MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
74.Yang Hao dan cucunya Yang Ran


__ADS_3

"Kalau aku tidak salah, melihat caramu berjalan serta aura mu, aku menduga kalau belajar seni beladiri. Namaku adalah Yang Hao wanita muda ini cucuku Yang Ran serta pengawalku Xiong De, apakah boleh aku bertanya darimana dan siapa kau, dan juha siapa gurumu?". Tanya pria tua atau Yang Hao dengan sopan menangkuplan tangan.


"Aku hanyalah seorang kultivator, dan aku bukan lah murid dari suatu perguruan". Jawab Wuu Tian.


"Seorang kultivator?". ucap bingung Yang Hao.


"Kau pasti berbohong, kakek ku tidak akan salah menilai sesuatu" ucap Yang Ran dengan tidak senang.


"Hah...Aku memang hanya seorang kultivator, aku hanya tahu sedikit tentang teknik Qi, Mengayunkan senjata, bertarung, ataupun memukul batu sampai meledak bukanlah keahlianku". jawab Wu Tian.


~Cuma bisa ngebantai hehehe


"Walaupun kau tidak mengakuinya, cucuku juga berlatih seni bela diri, jadi kalian bisa berlatih dan belajar". ucap Yang Hao mengusulkan.


"Ayo, biarkan aku mengajari mu beberapa hal". Ucap wanita muda membuat kuda kuda bertarung.


"hah...". Wu Tian menghela nafas ' Sepertinya aku harus sedikit memperlihatkan kekuatanku' gumam Wu Tian dalam hati, sedikit gerakan tangan kanan nya membuat sehembus angin ke arah shelai daun, daun itu jatuh dan langsung terjepit oleh telunjuk dan ibu jari, dengan sedikit mengalirkan Qi, Wu Tian menyentil daun ke arah Yang Ran.


Swoosh!


"Gawat, Ran'er awas!". teriak Yang Hao khawatir.


Swoosh! Jleb!


Daun itu hanya menggores pipi yang beberapa helai rambut Yang Ran, setelah itu tertancap dalam ke sebuah batang pohon.


"Apa itu barusan? ini... darah?". Yang Ran membelalakkan nata dan mengelus pipinya yang sedikit tergores dan keluar setetes darah, lalau Yang Ran berbalik dan alangkah terkejutnya melihat sehelai daun yang tertancap dalam ke batang phon.


"Apa apaan! sehelai daun bisa berubah seperti pisau?!". ucap Yang Ran terkejut dan bingung.


"Fiuh... aku tidak menduga hanya berjalan jalan sedikit, tapi ternyata bisa melihat langsung teknik hebat seperti itu, didepan seorang master, aku dan cucuku telah lancang". ucap Yang Hao menangkupkan tangan dengan sopan dan penyesalan.


'Masih sangat muda, tapi sudah menjadi seorang master tersembunyi dengan kemampuan yang hebat'. gumam Yang Ran dalam hati.


'Pertama kalinya aku melihat daun bisa digunakan sebai senjata seperti itu, kejadian nya terlalu cepat, bahkan sampai aku tidak sempat mengeluarkan pistolku, sungguh mengerikan'. gumam Xiong De.

__ADS_1


"Kau hanya menggunakan sehelai daun, tapi bisa menggores pipiku dan bahkan tertancap dalam di pohon, bagaimana bisa?!". ucap Yang Ran masih tidak percaya.


"Itu hanya teknik penggunaan Qi, bukan hal yang hebat". jawab Wu Tian dengan santai.


"Itu mungkin hal bisa dan hanya sesuatu yang sepele bagi tuan, tapi kami itu hal yang luar biasa karena itu hanya bisa dilakukan oleh seorang master". ucap Yang Hao masih dengan kesopanan nya.


'Kakek sampai bebucara sopan begitu padanya?'. gumam Yang Ran bingung.


"Hm? hanya seorang master yang bisa melakukan hal itu?". tanya Wu Tian penasaran.


"Benar, seorang master seni beladiri melampaui manusia biasa, seorang master bisa melepas kekuatan internal dan dapat dengan mudah membunuh seseorang. Tuan adalah seorang master, apakah tidak tahu semua ini? ini adalah informasi dasar seni bela duri". jawab Yang Hao.


'Kekuatan internal ya? walaupun mirip tapi sangat berbeda dengan Qi'. gumam Wu Tian dalam hati.


"Aku tidak tahu semua itu karena aku hanya seorang kultivatir, tadi itu hanya teknik penggunaan Qi biasa, terserah kau mau percaya faupun tidak". ucap Wu Tian mengangkat kedua bahu nya.


"Kultivator?". gumam Yang Hao bingung.


'Apakah dia benar benar bukan seorang master seni bela diri, tapi dilihat dari kemampuan nya tadi dia sudah setara dengan seorang master, bahkan masih muda, cucuku masih belum menikah, andaikan saja master muda ini dengan cucuku...'. gumam Yang Hao di dalam hati.


"Namaku Wu Tian, kau juga bisa memanggilku Wu Yuanze, Yuanze adalah nama yang diberikan guruku, aku seorang pelajar di universitas Chuzhou". jawab Wu Tian.


'Wu Tian? Wu Yuanze? aku juga belajar di universitas Chuzhou, tapi tidak pernah mendengar nama nya, dengan kemampuan nya seharus nya dia menjadi seorang yang menonjol bukan?'. gumam Yang Ran dalam hati.


"Maaf kalau boleh tahu, dimana master anda tuan Wu?". tanya Yang Ran.


"Aku tidak tahu". Jawab Wu Tian, lalu memandang langit mengenang gurunya, tepat nya guru kehidupan masa lalunya.


'Andai aku bisa bertemu lagi dengan mu guru'. sebuah sesosok laki laki tergambar di hati Wu Tian, dia adalah orang yang menerima nya setelah dia ditinggal sendirian, dia adalah orang yang memberinya prinsip prinsip yang sudah hilang dalam hidup nya, seorang guru, ayah, seorang yang membuat nya merasakan kembali apa itu keluarga.


Urgh


Saat Wu Tian mengingat kembali gurunya, tiba tiba Yang Hao terjatuh memegang dadanya dan kehilangan kestabilan nya, dengan segera Yang Ran memegang kakek nya itu, Xiong De juga dengan sigap membantu Yang Hao agar tidak terjatuh.


"Kakek kenapa?". tanya Yang Ran panik.

__ADS_1


"Tuan, anda tidak apa aoa?". tanya Xiong De.


"Tidak apa apa, hanya penyakit lama yang kambuh". jawab Yang Hao.


"Kau terluka dalam, tapi terlalu memaksakan diri untuk berlatih, benar bukan?". tanya Wu Tian.


"Oh... ternyata anda bahkan bisa mengetahui hal itu, sungguh luar biasa". ucap Yang Hao berdiri dibantu Yang Ran dan Xiong De.


"Kau tahu hanya dengan melihat sekali, apakah kau juga bisa menyembuhkan nya?". tanya Yang Ran.


"Ran'er jangan tidak sopan begitu kepada tuan Wu". Ucap Yang Hao kepada Yang Ran.


"Mungkin aku bisa". jawab Wu Tian.


"Benarkah?!". Yang Ran langsung tampak gembira, Yang Hao dan Xiong De terkejut mendengar nya.


"I-ini... apakah anda benar benar bisa?". tanya Yang Hao memastikan.


"Iya aku bisa mencobanya, tapi mungkin nanti sore baru bisa". Jawab Wu Tian.


"Kakek, akhir nya ada harapan untuk menyembuhkan penyakit lama kakek". Yang Ran langsung memeluk kakek nya dengan mata berkaca kaca.


"Iya, terima kasih ruan Wu". ucap tulus Yang Hao.


"Jangan berterima kasih sekarang, ada yang perlu ku lakukan sekarang, ini kontak ku kirimkan saja alamat nya kesini, nanti aku datang". ucap Wu Tian, lalu saling bertukar kontak.


"Sampai jumapa nanti". ucap Wu Tian melambai pergi, Yang Ran dan Yang Hao yang dipapah Xiong De membalas membalaikan tangan.


...****************...


Hai semua, benar benar susah buat mikirin satu chapter, ini juga lagi MID jadi nambah susah nya, mungkin ada yang mikir ini mirip sama cerita master Chen, saya memang terinsfirasi dari sana, itu kesukaan saya tuh.


Jangan lupa like, komen, share dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR

__ADS_1


__ADS_2