
Saat ini, Wu Tian dan yang lain nya sudah sampai di rumah Yang Hao. Wu Tian duduk di sebuah sofa dengan Guang Yun disamping nya, Yang Hao duduk dengan Yang Ran disamping nya.
Saat itu, Yang Hao memulai berbicara dengan sangat sopan."Terima kasih atas kemurahan hati Tuan, saya juga minta maaf untuk Nyonya muda Wu. Padahal saya sudah membuat orang yang melakukan hal buruk kepada anda, saya benar benar minta maaf, Pak Tua ini berhutang nyawa kepada kalian". Ucap Yang Hao dengan diakhiri berdiri dan menunduk, Yang Ran linglung sejenak, setelah itu ikut menunduk ke Wu Tian.
Blus!~
Ada oven yang meledak di kepala Guang Yun, wajah nya sangat merah, ada asap keluar dari kepala nya, ditambah Wu Tian yang hanya diam tidak mengiyakan atau membantah.
Wu Tian sedikit mengangkat sudut bibir nya, dia menghargai sikap mereka. Yang Hao, dihadapi oleh pilihan kesembuhan nya, dan keselamatan keturunan teman nya, dia malah memilih keselamatan keturunan teman nya.
Yang Ran, untuk kesembuhan kakek nya rela mempertaruhkan apapun, bahkan menjadi budak pun dia sanggupi, dia sudah menekan arogansi nya sebagai seorang nona muda yang dihargai banyak orang.
Wu Tian bangkit dari duduk nya, langsung membantu kedua orang itu untuk tegap, lalu berbicara."Sudahlah, aku menghargai sikap setia kawan mu itu, tapi aku ingatkan kalau itu terakhir kali nya kau membela orang yang salah. Yang Ran, kau memang sangat menyayangi kakek mu dan sangat berbakti pada nya, tapi jangan dengan mudah mengorbankan diri mu sendiri untuk itu".
Yang Hao dan Yang Ran terpana, saat ini mereka melihat Wu Tian dengan tatapan kagum. Yang Hao, ada senyum cerah di bibir nya, dia benar benar tak menyangka kalau Wu Tian yang semua itu akan sangat dewasa, kata kata sederhana yang keluar dari nya seakan akan sebuah nasehat seorang yang sudah menjalani banyak kepahitan dunia, tapi bisa bertahan dan tetap dalam prinsip.
Saat ini Guang Yun menekan perasaan nya dan berdiri, walaupun begitu wajah nya masih merah meski sudah tidak semerah tadi. Guang Yun mendekat ke Yang Ran dan menggandeng nya, lalu berbicara."Wu Tian benar, kejadian yang sudah berlaly, lagian tidak ada sesuatu hal yang buruk terjadi. Dan juga Yang Ran, sebagai sesama perempuan, aku mengerti bagaimana rasa kekhawatiran mu, aku juga punya seorang nenek yang sangat aku sayangi, tapi dengan kau mengorbankan dirimu, apakah kau ingin melihat kakek mu merasa bersalah? apakah kau ingin kakek mu akan menjadi lebih buruk karena keputusan mu?".
Begitu kata kata ini keluar, air mata Yang Ran tidak bisa terbendung lagi, dia langsung memeluk Guang Yun. Guang Yun mengerti perasaan Yang Ran, dia dengan tulus membalas pelukan Yang Ran, Guang Yun dengan lihai menenangkan Yang Ran.
Di samping, Yang Hao merasakan perasaan sedih dan senang secara bersamaan, karena hampir saja karena diri nya, Cucu nya akan mengorbankan diri nya untuk nya.
__ADS_1
Wu Tian hanya diam, tapi hati nya merasakan sedikit hangat melihat momen itu, saat bersamaan merasakan kerinduan akan orang tua nya, tapi Wu Tian bisa menutupi semua perasaan itu, wajah nya hanya ada sedikit senyum yang sulit dilihat. Guang Yun saat ini memperhatikan ekspresi Wu Tian itu, walau sulit melihat senyum itu, Guang Yun bisa merasakan perasaan kerinduan Wu Tian, walaupun hanya mengetahui sedikit, tapi sedikit banyak mengerti akan cerita kehidupan Wu Tian.
Beberapa saat kemudian, Yang Ran melepas pelukan nya, menusap sudut mata nya yang tampak ada bekas air mata, Yang Ran tersenyum ke Guang Yuan."Terima kasih". Ucap Yang Ran tulus, perasaan dalam hati nya sudah cukup lega.
"Sama sama". Balas Guang Yun dengan senyum.
Yang Ran melirik Guang Yun, lalu Wu Tian secara bergantian, ada perasaan cemburu dan iri dalam hati nya, kedua pasangan ini sangatlah cocok dan serasi, itu tak terbantahkan. Segera Yang Rao menggelengkan kepala, meskipun ada cemburu dan iri, dia hanya busa menekan perasaan nya dan menguburnya dalam dalam.
Saat itu, mereka kembali duduk di tempat semula, mereka sedikit akrab setelah kejadian tadi, dan dengan paksaan akhir nya mereka memanggil nama Wu Tian dan Guang Yun dengan nama asli, walaupun masih sedikit ragu untuk memanggil begitu.
"Baiklah kita kembali ke hal utama, untuk menyembuhkan cedera dalam Yang Lao". Ucap Wu Tian, dibalas anggukan semua orang.
"Tidak perlu, sekarang kau hanya perlu buka baju dan duduk dilantai". Balas Wu Tian.
"Kalau begitu... Ran'er, bawa Nyo-Guang Yun untuk berkeliling". Ucap Yang Hao, ditanggapi anggukan Yang Ran, langsung menggandeng lengan Guang Yun.
"Ayo, biar aku anak berkeliling".Lalu mereka berdua melangkah pergi. Yang Hao langsung membuka baju nya, lalu duduk di bawah lantai dengan posisi bersila, Wu Tian duduk di belakang Yang Hao.
"Rilekskan tubuh mu, jangan melawan saat aura masuk ke tubuh mu, dan ini akan sedikit sakit". Ucap Wu Tian.
"Baik". Balas Yang Hao.
__ADS_1
"Aku mulai". Saat setelah itu, Wu Tian mengangkat tangan kanan nya, dengan semua jari ditutup kecuali dua jari telunjuk dan tengah, ada cahaya keemasan di jari nya. Saat berikut nya, dengan gerakan cepat dan tepat, Wu Tian menotok titik titik ditubuh Yang Hao. Tubuh Yang Hao sedikit gemetar, dia merasakan sebuah aura masuk ke tubuh nya, dimana jari Wu Tian menotok titik titik akupuntur di tubuh, semakin banyak aura yang masuk dan menyebar ke seluruh tubuh.
"Grh...". Ada geraman pelan dari Yang Hao, aura yang masuk ke tubuh nya terasa seperti menggedor gedor tubuh nya, apalagi didaerah yang pernah terluka. Keringat keluar dari pelipis nya, walupun Wu Tian mengatakan sedikit sakit, tapi tidak menuangkan akan sesakit itu.
Saat itu semua titik sudah dialiri aura, dan sudah menyebar ke seluruh tubuh, saat ini bukan ganya jari telunjuk dan tengah, Wu Tian membuka telapak tangan dan sinar emas menjadi lebih lebih cerah, aura yang ada ditanagn nya semakin kuat." Tahanlah, ini proses terakhir". Ucap Wu Tian, Yang Hao tidak bisa membalas dan hanya menaggguk. Setelah itu, dengan sekali jalan melayangkan tapak nya ke tubuh Yang Hao.
Tap! Huk!
Dengan bersentuh nya tangan Wu Tian dan kulit Yang Hao, aura ditubuh Yang Hao melonjak ke satu titik, langsung mengalir secara cepat dan beriringan ke atas melalui mulut, dan seteguk darah hitam keluar dari mulut Yang Hao.
"Khuk..!khuk...!". Yang Hao terbatuk batuk, setelah beberapa saat mengatur nafas nya, melirik ke darah hitam dengan senyum di bibir nya. Yang Hao sedikit menggerakkan tubuh nya, dia bisa merasakan kalau dia menjadi lebih nyaman, bekas luka nya sudah tidak bisa ia rasakan.
Yang Hao tidak lupa karena kesenangan nya, dengan penuh syukur berbicara ke Wu Tian.". Wu Tian, terima kasih! aku tidak bisa mengucapkan nya dengan kata kata, kamu adalah penyelamat hidup ku, selama itu ada dalam kemampuan ku dan tidak untuk hal buruk, apapun keinginan mu pasti akan aku penuhi". Ucap Yang Hao.
...****************...
Hai semua, baru baru ini lagi pusing mikirin akan lanjut kuliah atau kursus, hadeh...memilih itu berat, apalagi ditambah masalah biaya.
Jangan lupa like, komen, share, vote, dan kalau busa tips nya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR
__ADS_1