
Yang Hao tidak bisa menutup kebahagian nya, dulu Yang Hao adalah seseorang yang dengan gagah berani bertempur sebagai tentara, dia berusaha mati matian berjuang sampai dia telah mendapat posisi yang tinggi dalam militer. Tapi semua kejayaan itu terhenti setelah dia mendapat sebuah luka yang parah dalam sebuah pertempuran, walaupun sudah disembuhkan namun ada luka dalam yang tidak bisa disembuhkan, semenjak itu Yang Hao kehilangan kekuatan nya, bahkan sering sakit sakitan, sehingga membuat nya harus berhenti dari militer.
Tidak disangka, luka yang sudah membuat nya menderita selama ini, sekarang sudah benar benar pulih, bahkan Yang Hao bisa merasakan kalau tubuh nya lebih kuat, itu karena selain darah yang tetsumbat akibat luka lama nya sudah sembuh, tapi juga peradaran darah dan aura di tubuh nya menjadi semakin lancar. Dalam hati nya, Yang Hao berjanji pada diri nya sendiri tidak akan pernah melupakan Wu Fian yang menyembuhkan nya, dan dia juga berharap Wu Tian menerima niat baik nya.
Dan harapan itu datang secara langsung, karena Wu Tian langsung berbucara untuk meminta sesuatu kepada nya."Karena Yang Lao berkata seperti itu, maka aku tidak akan sungkan, sebenar nya aku menginginkan sesuatu dari mu".
Yang Hao tersenyum cerah, dia dengan cepat berbicara."Tentu saja, katakan apa yang bisa kamu butuhkan dari ku".
Wu Tian sedikit mengagguk, langsung mengungkapkan keinginan nya."Sebenar nya aku akan membuat sebuah perusahaan, perusahaan ini akan bergerak di bidang farmasi dan obat obatan, Paman Jiang dan Paman Lan serta Wu Lao juga bergabung dengan bisnis ini. Semua persiapan sudah selesai, hanya satu hal yang belum diselesaikan". Wu Tian sengaja menjeda kata kata nya.
Yang Hao menjadi tertarik, membenarkan posisi duduk nya dan langsung bertanya.
"Kalau tidak salah menebak, hal inilah yang kau butuhkan dari ku, jadi apa yang belum diselesaikan itu?".
"Apa yang aku butuhkan adalah sebuah gedung, dan dari yang aku ketahui Yang Lao punya sebuah gedung di pusat kota, jadi aku bermaksud untuk membeli gedung itu".Jelas Wu Tian.
Senyum Yang Hai sedikit membeku, walupun berharap Wu Tian meminta sesuatu dari nya, tapi tidak berharap kalau Wu tian akan meminta hal yang tidak dia duga, dengan ragu Yang Hao kembali bertanya."Bukan nya aku tidak mau, tapi apakah kamu tahu tentang gedung itu?".
"Iya, aku tahu". Jawab Wu Tian.
"Hah...kalau kau tahu, kenapa kau masih menginginkan nya, asal kan aku beritahu saja sekarang, sebenar nya aku sudah dari dulu ingin menjual nya, tapi selalu ada kejadian yang membuat gedung itu tidak jadi dibeli, bahkan ada yang terkena penyakit jiwa karena nya. Aku takut... itu tidak akan berguna untuk mu". Ucap Yang Hoi mengungkapkan maksud nya.
__ADS_1
"Yang Lao, ketahuilah bahwa apapun yang aku ingin lakukan, aku akan mempunyai solusi nya. Jadi, aku berharap kalau Yang Lao akan menjual gedung itu kepada ku". Ucap Wu Tian dengan percaya diri.
"Tapi...". Yang Hao ingin kembali mengatakan sesuatu, sungguh di tidak enak kalau memberikan gedung itu, tapi melihan tatapan Wu Tian yang kepercayaan diri yang tak tergoyahkan, Yang Hao hanya bisa menghela nafas, lalu berbicara".Karena kau benr benar menginginkan nya, maka aku tidak akan mengatakan apa apa lagi, tapu jika kau berubah pikiran katakan saja".
"Terima kasih, jadi katakan saja berapa harga gedung nya". Ucap Wu Tian.
Tapi segera, Yang Hao melambai lambai tangan nya."Bagaiman mungkin, kau telah mengobati luka dalam yang selama ini menjadi penderitaan ku, jadi bagaimana bisa aku mengambil uang mu. Gedung itu aku berikan pada mu, pak tua ini berharap keinginan nya di terima".
Wu Tian tidak langsung menjawab, tidak lama setelah nya menjawab."Baiklah kalau memang begitu, dengan senang hati aku akan menerima nya".
"Terima kasih". Ucap Yang Hao dengan senyum, tapi Wu Tian bisa melihat kalau Yang Hao tampak ingin mengatakan sesuatu, tapi Yang Hao seperti ragu untuk mengatakan nya.
"Ada apa, katakan saja". Ucap Wu Tian langsung.
"Maaf terlebih dahulu, kalau boleh tahu apakah aku boleh...itu...".Yang Hao berkata dengan pikiran rumit. Sebenar nya Yang Hao tertarik dengan bisnis Wu Tian, tapi mengingat ada orang yang disebut Wu Lao oleh Wu Tian, meskipun tidak benar benar tahu siapa yang dimaksud, seseorang terbesit di pikiran nya yang membuat nya khawatir dan takut.
"Jika Yang Lao ingin bergabung ke bisnis ini, maka kita perlu membicarakan dengan yang lain nya terlebih dahulu, dan untuk Yang Lao bisa bergabung atau tidak, itu keputusan bersama". Ucap Wu Tian mengerti maksud Yang Hao.
Senyum terukir kembali dari bibir Yang Hao, dia benar benar ingin bergabung di perusahaan yang akan di buat Wu Tian, Yang Hao optimis dengan masa depan perusahaan yang akan didirikan Wu Tian, jika dia bergabung maka keuntungan yang besar sudah terjamin. Tentu dia juga mengerti apa maksud Wu Tian, semua nya harus di bicarakan bersama sama, dan Yang Hao tentu menerima itu.
Setelah nya Guang Yun dan Yang Ran datang, Yang Ran sangat senang mengetahui kakek nya sudah sembuh, sehingga aur mata tidak bisa ditahan nya. Setelah mengibrol beberapa saat Wu Tian dan Guang Yun langsung pamit, walau Yang Hao menawarkan agar menunggu untuk makam malam bersama, tapi Wu Tian menolak dan mengatakan akan mengunjungi gedung.
__ADS_1
Setelah Wu Tian dan Guang Yun sudah tidak terlihat, kini hanya ada Yang Hao dan Yang Ran di depan pintu.
"Kakek, apa yang Wu Tian inginkan dari kakek?". Tanya Yang Ran.
"Gedung milik kakek yang ada di pusat kota". Jawab Yang Hao.
Yang Ran tercengang, tentu dia tahu gedung di pusat kita yang dimiliki oleh kakek nya."Gedung yang itu?! Kenapa dia menginginkan gedung yang itu? Apakah dia tidak tahu cerita tentang gedung itu? Apa kakek tidak memberitahu nya?". Ucap Yang Ran mengungkapkan banyak pertanyaan.
"Dia tahu,walupun kakek sudah memperingati nya, tapi dia tetap bersikeras menginginkan gedung itu, dan dia mengatakan kalau dia memiliki solusi untuk itu". Jawab Yang Hao, lalu Yang Hao berbalik ke dalam rumah, Yang Ran mengikuti setelah nya.
Ditempat lain
Wu Tian mengendarai mobil nya ke pusat kota, ini membuat Guang Yun bingung karena seperti nya mereka tidak akan pulang, sehingga Guang Yun tidak bisa menahan untuk bertanya.
"Kita mau kemana? ini bukan nya jalan ke pusat kota?".
"Memang, aku mau lihat gedung untuk perusahaan yang akan kudirikan". Jawab Wu Tian.
...****************...
Hai semua, tidak terasa ini adalah hari terakhir di tahun ini, semoga tahun depan akan lebih baik dari tahun ini dan sebelum nya, singkat nya "Yang terbaik untuk kita semua!".
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, share, vite, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR