
Semua orang menjadi linglung atas pernyataan Wu Tian. Tidak ada yang berfikir kalau Wu Tian akan menolak barang berharga dari kepala keluarga Mo, dan malah menyatakan kalau Mo Xie lah yang memiliki nya.
Tatapan semua orang langsung terpusat ke Mo Xie, bahkan Mo Wei dan Mo Kai tidak bisa tidak menoleh ke Mo Xie, sangat terkejut kalau dialah yang memiliki barang yang di inginkan Wu Tian.
"Aaaa...". Mendapat tatapan dari semua orang, Mo Xie merasa bingung dan terkejut.
Jangankan orang lain, dia sendiri tidak tahu apa barang berharga apa yang dia miliki, sampai Wu Tian meninginkan nya.
"Brat, kenapa kau diam saja?! cepat berikan barang yang diinginkan tuan muda Wu!". Mo Wei berseru tidak sabar, takut kalau Wu Tian akan marah kalau tidak cepat menyerahkan apa yang diinginkan Wu Tian.
"Tapi...". Mo Xie juga berkeringat dingin, merasakan krisis yang menimpa nya. Tapi masalah nya dia benar benar bingung, tidak tahu apa yang dimaksud Wu Tian.
"Nak, serahkanlah itu". Mo Kai juga tampak cemas, sangat khawatir karena Mo Xie yang hanya diam saja.
"Tapi masalah nya aku tidak tahu benda apa itu!". Akhir nya Mo Xie menyatakan kebingungan nya, tidak tahan tekanan dan ditambah desakan kakek dan ayah nya.
Mo Wei dan Mo Kai terdiam, tidak bisa bicara lagi. Perlahan mereka menoleh ke Wu Tian, menemukan kalau ekspresi Wu Tian tidak berubah sama sekali, tapi ini membuat mereka semakin merasakan krisis.
"Ini... kami tidak keberatan jika kami memiliki sesuatu dan anda meninginkan nya, tapi benda apa itu?". Mo Wei dengan hati hati menanyakan, takut menyinggung perasaan Wu Tian.
"Biar aku sendiri yang mengambil nya". Begitu suara Wu Tian keluar, tiba tiba tubuh Wu Tian berkedip dan tubuh nya langsung hilang. Saat itu juga Wu Tian muncul setengah meter di depan Mo Xie.
'Sangat cepat', pikir Mo Xie, dia tersentak kaget dengan kemunculan Wu Tian. Bahkan yang lain menjadi linglung sebentar.
__ADS_1
Namun Wu Tian tidak memedulikan nya, tangan nya membentuk garis lurus dengan telunjuk dan jari tengah nya melesat diarahkan ke kepala Mo Xie.
"Tuan...". Ekspresi Mo Wei dan Mo Kai menjadi getir, sangat terkejut dengan tindakan Wu Tian.
Tap!
Gerakan Wu Tian terlalu cepat, tidak banyak reaksi dari orang lain dan kedua jari nya sudah menyentuh dahi Mo Xie.
"Uh...". Mo Kai memalingkan wajah nya, tidak berani melihat apa yang akan terjadi pada putranya.
Mata Mo Wei menjadi sayu, merasa kalau ini adalah akhir dari cucu nya. Walupun Mo Xie sudah membuat kesalah besar, bahkan sampai mengancam seluruh keluarga, tapi tetap saja darah lebih kental dari pada air. Sebagaimanapun Mo Xie, dia tetaplah keturunan nya, darah daging nya mengalir di tubuh Mo Xie, bohong kalau dia tidak merasa sedih. Dan untuk melawan? lupakan, sosok didepan nya bukanlah seseorang yang bisa dia sentuh, dia tidak mampu.
Tapi ternyata apa yang mereka pikirkan tidak terjadi, pikiran buruk kalau kepala Mo Xie akan hancur tidak terjadi. Jari Tangan Wu Tian hanya menyentuh dahi Mo Xie, dan kepala Mo Xie masih utuh.
Mo Xie yang menutup mata nya karena takut heran, Mo Xie sendiri sudah berfikir kalau dia akan mati, tapi tidak ada yang terjadi. Dengan memberanikan diri, Mo Xie perlahan membuka mata dan menemukan WunTian hanya menyentuh dahi nya.
