
Wu Tian terus melangkah ke sebuah gang kecil yang sepi sambil menenteng tas berisi batu, Wu Tian melihat depan dan belakang tidak ada orang, Wu Tian berhenti setelah memastikan tidak ada orang di sekitar gang.
"Sudah mengikuti dari awal, apakah tidak mau keluar?". ucap Wu Tian dingin, sontak 10 bayangan langsung keluar entah dari mana, mereka memblokir jalan Wu Tian dari depan dan belakang, tujuh dari mereka adalah pria berbagai usia, sedangkan tiga yang lain wanita.
"Hehehe nak, cukup mengagumkan kalau bukannya lari kau malah pergi ke gang sepi seperti ini". ucap seorang paruh baya.
"Sekarang jangan banyak bicara lagi, serahkan kantung itu". ucap seorang setengah baya dengan pandangan serakah menatap kantung di tangan Wu Tian.
"Menyerahkan nya?, apakah kalian bercanda denganku?". ucap Wu Tian tenang.
"Nak, kalau kau menyerahkannya maka nyawamu akan selamat, tapi jika tidak maka mati". ucap seorang wanita paruh baya.
"Hahaha sungguh lucu, hanya dengan kalian ingin membunuhku?". tanya Wu Tian mengejek, mendengar itu mereka yang menghalangi jalan Wu Tian mengerutkan kening, bagaimana dia tetap tenang bahkan sangat berani berkata seperti itu?.
"Nak kau masih muda, kau belum tahu bagaimana kejam nya dunia ini berjalan". ucap seorang dengan menganca.
"Hei menurut kalian kenapa aku ke gang sempit seperti ini?". tanya Wu Tian santai.
"Memangnya kenapa?". tanya salah seorang pria setengah baya yang botak.
"Karena ingin membasmi serangga seperti kalian". ucap Wu Tian menyeringai.
Swosh!
__ADS_1
Mendengar ucapan Wu Tian, tujuh pria dan tiga wanita yang menghalangi jalan Wu Tian langsung melepaskan aura membunuhnya, mereka sangat marah dengan perkataan Wu Tian.
"Hei bocah, kau sangat berani mengucapkan sesuatu hal seperti itu, sekarang biarkan tuan muda ini memberimu pelajaran". ucap salah seorang yang terlihat muda dari yang lain, tapi melawan aura membunuh mereka bersepuluh, Wu Tian hanya tersenyum santai.
"Hei darimana kalian mendapat aura membunuh sekecil ini, apa dari membunuh ayam hahaha". ejek Wu Tian tertawa, sepuluh orang itu kembali merasakan amarah yang meluap luap.
"Sungguh bocah yang berani, cukup hanya dengan aku saja, kau akan habis". ucap salah satu yang terlihat masih muda.
"Hahaha, sudah kubilang kalau hanya dengan kalian saja tidak akan bisa menanganiku, mari aku tunjukan apa itu aura membunuh yang sebenarnya"ucap Wu Tian dengan senyum mengerikan.
SWOSH!!!
Tiba tiba aura merah darah sedikit gelap keluar dari tubuh Wu Tian, sontak suasana sekitar yang awalnya tertutupi aura membunuh sepuluh orang di depan dan belakang Wu Tian, kini semua aura membunuh mereka lenyap, digantikan dengan aura membunuh Wu Tian yang berwarna merah darah sedikit gelap, suasana yang awalnya mencekam kini semakin mencekam.
glug!
Meskipun di di kehidupan yang sekarang Wu Tian tidak pernah membunuh seseorang, tapi dengan ingatan kehidupan sebelumnya, Wu Tian dapat memencarkan niat aura membunuh, perlu diketahui kalau aura membunuh adalah aura yang didapat seseorang karena telah membunuh makhluk hidup, setelah membunuh makhluk hidup maka akan terkumpul sebuah aura berwarna merah, semakin banyak orang yang orang itu bunuh maka semakin gelap aura membunuhnya.
Aura membunuh adalah salah satu aura terlarang di alam semesta, karena cara mendapat aura membunuh yang harus membunuh makhluk hidup, aura membunuh juga tidak akan hilang dari seseorang karena telah terikat dengan jiwanya, sama seperti Wu Tian, dengan bergabungnya jiwa dari kehidupan masa lalunya, aura membunuh dari kehidupan sebelumnya nya juga masih ada, dapat dilihat dari aura merah darah sedikit gelap nya kalau di kehidupan sebelum nya Wu Tian telah membunuh banyak.
Tapi itu semua wajar karena memang aturan dunia kultivator yang keras dan kejam, siapa yang kuat akan berkuasa, sedangkan yang lemah tidak akan bisa apa apa, memang sungguh kejam tapi memang itu kenyataan dari dunia kultivator.
"Sial aku tidak percaya kalau kita tidak bisa mengalahkan nya kalau bekerja sama, ayo serang bersama sama". ucap seorang pria setengah baya menatap yang lain, semuanya saling memandang dan menagguk.
__ADS_1
"Begini baru benar, ayo maju kalian secara bersamaan, aku tidak punya waktu banyak untuk meladeni kalian.
"Sombong, maju!". teriak pria paruh baya, sepuluh orang langsung melesat menyerang Wu Tian, orang pertama maju adalah pria paling muda dengan tinjunya, tapi Wu Tian dengan santai menghindar kesamping, yang lain datang dan Wu Tian masih santai, rata rata kultivasi sepuluh orang itu ada di penguatan tubuh *6-*9, dengan si pria paruh baya paling tinggi di pengumpulan energi *1 sama dengan Wu Tian, 5 menit menyerang bersama sama tapi Wu Tian tamak tenang, melihat itu salah sati wanita paruh baya mengeluarkan sebilah belatai yang dilumuri racun, wanita itu langsung melesat dan mengarahkan belatinya.
Saat belati wanita itu akan mengenai Wu Tian, dengan pergerakan mulus Wu Tian segera bergerak kesamping, Wu Tian meraih tangan wanita paruh baya dan membelokkan arah pisau kebelakang.
Jleb!
Pisau yang di bawa wanita paruh baya langsung menancap di perutnya sendiri, darah keluar dari berutnya bersama racun yang langsung menyebar, wanita itu menatap tajam ke arah Wu Tian tanpa bisa bicara dan langsung terjatuh, dengan belati beracunnya, wanita paruh baya mati.
"Istriku, semuanya gunakan teknik, senjata atau apapun untuk membunuh nya". teriak pria paruh baya meraung marah, mereka langsung mengeluarkan senjata yang merka sembunyikan, ada yang menggunakan pedang, belati, pedang lembut, cambuk, sarung tngan dengan ujung duri.
"Serang bersama sama!, hari ini dia harus mati". teriak pria paruh baya mengangkat pedangnya, dia sudah tidak memperdulikan harta yang di bawa Wu Tian, kemarahannya sudah melonjak dengan kematian istrinya, sekali lagi sembilan orang tersisa melesat menyerang Wu Tian.
"Sudah lama aku tidak merasakan kesenangan saat dikepung, kalau begitu jangan cepat mati ya". ucap Wu Tian melepaskan tas yang selalu dia pegang di pinggiran.
Drt! drt!
peir muncul ditangan Wu Tian membungkus tangannya, dengan senyuman nya yang lebar Wu Tian langsung melesat melawan sembilan orang yang tampak terkejut melihat tangan Wu Tian.
...****************...
Hai semua, sudah lama nunggu kelanjutan ceritanya?, maaf saya lagi mencari refrensi dan memperbaiki beberapa kata agar lebih nyaman dibaca, saya masih belum terbiasa bagaimana menggambarkan adegan saat pertarungan, jadi mohon sarannya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, share, dan kalau bisa tipsnya hehehe๐๐๐
SEMOGA TERHIBUR