MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
111.Tidak lama lagi


__ADS_3

Saat itu, disebuah ruangan di mansion keluarga Wang. Wang Qifeng duduk di sofa dan didepan nya ada seorang laki-laki dengan tubuh kekar dan wajah nya tampak sangar, serta ada aura khusus yang terpancar dari tubuh nya, tampak berumur pertengahan 30 tahun.


"Jadi, ada hal besar apa sampai sampai keluarga Wang mengundang ku kesini?". Tanya laki laki itu melihat ke Wang Qifeng, ada seringai kecil di sudut bibir nya, nama nya adalah Zhao Li.


"Pasti kau sudah tahu, beberapa hari yang lalu putra sulung ku sudah dibunuh oleh seseorang!". Jawab Wang Qifeng dengan mata tajam dan tangan nya dia genggam sampai setes darah keluar dari telapak tangan nya.


"Oh?! aku ada di kota lain saat mendengar desas desus ten tang itu, tidak aku harapkan ternyata itu memang benar. Lebih mengagetkan nya lagi, setelah kwjadian itu keluarga Wang tidak menangani masalah ini, dan apa tujuan Tuan Wang mengundang ku kesini?". Tanya Zhao Li dengan serangai yang belum hilang.


"Zhao Li, aku mengundang mu kesini adalah karena masalah ini. Aku ingin kau membunuh orang yang membunuh putra pertama ku!". Jawab Wang Qifeng dengan mata nya yang memerah, lalu menodorkan sebuah hp yang di layar nya terpampang wajah seorang pemuda tampan, yang tidak lain adalah Wu Tian.


Zhao Li mengambil nya, dan melihat orang di foto. Alis Zhao Li mengerut, tampak terkejut dengan orang di foto."Ternyata seorang anak yang umur nya belum dua puluh tahunan?!". Setelah nya Zhao Li menoleh ke Wang Qifeng, kembali bertanya.


"Apa latar belakang anak muda ini, sampai sampai keluarga Wang tidak berani untuk bertindak?".


"Bukan tidak berani! tapi saat ini ada masalah dengan pergerakkan keluarga besar lain. beberapa hari ini keluarga Jiang dan keluarga Lan seperti merencanakan sesuatu, dan juga sebenar nya Mo Xie dari keluarga Mo juga terlibat dalam kematian putraku, tapi dia hanya mendapat beberapa luka saja. Aku curiga ada konspirasi dari tiga keluarga lain nya dalam masalah ini!". Jelas Wang Qifeng.


Zhao Li mengagguk angguk, mendengar itu semua dia semua nya masuk akal. Zhao Li mengerta kebenaran empat keluarga besar, walupun terlihat akur dan damai, tapi sebenar nya selalu ada persaingan antara empat keluarga besar, tapi persaingan itu ada dalam bidang usaha ataupun keuangan, dan itu semua memang normal. Namun begitu ada sedikit perubahan dalam persaingan itu, naka akan menimbulkang hasil yang besar, ditambah saat ini tiga keluarga besar lain seperti bekerja sama untuk menjatuhkan keluarga Wang nya, Wang Qifeng harus selalu siaga.


Zhao Li mengibas ngibas hp yang ada foto Wu Tian, kembali bertanya. "Kalau begitu, bukankan anak muda ini memiliki latar belakang yang kuat, sampai membuat tiga keluarga lain bertindak langsung?".


Mendengar itu Wang Qifeng menggelengkan kepala, langsung menjawab. "Tidak, aku sudah mencari tahu Segal sesuatu tentang pelaku pembunuh putraku ini, dan aku menemukan kalau dia hanya seseorang yang biasa biasa saja. Orang ini pasti hanya dimanfaat kan oleh tiga keluarga lain, untuk membuka perang melawan keluarga Wang ku!".

__ADS_1


"Owh... tapi meski begitu, kau akan tetap ingin membunuh anak ini?". Tanya Zhao Li.


"Siapapun dia, tapi dia tetaplah orang yang membunuh putraku, maka dia harus mati!". Ucap tegas Wang Qifeng.


"Baiklah, tapi karena ini bersangkutan dengan tiga keluarga besar lain, harga nya harus lebih tinggi". Ucap Zhao Li dengan seringai memberikan tanda.


Wang Qifeng menggerakkan gigi, tapi setelah nya menjawab dengan tegas. "Tidak masalah, asalkan orang ini mati". Setelah nya merogoh kantong nya, mengeluarkan sebuah kartu yang mana merupakan kartu bank.


"Ini uang muka nya, sisanya akan kuberikan setelah kau selesai membunuh orang itu". Ucap Wang Qifeng.


"Sepakat". Zhao Li langsung mengambil uanga itu, dan berjabat tangan dengan Wang Qifeng dan pergi.


Wang Qifeng yang sendirian, langsung menghantam meja kaca tebal didepan nya.


meja itu pecah, padahal itu terbuah dari kaca padat khusus dan itu juga tebal.


"Sialan! lihat saja kalian, aku akan membalas semua nya ribuan kali lipat!". Wang Qifeng meraung keras, meluapkan amarah nya.


Sementara ditempat lain. Wu Tian dan Guang Yun terjun ke lubang, lubang itu gelap dan semakin bawah akan terasa semakin dingin dan mengerikan, setelah beberapa saat terjatuh dari ketinggian, mereka akhir nya menampakkan kaki nya di sebuah permukaan. Dengan mengangkat tangan kanan nya, muncul lingkaran array kecil di atas telapak tangan nya, dan tiba tiba muncul api di dari rune itu. Dengan ada nya api, keadaan sekitar sudah lumayan dapat terlihat, walau hanya pada jangkauan 1 meter dari Wu Tian.


"Tempat apa ini, ini seperti berada di sebuah dunia lain". Ucap Guang Yun melangkah kedepan untuk memperhatikan sekitar.

__ADS_1


Krk~!


Beberapa langkah kedepan, Guang Yun merasakan menginjak sesuatu yang menimbulkang suara patah. Begitu menunduk dan melihat hal yang diinjak nya, wajah Guang Yun memutih, dengan secepat kilat berlari dan langsung memeluk Wu Tian dengan erat.


"T-t-tulang, itu tulang asli kan?!". Ucap Guang Yun dengan tubuh gemetar ketakutan, membenamkan wajah nya ke dada Wu Tian.


"Tenang tenang, jangan takut, ada aku disini". Ucap Wu Tian menenangkan, mengelus puncak kepala Guang Yun dengan lembut. Namun, Guang Yun masih gemetar ketakutan di pelukan Wu Tian, dengan sabar dan penuh perhatian Wu Tian mengelus kepala Guang Yun. Sampai Guang Yun cukup tenang dan tidak gemetar lagi, tapi dia masih memeluk Wu Tian.


"Guang Yun, itu hanya sebuah tulang yang sudah lapuk. Ingat, jalan seorang kultivator itu adalah jalan yang keras dan kejam, hanya dengan kau takut karena hal ini, kau tidak akan bisa berkembang". Ucap Wu Tian kepada Guang Yun.


Guang Yun terdiam, tapi dalam lubuk hati nya merasa takut dan khawatir, ketakutan itu jauh lebih mengerikan dari tulang itu, dan kekhawatiran itu sangat bergejolak di hati nya. Ketakutan itu adalah ketakutan kalau diri nya akan ditinggalkan, kekhawatiran kalau dia tidak bisa bersama orang yang dipeluk nya. Ketakutan dan kekhawatiran nya membuat ketakutan karena tulang langsung siran, dengan berani membuka mata dan melihat ke tulang yang diinjak nya barusan.


Wu Tian tersenyum, mengelus kepala Guang Yun dan berbicara dengan lembut. "Bagus, jadikan ketakutan itu sebagai kekuatan mu, dan jadi akan kekhawatiran mu menjadi semangat mu".


"Terima kasih". Ucap Guang Yun tersenyum, kali ini sikap nya agak berbeda dari biasa nya, wajah merah nya saat dekat dengan Wu Tian tidak semerah dulu, saat ini warna merah di pipi nya membuat dia semakin cantik.


"Ayo kita lanjutkan". Ucap Wu Tian, di balas anggukan Guang Yun. Melepas pelukan masing masing, tapi dengan erat Wu Tian menggenggam tangan Guang Yun, dan Guang Yun membalas menggenggam erat tangan Wu Tian.


...****************...


Hai semua, kemarin mepet banget kerjain tugas, ditambah saya kemarin melakukan hal konyol, flashdisk malah saya tinggalin di abang tempat print dong, adeh... untung balik.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, share, vote, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR


__ADS_2