
Semua tubuh Xiong De benar benar bergetar lemas dan ketakutan yang tidak bisa dartikan, dengan menguatkan dirinya, Xiong De berusaha menggerakkan bibir nya untuk berbicara.
"T-tuan...t-t-olong... tenanglah". walaupun hanya tiga kata yang pendek, tapi Xiong De memerlukan usaha yang keras untuk berbicara dengan tekanan dari Wu Tian. Xiong De benar benar ketakutan, padahal sebenar nya dia adalah salah satu anggota pasukan khusus, dia telah melalui banyak pertempuran dan perang, banyak nyawa melayang didepan nya baik musuh atau teman, itu semua suatu tekanan mental yang tidak akan bisa ditahan oleh orang biasa, tapi apa yang dirasakan nya saat ini benar benar berada di kengerian yang di luar nalar.
Mendengar suara Xiong De, pandangan Wu Tian menyapu ke seluruh orang yang kini bergidik ngeri, dengan sedikit helaan nafas pelan dari Wu Tian, semua tekanan langsung hilang dan kembali normal, tapi semua nya masih lemas ketakutan, semuanya sunyi tidak ada yang berani mengangkat kepala yang tertunduk melihat lantai.
" Tidak kusangka kau adalah orang yang dimaksud akan menghajarku, jadi apakah kita akan lanjutkan?". tanya santai Wu Tian kepada Xiong De.
"T-tuan anda bercanda, bagaimana aku yang bukan apa apa ini berani melawan anda, aku masih menginginkan kan nyawaku". jawab Xiong De cepat, 'aura nya saja sudah sekuat dan semendominasi begitu, bagaimana dengan melawan nya langsung, mungkin lima detik saja sudah cukup'. pikir Xiong De.
Xiong De lalu segera menoleh ke Xiong Gao, Ciong De benar benar marah dan kesal atas apa yang telah diperbuat adik nya itu, mungkin jika orang lain dia akan membantunya, tapi sekarang dia tidak mampu, dia hanya berharap Xiong Ge tidak dibunuh, karena bagaimanapun fia juga masih adik nya.
"Kau sialan, cepat berlutut dan minta maaf kepada tuan Wu". dengan keras Xiing Fe memukul kapala Ciong Gao dan menekan kepala nya ke lantai, sehingga berlutut.
"Maaf kan saya tuan Wu, saya punya matai tapi tidak melihat gunung Tai, saya benar benar minta maaf". Xiong De mengerti dengan merasakan tekanan serta ekspresi kakak nya, Wu Tian benar benar sesuatu yang tidak boleh disinggung, apalagi hanya gara gara beberapa uang sepele saja, ditambah apa yang dikatakan nya tadi membuat nya bergetar hebat.
"Hah... aku sudah bosan dengan semua kata kata itu, terlalu menganggap diri nya sendiri lebih tinggi dan orang lain rendah, tapi saat melawan orang yang lebih tingga, kau langsung meminta maaf". Wu Tian telah banyak menemukan hal seperti ini, yang kuat menekan yang lemah, yang kuat menyerah kepada yang lebih kuat, tapi Wu Tian tidak mempermasalah kan itu, menurut nya memang itu hidup ini berjalan.
Kau bisa melakukan nya jika memang punya kemampuan, tapi itu adalah hal konyol melakukan sesuatu, tapi tidak memiliki kemampuan untuk melakukan atau meraih nya, semua itu sudah menjadi hukum alam, untuk hidup setiap orang perlu ambisi, walaupun itu hanya sebuah ambisi kecil.
"Hah... sudahlah, kedepan nya aku tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi". ucap Wi Tian acuh.
"Terima kasih! terima kasih! anda dapat yakin kalau saya tidak akan mengulanginya lagi". dengan cepat Xiong Gao membentur benturkan kepala dilaintai, sampai di dahi nya keluar setitik darah.
__ADS_1
"Tapi tadi kau sudah melanggar peringatan ku dengan menunjuk ke arahku dengan suara kerasmu, kalau begitu akan kuberi pelajaran agar kau mengingat nya". mendengar kata kata Wu Tian itu, Xiong Gao yang baru lega, kembali merasa khawatir.
Eu Tian berjalan pelan ke arah Xiong Gao yang masih berlutut, lalu berjongkok untuk merendahkan tubuh nya sehingga sejajar dengan Ciong Ge.
Krak!
Tiba tiba suara renyah terdengar, itu adalah suara dari jari telunjuk Xiong Gao, kini telunjuk itu sudah terlihat melengkung kebelakang, lebih tepat nya dipatahkan ke arah belakang.
Hmrgh!
Xiing Gao ingin berteriak kesakitan, tapi karena kalau Wu Tian yang melakukan nya, sehingga Xiong Gao menutup mulut nya, menahan rasa sakit itu, Xiong De hanya diam menutup mata dan berpaling ke arah lain, dia merasa prihatin dengan adik nya, tapi tidak ada yang bisa dilakukan, untung saja Wu Tian tidak membunuh nya langsung, bahkan kalau Wu Tian membunuh nya, mungkin dia akan dendam dan marah, tapi tidak akan membalas karena tahu itu tidak akan berakhir baik.
"Bisa bayar dengan transfer?". tanya Wu Tian.
"Aku tidak bawa uang cash, jadi apa bisa bayar dengan transfer saja?". jawab Wu Tian dan kembali bertanya. Xiong De masih bingung, saat melihat selembar kertas di atas meja, dia baru mengerti.
"Anda bercanda tuan, tentu saja anda tidak perlu bayar, jika tuan ingin maka nanti tuan bisa datang lagi dan tentu semua gratis". jawab Ciong De dengan cepat.
"Ini usaha mu, dan kenapa aku tidak membayar tagihan nya, apa kau pikir aku orang yang tidak tahu malu yang tidak membayar?". ucap Wu Tian.
"Tapi...ah, baiklah kalau tuan berkata begitu". awal nya Ciong De ingin menolak, tapi melihat mata Wu Tian yang tajam, dia langsung menerima dengan buru buru.
drt...!
__ADS_1
Ponsel Xiong De bergetar, disana tertulis kalau saldo nya bertambah 1 juta, yaitu uang yang dikirim oleh Wu Tian.
"Xiing De, aku sekarang tidak melakukan apa apa, jadi bisa kita pergi ke Yang Lao sekarang?". tanya Wu Tian bangkit dari kursi nya.
"Ah... tentu saja, tuan Yang memang sedang menunggu anda datang kesana". jawab Xiong De, lalu Wu Tian dan Xiong De berjalan keluar dari restaurant itu. Setelah Wu Tian tidak terlihat lagi, semua nya bisa bernafas dengan lega, An Xin masih linglung dengan apa yang terjadi, sedangkan Lie Han merasakan firasat buruk akan menimpa nya.
Dan benar saja, dengan memegang jari telunjuk nya yang patah, Xiong Gao menatap tajam ke arah Lie Han dan dua teman nya.
"Hajar ketiga orang sialan ini, karena gara gara dia kita menjadi menyinggung orang yang salah!". teriak Xiong Gao, tanpa berkata apa apa semua penjaga langsung menghajar Lie Han dan dua teman nya, tapi ternyata bukan cuma penjaga, tapi pengunjung juga ikut mengepung dan langsung meninju atau menendang.
"Tolong jangan pukul".
"Ah jangan pukul wajah!".
"Ampun!".
Lie Han dan dua teman nya berteriak minta tolong, tapi tidak ada yang mendengar dan terus memukuli dan menendang.
...****************...
Hai semua, mau up kemarin tapi udah terlalu malam, ya... semoga suka dengan cerita nya.
Jangan lupa like, komen, share dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
__ADS_1
SEMIGA TERHIBUR