MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
93.Wu Ling'er menjahili Guang Yun


__ADS_3

Setelah sedikit mengobrol, Wu Tian dan yang lain nya langsung masuk ke kamar masing masing. Sebelum nya, Guang Yun tidak melihat kamar yang akan di gunakan nya bersama Wu Ling'er, karena semua perabot dan kamar nya sudah dibersihkan oleh Wu Fei saat dia berlatih, sehingga kamar itu bisa dipakai langsung oleh Guang Yun.


Duduk di pinggiran kasur, Guang Yun menatap langit langit kamar nya, sebuah rasa hangat dan nyaman yang sudah hilang, kini kembali dia rasakan. Walaupun sudah menahan nya, air mata nya tidak bisa dibendung lagi, air jernih itu keluar dari matanya dan mengalir di pipi halus nya, itu bukanlah air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan.


Keluarga, itulah yang bisa dirasakan dari tatapan dan sikap Wu Tian dan lain nya dirumah ini, walaupun hanya kenal belum lama ini, tapi dia sudah merasakan suasana yang hanya pernah dia rasakan saat masih bersama nenek nya, 'Nenek, nenek tenang tenanglah disana, sekarang aku sudah tidak sendirian lagi disini, aku sudah menemukan orang orang yang menerima ku, bahkan mengaggapku seperti keluarga sendiri'.


'Dan juga, mungkin inilah perasaan yang nenek katakan dulu, perasaan yang akan kurasakan didekat seorang pria. Nek, didekat nya jantung ku berdetak lebih kencang, aku merasakan perasaan senang dan gugup saat bersamaan. Aku awal nya tidak percaya dengan kata kata nenek tentang perasaan ini, tapi sekarang aku tahu dan mengerti, inilah perasaan cinta yang nenek katakan'. Guang Yun tenggelam dalam perasaan nya, semua perasaan yang dia sembunyikan langsung meluap dan tidak bisa ditahan, Guang Yun hanya mengeluarkan nya dengan puas walau dalam hati nya, tapi baginya itu semua sudah cukup.


Tok! Tok! Tok!


Saat Guang Yun masih tenggelam dalam perasaan nya, terdengar ketokan dari pintu kamar nya, dngan cepat pikiran nya kembali dari perasaan mendalam.


"Kak Yun ini Ling'er, bolehkah Ling'er masuk?". Suara Wu Ling'er tiba tiba terdengar dari balik pintu kamar Guang Yun.


Menyadari kalau ada orang lain diluar, Guang Yun langsung menyeka air mata di wajah dan mengambil nafas menenangkan diri. Bangun dari kasur, Guang Yun langsung melangkah untuk membukakan pintu. Begitu pintu dibuka, terlihat didepan nya Wu Ling'er denga piyama merah muda berdiri disana.


"Ling'er, apakah ada sesuatu?". Tanya Guang Yun.


"Kak Yun, aku ingin malam ini tidur bersamamu disini, apakah boleh?" Jawab Wu Ling'er sebelum bertanya balik.


"Eh...?". Guang Yun tampak bingung mendengar permintaan Wu Ling'er.


"Apakah tidak boleh...?". Tanya Wu Ling'er lagi, kali ini dengan tatapan sedih nya.


"Eh, tentu saja boleh!". Jawab Guang Yun cepat setelah melihat tatapan sedih Wu Ling'er itu.

__ADS_1


"Asiik...! terima kasih kak Yun". Ucap Wu Ling'er melompat dan memeluk Guang Yun. Guang Yun tersenyum tulus, lalu kedua nya masuk ke dalam.


"Ling'er, apakah aku boleh meminjam satu baju mu?". Tanya Guang Yun tiba tiba.


"Ehm? untuk apa?".bukan nya menjawab, Wu Ling'er malah bertanya balik.


"Aku mau mandi, tetapi aku belum membawa pakaian lain untuk ganti, sedangkan yang ini sudah kotor". Jawab Guang Yun.


"Hm... bukan nya aku tidak mau, tapi ukuran pakain ku kecil, mungkin tidak akan muat dengan kakak". Ucap Wu Ling'er dengan telunjuk mengetuk pipi nya. Guang Yun mengagguk angguk dan sudah pasrah untuk tidak mandi malam ini.


"Oh iya, sekarang Kak Yun mandi saja, aku akan mengambil baju yang muat untuk Kak Yun". Ucap Wu Ling'er riba tiba. Lalu Wu Ling'er keluar, sedangkan Guang Yun tanpa curiga dan bertanya apapun, langsung ke kamar mandi dan langsung mandi.


