
Mobil hitam yang menawan melesat di jalanan kota Chuzhou, dengan suara seperti hewan buas, mobil hitam yang dikendarai oleh Wu Tian dengan lancar melewati jalanan, walaupun kendaraan cukup banyak di jalanan, tapi saat mereka melihat dan mendengar raungan mobil milik Wu Tian, semua kendaraan menepi, para pejalan kaki tekagum kagum melihatnya bahkan tidak sedikit yang mengambil foto atau vidio, orang orang riuh hanya karena mobil itu.
"Woah, mobil yang keren aku baru melihat mobil seperti itu". ucap salah satu pejalan kaki.
"Aku penasaran siapa pemilik mobil itu, pasti sangat tampan dan hebat". ucap pejalan kaki lain nya.
"Kya...rahimku anget untuk pemilik mobil itu". para gadis gadis muda berkhayal untuk memiliki hubungan dengan nya.
"Itukan 'The Black Prince' dari New Era Automobile yang hanya ada 100 unit didunia, hanya orang hebat yang mampu memiliki nya, dan sungguh orang seperti itu sekarang ada di Chuzhou?". pejalan kaki yang mengenali mobil Wu Tian, terkagum melihatnya dan bukan hanya dia, yang lain nya juga semakin terkagum dan ingin mengenal pemilik mobil itu.
Di dalam mobil hitam
Awalnya Wu Tian sedikit tidak biasa dengan mobil nya, tapi beberapa saat dia sudah bisa menguasai nya dengan sangat lancar.
"Mobil yang bagus, walaupun mobil ini adalah mobil super car, tapi mobil ini sangat nyaman pantas menjadi salah satu mobil ternama". ucap Wu Tian dengan senyum.
"Ling'er, mulai saat ini kakak akan memberikan mu semua yang sebelum nya tidak bisa kakak berikan, sekarang uang bukan masalah dan jika ada yang menyinggung mu, maka orang itu tidak akan bisa lolos". ucap Wu Tian dan kembali fokus memacu mobil nya ke arah sekolah Wu Ling'er.
Sekitar 20 menit kemudian Wu Tian sudah sampai di depan gerbang, perjalanan nya lancar karena mobil yang lain memberi nya jalan, ditambah kemampuan mengemudi Wu Tian sudah meningkat, bagaimanapun di seorang kultivator yang sudah terbiasa belajar dan menghafal teknik teknik, jadi belajar mengemudi adalah hal mudah bagi nya.
Wu Fian datang tepat saat para murid keluar dari gerbang, dan sama seperti di jalanan sebelum nya, banyak yang menatap mobil hitam itu dengan kekaguman, mengambil foto dan vidio.
Didalam mobil, Wu Tian mengetuk ngetik jam tangan hitam nya untuk menghubungi Wu Ling'er, sebelum nya Wu Tian sudah memindahkan chip di hp nya ke jam baru milik nya, Wu Tian menekan nama Wu Ling'er dan menyambungkan nya.
"Halo kakak ada apa, aku sekarang baru mau pulang". ucap Wu Ling'er dari balik panggilan.
"Iya kakak tahu, ini juga mau kasih tahu kalau kakak datang jemput Ling'er, sekrang udah di depan gerbang". balas Wu Tian.
"Jadi begitu, tunggu sebentar Ling'er lagi ngemas tas, lima menit Ling'er keluar". ucap Ling'er yang terdengar sedang membereskan barang ke dalam tas.
"Iya kakak tunggu di depan gerbang". Wu Tian lalu mematikan panggilan nya.
Lima menit kemudian
__ADS_1
Drt! Drt! Drt!
Jam tangan Wu Tian bergetar, ternyata Wu Ling'er yang memanggil, Wu Tian langsung mengangkat nya.
"Kak, Ling'er sudah di depan gerbang tapi tidak lihat kakak, kakak dimana". ucap Wu Ling'er, mendengar itu Wu Tian menoleh ke arah gerbang dn disana dia melihat Wu Ling'er dengan seragam sekolah nya bersama dua perempuan berseragam sama.
"Kakak ada di mobil hitam depan Ling'er". ucap Wu Tian.
"jangan bercanda, mobil didepan Ling'er itu cuma ada mobil hitam yang sangat keren, uang dari mana kakak dapat membeli nya". balas Wu Ling'er sedikit kesal, dia kira kalau Wu Tian bercanda.
"Baiklah kalau tidak percaya, kakak keluar". sebelum nya Wu Tian tidak keluar karena khawatir murid atau orang akan mengerumuni nya, dan benar saja saat Wu Tian keluar para murid dan orang di sekitar yang menonton langsung berkerumun.
"Woh bukan hanya mobil nya yang keren, pemilik nya juga tampan". beberapa orang murid gadis memandang Wu Tian dengan kekaguman.
"Cih walaupun pria itu terlihat menyebalkan, tapi aku harus bilang dia memang pria yang keren". berbeda dengan para gadis, beberapa laki laki memandang Wu Tian dengan iri.
Tanapa menghiraukan percakapan orang orang, Wu Tian menembus kerumunan itu dan berjalan ke arah Wu Ling'er yang tampak membuka mulut nya dengan lebar, bahkan saat Wu Tian sampai di dekat nya mulut nya masih terbuka.
"Bagaiman, sekarang sudah percaya bukan?". Wu Tian bertanya dan menjitak dahi Wu Ling'er.
"Lagian bengung gitu, satu ember lalat juga masuk tuh ke mulut". ejek Wu Tian.
"Ih... kakak nyebelin". Wu Ling'er mengembungkan pipi nya dan menatap ke arah lain.
"Sudah jangan ngambek, ayo pulang". tanpa lama lama, Wu Tian memegang tangan Wu Ling'er dan berjalan ke arah mobil.
"Kalian berdua, aku duluan ya sampai jumpa besok". Wu Ling'er menengok kebelakang ke arah kedua teman perempuan nya dan melambaikan tangan nya sambil berjalan mengikuti Wu Tian, Wu Tian berjalan dan membelah kerumunan kemudian keduanya masuk ke dalam mobil.
BROOM! BROOM! BROOM!
SWOOSH!
Dengan raungan khas nya dan pandangan kagum orang orang sekitar, mobil hitam melesat memasuki jalanan dan menjauh dari sekolah, setelah mobil hitam hilang dari pandangan, kedua teman perempuan Wu Ling'er saling menatap dengan mata terkejut tidak percaya.
__ADS_1
"Bukankan dia bilang kalau dia dari keluarga sederhana dan kakak nya juga hanya bekerja paruh waktu untuk mendapatuang, lalu sekarang?". salah satu perempuan dengan gaya Rambung pony tail bertanya bingung.
"Kau hanya sama aku, Lalau aku tanya sama siapa?". bukan menjawab perempuan dengan rambut sebahu malah bertanya balik.
"Hah... aku pusing kita pulang saja, besok saja tanya langsung". ucap si pony tail, si rambut pendek mengangguk dan keduanya langsung pergi.
....
Didalam mobil hitam
Wu Ling'er dengan mata berbinar menatap keseluruhan mobil, tampak sangat antusias dan penasaran.
"mobil yang keren, kakak dapet dari mana mobil ini?". tanya Wu Ling'er masih menatap keseluruhan mobil.
"Beberapa hari yang lalu dipasar, ada seorangblelaku tua yang hampir mati, kebetulan kakak disana dan menyelamatkan nya, setelah itu dia kasih kakak kartu bank dengan didalamnya ada uang yang banyak, iya jadinya kakak beli mobil ini". jawab Wu Tian singkat, dia tidak menjelaskan tentang masalah di pasar dan toko mobil saat membeli mobil tadi.
"Benar begitu, kakak tidak bohong kan atau jangan jangan...". Wu Linger menggantungkan kata katanya dan menatap Wu Tian dengan tatapan curiga.
"Ling'er pikir hal buruk apa tentang kakak". Wu Tian lalu dengan sebelah tangan menjitak dahi Wu Ling'er.
Tak!
"Aduh... jangan jitak dahiku lagi sakit tahu". Wu Ling'er mengelus dahi nya.
"Ling'er sih mikir nya yang macam macam tentang kakak, Ling'er sendiri kan tahu bagaimana kakak, jadi jangan mikir hal buruk gitu". ucap Wu Tian.
"Lagian mana ada yang percaya sama cerita kakak, dari kapan kakak bisa mengobati orang". ucap Wu Ling'er dengan mulut sedikit di monyongkan.
"Sudah sudah, kamu hanya perlu tahu kalau ini semua bukan dari uang yang tidak benar, jadi jangan terlalu dipikirkan". ucap Wu Tian, dan kembali fokus menyetir.
...****************...
Hai semua, saya lagi nyari motivasi buat cerita jadi tidak bisa rajin up, karena saya mikirin cerita itu saya mikirin giman agar pas sama alur yang saya rencanakan, jadi bukan mudah mikirin ceritanya, mohon permakluman nya.
__ADS_1
Jangan lupa, like, komen, share dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR