
Kediaman keluarga Mo
Disebuah ruangan yang luas, Mo Wei duduk di sebuah sofa utama, disamping kiri kanan ada para tetua keluarga, Mo Wei saat ini menghadap kedepan ke keturunan nya, dan semua anggota keluarga Mo didepan nya.
Mo Wei tidak berbicara dan tidak ada ekspresi di wajah tua nya, tapi semua diruangan itu bisa merasakan ketegangan dalam kesunyian itu, bahkan para tetua tidak berani untuk berbicara saat ini. Beberapa saat keheningan berlanjut, sampai suara Mo Wei menghapus kesunyian itu."Pertemuan kali ini, kalian mungkin tahu apa yang akan kita bahas".
Mendengar suara itu, sontak semua langsung mengagguk. Melihat itu, Mo Wei kembali berbicara, tapi pandangan nya tertuju ke sosok Mo Xie yang terlihat menyedihkan dengan beberapa bagian tubuh diperban, dan Mo Xie selalu menunduk dengan garis garis hitam di wajah nya.
"Beberapa hati yang lalu, seorang dari keluarga ku hampir mengancam keberadaan keluarga Mo Ku dan itu dua kali, dan lebih hebat nya lagi salah satu nya adalah keturunan dari keluarga Mo ku, bahkan itu juga garis keturunan langsung ku, sudah hampir membuat keluarga Mo yang sudah aku bangun susah payah, hancur!". Ucap Mo Wei dengan penekanan di kata kata nya.
Semua orang terdiam, semua merasakan perasaan getir mendengar nya, mungkin jika orang lain yang mengatakan itu, mereka akan marah dan menghabisi nya, tapi dengan kalimat Mo Wei, mereka tidak bisa merasa takut. Keluarga Mo, Keluarga mereka yang sangat terpandang, siapa yang berani menjelekkan, bahkan hanya sedikit saja, apalagi orang yang mengatakan akan menghancurkan keluarga mereka, walau memang ada pihak yang bisa, tapi sudah dengan hati hati menghindari pihak itu bahkan selalu memperingati setiap anggota.
Tapi ternyata sehati hati nya mereka, tetap saja mereka telah menyinggung pihak yang mereka hindari, dan kali ini mereka menendang plat besi secara dua kali, lebih lebih plat besi ini adalah plat besi yang sangat tebal, setiap anggota keluarga Mo tidak bisa tidak merasa takut. Satu hari yang lalu, orang yang diutus oleh Mo Xie di pelelangan, dan orang itu juga diketahui menyinggung orang yang sama dengan Mo Xie, Mo Wei dengan marah langsung memerintahkan untuk langsung memenggal kepala nya.
Mo Xie, hatinya sudah sudah akan keluar dari tubuh nya saat ini, sikap arogan dan selalu memandang rendah orang lain saat ini sudah hilang. Mo Xie saat ini hanya bisa menunduk, dia tidak menyangka kalau dia sudah menyinggung seseorang yang tidak terduga, Mo Xie sudah pasrah akan nasib nya.
Mo Wei kembali berbicara."Dan lebih menyedihkan lagi, sahabat perjuangan ku Yang Hao, harus memohon agar keluarga Mo Ku tidak jatuh, sedangkan dia mengorbankan kemungkinan untuk dia sembuh". Mo Wei berbicara dengan suara yang dalam, dia sungguh berterima kasih dan minta maaf atas sahabat nya itu, didalam hati dia bersumpah untuk membalas kebaikan Yang Hao.
"Mo Xie, mulai sekarang kau akan bergabung dengan dengar, pergi ke perbatasan dan renungkan kesalahan mu!". Perintah Mo Wei dengan tegas. Sontak itu membuat lonjakan di hati setiap orang, apalagi Mo Kai dan seorang wanita di samping nya, yang merupakan ibu Mo Xie.
__ADS_1
"Ayah, bagaimana kamu bisa mengirim Xie'er ke perbatasan, tidak apa apa untuk mengirim nya ke militer, tapi kenapa harus ke perbatasan". Wanita itu lansung menghampiri Mo Xie dan memeluk nya, mata nya berkaca kaca.
Perbatasan, seperti yang diketahui adalah sebuah wilayah batas dari satu daerah dengan daerah lain nya, tapi berbicara tentang perbatasan sebuah negara, itu dijaga oleh militer negara, walaupun satu negara dan negara lain terlihat damai, tapi ada hal hal tertentu yang mengakibatkan di perbatasan setiap tahun nya terjadi peperangan yang mematikan, dan seriap orang tahu seberapa besar kemungkinan nyawa hilang disana.
Mo Wei menghadapi sikap asli seorang ibu, hati nya tidak bisa tidak tergerak, tapi itu hanya sesaat dan setelah nya dia tidak tergoyahkan, dengan suara tegas berbicara. "Li'er, sikap mu yang selalu memanjakan nya itu membuat dia menjadi seperti itu, aku tidak akan membatalkan keputusan ku!".
Mei Li, ibu Mo Xie tampak akan menangis saat itu juga, Mei Li langsung menatap suami nya yaitu Mo Kai, pandangan nya seperti meminta agar Mo Kai memohon ke Mo Wei agar anak nya tidak di kirim ke perbatasan. Mo Kai terdiam, sebagai seorang ayah dia tentu merasa khawatir, tapi dia tidak mungkin bisa mengubah keputusan ayah nya jika sudah menentukan, Mo Kai menghindari tatapan Mei Li ,'Li'er, Xie'er, maaf'. gumam Mo Kai dalam hati.
"Suami~". Mei Li sudah tidak bisa menahan air mata nya, air mata sudah mengalis melepaskan perasaan seorang ibu. Saat itu, tangan Mo Xie bergerak, menghapus air mata ibu nya
"Ibu tidak apa, aku akan mematuhi perintah kakek, dan aku pasti akan kembali". Ucap Mo Xie dengan senyum tipis, Mei Li bukan nya berhenti menangis, malah air mata nya semakin banyak. Mo Kai menghampiri mereka dan langsung memeluk istri dan anak nya itu
"Mulai sekarang, semua keluarga Mo harus bertindak hati hati, jangan dengan seenak nya menyinggung seseorang!". Perintah Mo Wei dengan mata menyapu setiap orang.
"Baik". Balas semua orang di ruangan.
"Kamu begitu semua orang bubur, Mo Kai dan pada tetua tetap disini". Perintah Mo Wei. Setelah salam, semua orang pergi meninggalkan Mo Wei dengan Mo Kai dan pada tetua
"Aky berniat untuk memberikan beberapa harta keluarga sebagai kompensasi Tuan muda Wu". Ucap Mo Wei langsung.
__ADS_1
Sontak setiap orang tercengang, mereka sangat tahu aoa yang dimaksud Mo Wei. Saat seorang tetua ingin berbicara, Mo Wei langsung menyela.
"Beberapa harta ini sebanding dengan memperbaiki pandangan Tuan Muda Wu kepada keluarga Mo". Ucap Mo Wei, semua terdiam, setelah beberapa saat berfikir mereka semua hanya bisa mengagguk setuju.
"Kalau begitu segera kemas setiap harta di berangkat bawah tanah, besok kita ke kediaman Tuan Muda Wu, biar dia memilih sendiri". Ucap Mo Wei, dengan sigap mereka langsung melaksanakan perintah itu.
Setelah hari itu, ada perubahan yang terjadi kepada keluarga Mo, perubahan yang akan membuat mereka semakin baik.
Sementara itu, Wu Tian dan Guang Yun sudah ada didepan pintu masuk gedung, dengan aura tidak mengenalkan semakin kuat bisa dirasakan daripada di gerbang.
"Bau darah". Ucap Wu Tian pelan.
...****************...
Hai semua, terimakasih atas semua respon dan dukungan nya, semoga kita semua tetap semangat menjalani hari hari, yang terbaik untuk kita semua.
Jangan lupa like, komen, share, vote dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR
__ADS_1