berserakan juga semakin aneh dan aura semakin terasa berat, merasa kalau mereka terlalu lambat, akhir nya mereka berlari untuk sampai ke pusat aura.


Sampai setengah menit kemudian, kini Wu Tian dan Guang Yun ada di sebuah kaki gunung tulang, di depan nya ada tumpukan tulang yang sangat tinggi membentuk pegunungan dengan sebuah gunung paling tinggi di tengah. Ditengah puncak gunung tulang tertinggi, ada sebuah cahaya merah darah yang bersinar menyilaukan seperti drah, dan kabut tidak mengenalkan berasal dari nya.


"Hah...hah...tidak disangka, tempat ini ternyata sangat luas". Ucap Guang Yun dengan nafas ngos ngosan, dengan permukaan tulang yang tidak datar membuat orang yang berjalan diattas nya semakin cepat lelah, ditambah semakin lama permukaan semakin tinggi dan tinggi.

__ADS_1


"Iya, seperti nya ini adalah sebuah ruang dimensi berbeda yang terhubung dengan bumi". Jelas Wu Tian.


"Ruang dimensi yang terhubung dengan bumi, apalagi itu?". Tanya Guang Yun bingung.


"Ruang dimensi adalah sebuah ruangan yang berada di tempat berbeda, ruangan ini bisa terbentuk oleh suatu kejadian khusus ataupun disengaja, seperti terbentuk oleh kumpulan array besar yang membentuk struktur ruang. Dunia ini tidak memiliki aturan nya sendiri, bahkan waktu di ruang dimensi dan dunia itu berbeda". Jawab Wu Tian menjelaskan.


Sontak Guang Yun merasa sangat terkejut, ternyata didunia ini masih ada hal yang seperti ini, entah apa rahasia lain yang belum pernah dia lihat. Saat ini, Guang Yun khawatir akan sesuatu dan dia tidak bisa tidak bertanya."Jadi, jika dari apa yang kamu jelaskan, bisa jadi kalau waktu dari ruangan ini dan bumi itu berbeda. Apabila demikian, jadi bagaiman kita bisa keluar dari sini, bagaimana jika yang lain khawatir jika kita lama disini?". Tanya Guang Yun, dan maksud nya tentang 'yang lain' tentu merujuk pada Wu Ling'er dan kenalan mereka.


"Hah... aku juga tidak berharap kita akan menemukan ruang dimensi, tapi saat ini kita sudah terlanjur masuk, tidak mungkin untuk kembali ke tempat awal. Saat ini kita hanya bisa maju, saat itu kita bisa tahu cara untuk keluar". Jawab Wu Tian.


"Hah... baiklah". Ucap Guang Yun pasrah, Wu Tian mengerti kekhawatiran Guang Yun karena dia juga merasakan kekhawatiran yang sama.


"Ayo kita ke cahaya itu". Ucap Wu Tian, matanya tertuju pada cahaya merah darah di puncak gunung tulang tertinggi. Guang Yun mengagguk, dan keduanya langsing memanjat ke puncak gunung tulang.


Dengan usaha keras dan saling bekerja sama, mereka berdua akhir nya sampai setelah sekitar menghabiskan 2 jam lama nya. Saat ini, didepan mereka, chaya bersinar yang mereka lihat sebelum nya sudah terpampang jelas bentuk asli nya.


Pedang inilah yang menjadi sumber aura tidak mengenalkan, bilah tipis nya mengandung ketajaman dan rasa haus darah, hanya dengan melihat nya saja akan membuat orang menjadi merinding. Pedang itu tertancap di Tenga gunungan tulang, tanpa disadari Wu Tian merasa dipanggil oleh pedang itu, sehingga tiba tiba Wu Tian bergerak menuju pedang itu.


?!


Guang Yun yang mematung karena pedang didepan nya, segera tersadar akan gerakan dari Wu Tian, segera meraih tangan Wu Tian yang terlepas dari genggaman nya, langsung bertanya dengan khawatir. "Kamu kenapa? hey sadaralah!".


Namun Wu Tian tidak menanggapi, malah lanjut berjalan ke arah pedang itu. Wajah Guang Yun mengerut, tampak merasakan hal yang buruk akan terjadi, sehingga kali ini berteriak ke arah Wu Tian."Sadarlah! Wu Tian kumohon sadarlah! kumohon~". Dengan segala macam cara Guang Yun coba, tapi Wu Tian masih berjalan ke pedang yang semakin dekat.


Karena merasa tidak berhasil menyadarkan Wu Tian, Guang Yun semakin takut dan tekanan dari pedang membuat tubuh nya terasa berat, sampai dia sudah tidak mampu menanggung tubuh nya dan terjatuh. Guang Yun masih dengan sekuat tenaga berteriak untuk menyadarkan Wu Tian, namun tidak ada hasil sama sekali, dan kini Wi Tian sudahtepat di depan pedang itu.

__ADS_1


Tangan kanan Wu Tian terangkat perlahan, dibawah tatapan putus asa Guang Yun, tangan Wu Tian sudah menggenggam pedang itu.


Swossshhh!


"Tidak".


Tiba tiba aura dari pedang langsung menyembur ganas, aura yang awal nya beredar perlahan kini keluar secara gila gilaan. Suara Guang Yun sudah serak karena teriakan nya, air mata jernih nya sudah mengalir di pipi nya.


Dan seakan belum habis disitu, sebuah suara aneh yang seperti kakek tua serak terdengar saat itu.


"Kie kie kie... Setelah ratusan tahun, setelah ratusan tahun akhir nya aku bisa menemukan sumber kekuatan dahsyat ini, hahaha...". Setelah suara itu terdengar, sesosok laki laki yang merupakan penjaga yang Wu Tian dan Guang Yun temui muncul dari bawah gunung.


"Siapa! kamu... bagaimana kamu bisa kesini?!". Ucap Guang Yun kaget, jelas masih ingat orang yang ditemui di post penjaga depan gedung.


"Kie kie kie... tentu saja untuk mengambil tubuh kalian. Hm... tubuh pemuda itu cukup bagus, hehehe jadilah wadah untuk dewa ini". Begitu selesai berbicara, sosok penjaga sudah berubah menjadi sesosok mahluk hitam sedikit transparan, mahluk itu dengan kecepatan luar biasa menuju Wu Tian.


"Tidak! jangan!". Guang Yun dengan sekuat tenaga berdiri, sanhaat susah untuk berdiri dengan tekanan dari pedang, namun dengan tekat yang kuat, Guang Yun bisa berdiri dan berlari untuk menghentikan mabuk itu.


Namun kecepatan mahluk hitam itu lebih cepat dari Guang Yun, sehingga mata Guang Yun yang menangis kini menegang dengan keputus asaan, lalu terjatuh.


"Kenapa... kenapa... kenapa ini semua terjadi padaku, kenapa!". Teriak Guang Yun dengn air mata nya mengalir deras, bahkan tiba tiba air mata itu berubah menjadi air mata darah.


...****************...


Hai semua, sebenar nya saya mau up dari tadi siang, tapi saya lama karena mencari gambar pedang yang ada di kepala saya, dan saya perlu sedikit mengedit. Dan saat mau up malah loding nya lama banget, saya ulang beberapa kali dan periksa jaringan dan masih tidak bisa, karena ada hal yang harus saya lakukan, jadi ilustrasi pedang nya besok.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, share, vote, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR


__ADS_2