Tapi saat itu wajah Wu Tian serius, dari tangan nya ada cahaya putih samar. Dengan teliti Wu Tian mengedarkan kesadaran nya, langsung menembus kesadaran Mo Xie.
"Arg...". Geraman rendah keluar dari mulut Mo Xie, dia merasakan ada jarum yang menembus kepala nya, jiwa nya bergetar seolah merasa ada kesadaran yang memasuki jiwa nya dan beredar disana.
Manusia terdiri dari tiga komponen, yaitu "Tubuh", "Jiwa", dan "Roh". Tiga komponen menyusun entitas manusia, tiga komponen saling terjalin dengan serasi dan timbal balik. Selain "Tubuh" yang merupakan komponen terlihat, dua komponen lain nya merupakan komponen tak terlihat.
"Roh" adalah sebuah keberadaan misterius, itu merupakan perwujudan dari kehidupan mahluk hidup.
__ADS_1
"Jiwa" adalah hal yang mengontrol pikiran mahluk hidup, dan jiwa tersembunyi dalam diri mahluk hidup. Namun Wu Tian sekarang tengah menelusuri jiwa Mo Xie, Jiwa milik Wu Tian lebih kuat dari Mo Xie, ini membuat nya mampu menembus ke dalam jiwa Mo Xie.
Sama dengan "Teknik Pencarian Jiwa", yang dimana itu juga menulusuri memori yang ada di Jiwa seseorang. Tapi bedanya sekarang Wu Tian tidak melakukan itu, Jiwa nya sekrang berenang dalam wilayah Jiwa yang misterius milik Mo Xie, itu terus berenang semakin dalam ke Jiwa Mo Xie.
"Aarrrggghhh...!!!". Semakin dalam Wu Tian mencari, Mo Xie merasakan rasa sakit yang semakin menjadi jadi, itu bukan hanya seperti sebuah jarum lagi, tapi ribuan jarum yang menusuk otak nya.
"Xie'er". Mo Kai meratap sedih, dia juga merasa kesakitan melihat teriakan dan ekspresi menyedihkan Mo Xie. Tapi dia masih diam dan hanya melihat, tidak berani untuk melakukan apapun
"Ini... apa yang terjadi sebenar nya? Apa yang dilakukan tuan muda Tian?". Ada banyak pertanyaan di benak Mo Wei, merasa sangat terheran heran, padahal Wu Tian hanya meletakkan jari nya di dahi Mo Xie, tapi Mo Xie berteriak kesakitan seperti itu.
"Tenanglah saudara Wei, cucu mu pasti akan baik baik saja". Yang Hao mendekati Mo Wei dan berusaha menenangkan, berusaha agar Mo Wei tidak terlalu tertekan. Tapi tidak berbeda jauh dari yang lain, dia juga sesungguhnya merasa bingung.
"Terima kasih saudara Hao". Ucap tulus Mo Wei, dia benar benar merasa berhutang terimakasih yang besar dari sahabat nya, Yang Hao sudah membantu nya menyelamatkan nyawa cucu nya, dia tidak bisa mengungkapkan seberapa besar rasa terima kasih nya.
Disamping Yang Hao, dengan mata penasaran Yang Ran menatap Wu Tian, sosok pemuda itu sudah sangat misterius, tapi sekarang dia sadar kalau pemuda itu benar benar tidak terbaca. Ada sebuah perasaan aneh di hati nya, itu membuat nya semakin ingin mengetahui siapa Wu Tian, tapi melirik di sebuah sudut dimana Guang Yun berada, perasaan iri tidak bisa ia sembunyikan.
Sedangkan orang orang dipihak Wu Tian hanya memerhatikan, atau lebih tepat nya sedang belajar peragaan langsung. Tentu mereka sudah tahu apa yang dilakukan Wu Tian, sebab Wu Tian pernah menjelaskan tentang ini ke mereka, mereka hanya tidak tahu apa yang Wu Tian inginkan.
"Siapa yang begitu berani!!!". Tiba tiba sebuah suara aneh terdengar keras, suara itu terdengar sangat mengerikan, bukan seorang manusia melainkan iblis yang mengerikan.
...****************...
Hai semua, sudah lama ya belum up. Yah saya cuma bisa minta maaf, nggak tahu saya benar benar merasa agak malas ngarang nya. Mungkin karena lagi suka sama genre lain, jadi sering lupa juga kosa kata.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, share, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR