MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
86.Ketegasan Wu Tian


__ADS_3

"Wu Tian, tangan mu berdarah karena peluru tadi, harus cepat di obati". Guang Yun memegang tangan Wu Tian, merasa khawatir karena telapak tangan Wu Tian berdarah.


"Tidak apa apa, hanya berdarah karena tergores". Ucap Wu Tian tersenyum ke Guang Yun.


"Tidak ada tapi tapian, jelas jelas tadi kau terkena peluru, harus diobati kalau tidak nanti bisa infeksi". Ucap Guang Yun tegas.


"Ran'er, tolong ambilkan kotak perawatan darurat". pinta Yang Hao kepada Yang Ran.


"Ah- Baik". Balas Yang Ran, lalu berlari keluar. Mo Xie mendekat ke depan Wu Tian, tapi Mo Wei menundukkan kepala nya dengan perasaan takut.


'Gawat, kalau sesuatu terjadi kepada Wu Tian ini, bisa bisa nya ada orang bodoh di anggota keluarga Mo yang mencari masalah, ditambah itu keturunan ku langsung lagi'. Gumam Mo Wei dalam hati sambil mendekati Wu Tian, berjarak dua meter Dari Wu Tian, Mo Wei berhenti.


"Tuan muda, tolong maafkan kesalahan ku karena telah lalai mendidik keturunan". Mo Wei menunduk kan badan nya sampai 90 derajat di depan Wu Tian.


"Kakek, kenapa kakek malah meminta maaf kepada orang yang-". Keluhan Mo Xie terpotong oleh tamparan keras dari Mo Wei.


Plak!


"Diam kau sialan, tidak kusangka aku memiliki keturunan seburuk dirimu!". Bentak Mo Wei marah, sedangkan Mo Xie diam memegang pipi nya yang bercap tangan merah. Mo Wei dengan khawatir sedikit mengintip melihat reaksi Wu Tian, tapi dia melihat kalau Wu Tian menatap datar ke arah nya.


"Siapa yang sudah memprovokasi, apalagi beniat buruk saja kepada orang ku, maka tidak ada kata ampun!". Suara dingin dan penuh niat membunuh yang dingin dari Wu Tian, seperti jarum yang menusuk nusuk tubuh semua yang ada di sana, kecuali Guang Yun yang pipi nya memerah.


'D-dia bilang... o-orang ku, berarti... dia... menganggap ku... kya...'. detak jantung Guang Yun menjadi tak beraturan mendengar pernyataan Wu Tian, pipi nya merah dan ada asap keluar di kepala nya, tapi Guang Yun masih memegang tangan Wu Tian, tapi menunduk karena malu.


"Ayah... ini...". Mo Kai menatap Mo Wei dengan penuh harap. Melihat bagaimana sikap ayah nya kepada Wu Tian, dia sedikit tahu kalau Wu Tian adalah seseorang yang tidak mereka bisa singgung, sehingga dia mengutuk perbuatan anak nya yang sudah menyinggung pemuda itu, tapi bagaimanapun anak tetaplah anak, darah nya mengalir di tubuh Mo Xie.


"Tuan muda, tolong beri kesempatan sekali lagi kepada nya, apapun yang tuan muda minta kepada saya, selama apa yang tuan muda minta bisa saya lakukan, saya pasti akan mematuhi nya". Ucap Mo Wei memohon dengan sungguh sungguh.


"Sudah kukatakan, orang yang memprovokasi atau berniat buruk kepada orang ku, tidak ada kata ampun!". Ucap Wu Tian dengan nada datar dan dingin. Mo Xie dan Wang Feng langsung mematung, tubuh mereka tidak bisa bergerak bahkan hanya sedikit.


"Tuan muda, saya mohon agar anda maafkan mereka". Yang Hao maju dan membungkuk ke Wu Tian.


"Oh... apakah kau juga mau ikut ikutan?". tanya Tian dingin.