Setelah mandi, Guang Yun keluar hanya dengan memakai handuk putih menutupi tubuh nya. Sungguh terlihat menawan, butiran air sisa mandi masih tersisa di tubuh nya, wajah nya yang lebih cerah dan segar dari sebelum nya, dengan tubuh langsing ditutupi handuk, dan kaki mulus nya yang terekspos, rambut nya sudah dua keringkan dengan pengering rambut, hanya satu kata untuk menggambarkan nya 'Cantik'.


"Kak Yun, kau sangat cantik". Wu Ling'er mengacungkan jempol, membuat Guang Yun tersenyum.


"Disana". Jawab Wu Ling'er menunjuk ujung kasur, yang disana ada sebuah baju kaos putih dan celana hitam pendek.


"Terima kasih". Ucap Guang Yun mengambil pakaian itu, Wu Ling'er menjawab dengan senyum. Langsing saja, Guang Yun kembali ke kamar mandi untuk memaki pakaian nya.


Beberapa saat kembali berlalu, dengan pelan pintu kamar mandi terbuka, dari dalam keluar Guang Yun yang sudah berganti pakaian. Tapi ada sesuatu yang terlihat salah, walaupun memakai celana hitam pendek, tapi celana itu tidak terlihat karena tertutup baju kaos putih yang kebesaran, dan Guang Yun bisa mencium sebuah aroma maskulin dari baju itu yang membuat pipi nya memerah, sebuah pemikiran terlintas di kepala nya.


~Baju kaos atau baju kaus sih? coba komen


"Wah kak, ternyata cocok". Ucap Wu Ling'er mengacungkan kedua jempol nya.

__ADS_1


"Ling'er, pakaian siapa ini? tidak mungkin ini milik mu kan?". Tanya Guang Yun, bagaiman mungkin baju yang bahkan kebesaran untuk nya itu milik Wu Ling'er, mungkin biasanya memang ada yang suka memakai baju kaos kebesaran, tapi tidak sebesar ini.


"Kalau celana itu punyaku, tapi baju kaos itu punya kakak". Ucap Wu Ling'er dengan polos nya.


Blush!


Sebuah asap keluar dari kepala Guang Yun dengan wajah benar benar merah, dia memang curiga karena baju itu terlalu besar dan tercium aroma maskulin, mana mungkin baju itu milik Wu Ling'er bukan?, tapi Guang Yun tidak mau berspekulasi sendiri, dan ingin memastikan nya. Dan ternyata, itu milik Wu Tian.


"Ada apa kak?, apakah kakak sakit?". Tanya Wu Ling'er tidak mengerti dengan sikap Guang Yun, memegang dahi Guang Yun untuk memastikan suhu badan Guang Yun.


"T-tidak apa apa, ayo tidur sudah sangat larut. selamat malam". Dengan cepat, Guang Yun mengelak dan langsung tidur disebelah Wu Ling'er, membelakangi Wu Ling'er dengan menutupi wajah nya.


"Baiklah, selamat malam". Ucap Wu Ling'er mematikan jam tangan dan lampu kamar.


'I-ini baju Wu Tian'. Cuma Guang Yun dlam hati, walaupun merasa malu, tapi dia dapat merasakan perasaan menyenangkan dengan mencium aroma maskulin, dengan perasaan senang dan gugup yang bercampur aduk, Guang Yun langsung menutup mata untuk tidur.


Sedangkan di balik nya, Wu Ling'er menahan tawa dengan menutup mulut nya, dia sebenar nya sengaja menjahili Guang Yun, tanpa persetujuan Wu Tian yang sedang mandi, Wu Ling'er diam diam mengambil baju Wu Tian. Tapi, sebenar nya Wu Tian menyadari nya, tapi hanya diam.


'Kakak, aku tahu kau dan kak Yun saling mencintai, aku juga sangat setuju dengan hubungan kalian, tenang saja aku akan membantu, hehehe...'. Gumam Wu Ling'er dalam hati, setelah nya menutup ata dan mulai tertidur.


Sedangkan saat ini, seluruh Chuzhou dan bahkan wilayah sekitar sedang gempar, karena kematian tuan muda salah satu dari empat keluarga besar Chuzhou.


...****************...


Hai semua, mungkin ada salah paham tentang novel baru yang saya maksud, itu cuma masih rencana, saya masih akan fokus novel ini dulu sampai tamat.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, share, vote, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR


__ADS_2