"Tidak! tidak! tentu saja orang tua ini tidak berani tuan muda, tapi pak tua Mo adalah teman baik saya, saya tidak tega jika sesuatu terjadi pada keturunan nya, ditambah pak tua Mo dan keluarga Mo sudah berjasa besar bagi kemiliteran dan keamanan negara". Jawab Yang Hao cepat, tapi Wu Tian tidak perduli dengan yang dikatakan Yang Hao.Yang Hao sudah akan pasrah dengan ini, tapi saat melihat Guang Yun yang seperti punya hubungan dekat dengan Wu Tian, terbesit sebuah ide.


"Nona muda, saya mohon maafkan dua pemuda ini, dan tolong minta tuan muda untuk memaafkan mereka jug". Pinta Yang Hao kepada Guang Yun. Guang Yun menoleh sedikit ke wajah Wu Tian yang memasang wajah datar.

__ADS_1


"Apa yang ingin dilakukan Wu Tian, jika dia ingin memaafkan atau tidak, aku akan mengikuti apa pun keputusan nya". ucap Guang Yun yakin.


Tiba tiba Yang Ran datang dengan sebuah kotak ditangan nya, dengan cepat mendekati Wu Tian, Yang Ran membuka kotak dan ingin mengambil alkohol, tapi Guang Yun lebih dulu mengambil nya, lalu mengoleskan nya ke tangan Wu Tian sampai darah bersih di telapak tangan Wu Tian, lalu mengambil obat merah, kaaps dan perban, dengan lihai mengobati dan menutup telapak tangan Wu Tian dengan perban.


Melihat bagaimana perlakuan Guang Yun ke Wu Tian, serta bagaimana Wu Tian menatap Guang Yun, tatapan itu berbeda dari tatapan nya kepada orang lain, itu tatapan uang memancarkan kehangatan dan kasih sayang, sangat berbeda pada tatapan nya kepada orang lain yang terlihat datar dan dingin. Entah kenapa, hati Yang Ran terasa sakit melihat kedekatan Guang Yun dan Wu Tian, itu adalah rasa sakit yang tak pernah muncul selama ini, tapi sekarang muncul karena kedekatan Wu Tian dan Guang Yun.


"Pak tua Yang Hao, aku akan memberikan mu dua pilihan, kamu ingin menyelamatkan Mo Xie yang keturunan teman baikmu, atau aku menyembuhkan penyakit lama mu?". Ucap Wu Tian, masih dengan wajah datar.


?!


Mendengar itu, pikiran Yang Hao menjadi sangat berat, satu sisi keturunan teman baik nya, satu sisi lain untuk diri nya sendiri, Yang Hao menjadi bimbang. Mo Wei hanya diam, tapi dia juga ikut pusing, dia ingin keturunan nya selamat, tapi dia juga ingin Yang Hao sembuh.


"Ini...". Yang Ran yang baru datang juga terkejut, dia sangat ingin kakek nya sembuh dari penyakit lama nya, tapi dia sangat mengerti sifat kakek nya itu.


"Hah... aku memilih menyelamatkan Mo Xie" jawab Yang Hao.


"Kakek...". Yang Ran menatap sedih kakek nya, dan Yang Hao hanya tersenyum.


"Oh... apa alasan nya?". tanya Wu Tian.


"Mo Wei pernah menyelamatkan Yang Ran yang ingin dibunuh oleh musuh ku dulu, dia juga membantuku melenyapkan musuh ku itu, jadi aku berhutang pada nya". Jawab Yang Hao jujur.


"Jangan, apakah kau tidak mengenal siapa aku ini, aku Wang Feng tuan muda dari empat keluarga besar Chuzhou, keluarga Wang. Ayah ku dan keluarga Wang tidak akan memaafkan m-". Wang Feng menjadi panik, tapi kemudian.


Dor!


Wu Tian menekan pelatuk pistol, dan peluru langsung melewati dahi Wang Feng, sehingga dahi Wang Feng berlubang, langsung terjatuh dan mengalir darah dari dahi nya. Tapi Wu Tian tidak berhenti disana, dia mengarahkan pistol ke Mo Xie.


Dor! Dor! Dor!


"Argh!".Mo Xie berteriak karena tiga tembakan peluru itu ternyata mengenai dua lutut dan satu tangan Mo Xie yang belum kenapa napa, Mo Xie langsung jatu, hal ini membuat semua nya terkejut.


"Tuan muda, bukankah saya memilih menyelamatkan Mo Xie?". Tanya Yang Hao.


"Apakah aku bilang tidak akan memberi nya pelajaran?". Tanya balik Wu Tian.


Diam~

__ADS_1


Tidak ada yang membantah kata kata Wu Tian, mereka merasa ngeri dengan tindakan tegas Wu Tian.


"Ayo pergi". Wu Tian melangkah pergi dengan memegang tangan Guang Yun, tapi segera Yang Ran memberanikan diri untuk menghentikan nya.


"Tolong tunggu!". Ucap Yang Ran.


"Apa?". Tanya datar Wu Tian, Yang Ran merasa sedih karena nada bicara Wu Tian kepada nya, tapi Yang Ran sadar kalau perasaan nya tidak akan terbalaskan.


"Aku mohon, aku dengan sangat kepadamu agar menyembuhkan kakek, apapun yang kau inginkan dariku, aku akan menerima semua itu tanpa mempertanyakan nya, bahkan aku akan menjadi budak mu jika perlu". Ucap Yang Ran dan langsung berlutut.


"Ran'er...". Yang Hao sedih melihat tindakan Yang Ran, dia merasa bersalah kepada cucu nya itu.


"Aku tidak butuh". Jawab singkat Wu Tian, lalu kembali melangkah pergi.


"Hiks... hiks... aku mohon". Yang Ran masih berlutut dengan tangisan nya tak terbendung lagi, tapi Wu Tian tak menghiraukan dan tetap melangkah keluar. Saat sampai di pintu, Wu Tian berhenti.


"Tapi karena melihat sifat kakek mu dan permohonan darimu, besok datanglah ke rumah ku". Ucap Wu Tian, kemudian kembali berjalan pergi bersama Guang Yun, Jiang Yi mengikuti dari belakang, Yang Hao langsung memeluk Yang Ran yang berlutut.


"Setelah ini, keluarga Mo harus diperbaiki!". Ucap tegas Mo Xie kepada Mo Kai dan Mo Xie, kedua nya hanya bisa mengagguk.


Pintu Lift terbuka, di dalam ada Wu Ling'er dan Lan Zhengyi, begitu melihat Wu Tian dan Guang Yun yang berjalan ke arah nya, Wu Ling'er berlari dan langsung memeluk Guang Yun.


Guang Yun tersenyum hangat mendapat pelukan dari Wu Ling'er, dengan tulus membalas pelukan itu dengan satu tangan, begitupun dengan Wu Tian senang melihat kedekatan Guang Yun dan adik nya, beberapa saat Wu Ling'er melepas pelukan itu.


"Kak Yun tidak apa apa kan, tidak hal buruk terjadi pada kak Yun kan?". Tanya khawatir Wu Ling'er.


"Kak Yun tidak apa apa, untung tadi Wu Tian datang tepat waktu". Guang Yun menoleh ke wajah tampan Wu Tian yang tersenyum kepada nya. Wu Ling'er menoleh ke Wu Tian, tapi tidak sengaja pandangan nya melihat Wu Tian dan Guang Yun berpegangan tangan.


"Hm... Kak Yun, atau haruskah aku memanggil mu kakak ipar?". Tanya Wu Ling'er menggoda Guang Yun.


"A-apa yang kau katakan, kenapa kau mengatakan itu?". wajah Guang Yun langsing merah, hari ini entah berapa kali wajah nya memerah karena malu.


"Sudah ayo pulang". Wu Tian mengalihkan pembicaraan, lalu mereka masuk lift bersama Lan Zhengyi dan Jiang Yi, di dalam lift Wu Ling'er meminta Guang Yun menceritakan apa yang terjadi, jadi Guang Yun menceritakan semua nya.


...****************...


Hai semua, karena ide saya lagi fresh dan sedang lancar, jadi saya bisa up lebih cepat, dan semoga kalian suka.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, share, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR


__ADS_2