MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
98.Ikut kelas


__ADS_3

Berjalan berdua di Chuzhou Martial Atrs University, Wu Tian dan Guang Yun menjadi sasaran banyak pasang mata. Wu Tian dengan wajah tampan, bentuk tubuh yang ramping tapi berotot, rambut putih keperakkan serta mata biru nya, pandangan dan ekspresi nya yang datar membuat perasaan dingin kepada orang yang melihat nya, tapi itu memberikan aura khusus yang membuat orang tertarik.


Guang Yun dengan wajah cantik nya, bentuk tubuh menggoda yang masih tumbuh, rambut hitam panjanga dipadu pupil mata emas nya, berbeda dari Wu Tian, walaupun Guang Yun tanpa ekspresi, tapi terpancar aura yang hangat dan mempesona dari nya. Bahkan, banyak yang membicarakan mereka.


"Ada apa ini, apakah ada pembuatan film disini?". Tanya salah sorang laki laki.


"Sangat serasi!". Ucap seorang perempuan yang duduk di bangku dengan beberapa perempuan lain.


"Andai aku bisa jadi wanita itu...". Ucap perempuan lain yang duduk di bang ku jiga


"Hehehe apakah kalian tidak tahu? yang laki laki itu saudara kembarku". Ucal tba tiba seorang laki laki dengan percaya diri nya.


"Hei yang disana, bahkan orang buta saja bisa menhetahui kalau kalian sangat tidak mirip!". Bentak orang di sebrang nya.


"Siapa orang tak tahu malu ini, sudah dekil, bau, hidup lagi". Tambah orang lain.


"Hei hei hei kalai tidak percaya, lihatlah saat kami masih bayi". Lalu orang yang tak tahu malu itu memperlihat kan hp nya, yang disana ada gambar dua bayi kembar yang terlihat imut.


"Hoek..., aku mual mendengar nya membual saja, bagaimana mungkin bayi se imut itu adalah dia!". Ucap jijik seorang yang menutup mulut nya karena sudah muntah.


"Semua nya, kita laprkan saja orang tak tahu malu ini, karena sudah melakukan penipuan!". Ucap keras seseorang yang entah dari mana.


"Ya! laporkan!". Setelah itu banyak setuju dan langsung menelpon polisi, ada jiga yang menghalangi nya agar tidak kabur.


"Eh! tunggu! tolong tinggi sebentar! ak-aku hanya bercanda, jangan serius behitu-". Orang tak tahu malu mulai panik, mencoba menenangkan sebelum semua nya kembali meneriaki. Dan begitulah, si tak tahu malu berakhir dipenjara dengan tuduhan penipuan.


Kembali ke cerita


Kali ini Wu Tian dan Guang Yun sudah berjalan ke dalam sebuah bangunan gedung. Dari penjelasan Guang Yun bahwa ini adalah gedung untuk kelas teori, yang fokus dalam mengajarkan seperti kuliah biasa, tapi fokus nya tentang martial arts, sedangkan tempat pembelajaran teknik nya ada di gedung lain.

__ADS_1


Sama seperti diluar, orang sekitar memperhatikan mereka berdua, bahkan beberapa membicarakan mereka, tapi kedua nya diam dan melanjutkan berjalan. Sampai beberapa saat, mereka sampai ke salah satu ruang kelas, kelas itu sama seperti kelas pada umum nya, tapi yang membedakan adalah luas nya yang lebih besar dari ruang kelas biasanya, tempat bersih dengan papan putih besar di depan, serta banyak tempat duduk di belakang. Memasuki kelas, mata orang orang dikelas tertuju pada mereka.


Dari banyak orang yang menatap, ada beberapa seseorang yang melambai dan memanggil.


"Kak Yun, sini". Menatap kesana, ternyata itu adalah Ji Luoxue dengan Qing Yi didekat nya. Langsung saja, Huang Yun melirik sedikit Wu Tian, di tanggapi dengan anghukan, lalu mereka berjalan kesana.


"Itu Guang Yun kan? lalu siapa laki laki didekat nya?". Tanya alah seorang laki laki.


"Dia memang Guang Yun, tapi laki laki itu aku baru lihat". Balas tan didekat nya.


"Lihatlah, mereka terlihat serasi". ucap teman nya yang lain.


"Hiks hiks, tidak! dewi ku sudah diambil...". Ucap sedih laki laki tadi.


Tanpa memperdulikan kata kata mereka, Guang Yun dan Wu Tian sampai di tempat duduk Ji Luoxue dan Qing Yu.


"Selamat atas hubungan kalian berdua". Tambah Qing Yu dengan nada polos nya.


Blush~


Perasaan malu langsing meledak dari kepala nya, Wajah nya sudah merah dengan melototi Ji Luoxue.


"Selamat Wu Tian, kau sudah mendapat kakak Yun". Ucap Ji Luoxue mencoba untuk menggoda Wu Tian, yang tidak mendapat hal yang diinginkan nya. Bukan nya malu atau salah tingkah, Wu Tian hanya tersenyum. Senyum Wu Tian membuat Ji Luoxue tercengang, dia hanya bercanda tentang hubungan mereka, tapi sebuah pemikiran melintas di pikiran nya.


'Apa! apakah ternyata benar? hubungan mereka sudh sampai tahap itu?!'.


"Apakah benar? kalain...". Ji Luoxue menatap curiga ke Guang Yun.


"Ah... sudahlah, jangan bicarakan aku lagi". Ucap Guang Yun menutup wajah nya, sehingga Ji Luocue bertambah curiga. Sedangkan itu, Qing Yu menatap Wu Tian heran.

__ADS_1


"Hm... aku pertam kali melihat mu di Universitas ini, apa kau memang belajar disini?". Tanya Qing Yin penasaran kepada Wu Tian.


"Aku dari jurusan lain, aku kesini hanya untuk melihat lihat saja". Jawab Wu Tian.


"Owh... begitu, kalau begitu duduk bareng disini aja". Ucap Qing Yun, dan tanpa mengataakan apa apa Wu Tian duduk di sana di dekat Guang Yun.


"Jadi E Tian, bukan nya saat pelelangan kematin kau sangat kuat, tuan muda keluarga Lan saja kau kalahkan, kenapa tifak masuk di jurusan Martial Arts saja?". Tanya Ji Luoxue.


"Aku cuma punya sedikit pemahaman saja, dan aku sebenar nya baru tahu ada jirusan Martial Arts". Jawan jujur Wu Tian.


"Serius?! kau tidak tahu sama sekali jurusan Martial Arts sebelum nya? padahal jurusan Martial Arts cukup terkenal, bagaimana kau tidak tahu?". Tanya Qing Yu.


"Yah... aku hanya pernah mendengar nya beberapa kali, tapi karena aku terlalu fokus untuk kehidupan ku dan adik ku, jadi aku tidak memerhatikan nya". Jawab Wu Tian. Lalu mereka terus mengobrol, sampai beberapa saat seorang pria umur pertengahan 30 tahun masuk.


"Selamat pagi semua". Sapa pria itu.


"Selamat pagi Pak Lee". Balas yang lain, walaupun masih tingkat rendah, tapi Wu Tian bisa melihat kalau pria itu punya sedikit pengalaman bertempur sungguhan. Bertempur sungguhan maksud nya itu bukan bertempur biasa, tapi sebuah pertempuran yang mempertaruhkan hidup dan mati.


Dengan begitu, Pria yang disebut Pak Lee memulai pelajaran nya, menjelaskan tentang apa itu Marital Arts, apa yang perlu diperhatikan dalam pertarungan, dan banyak hal lain lagi, dalam sesekali ada yang bertanya. Wu Tian hanya diam memperhatikan, tapi beberapa kali menggelengkan kepala nya, dia merasa bosan dengan penjelasan itu, bahkan ada beberapa hal yang tidak Wu Tian setuju tentang penjelasan Pak Lee itu.


...****************...


Hai semua, kemarin entah kenapa ketiduran ke cepetan, padahal kemarin udah niat buat up. Siang tadi setelah sekolah, saya main ke rumah teman, jadi bisa up nya sekarang.


... 👍HAPPY TEACHER DAYS👍...


Jangan lupa like, komen, share, vote, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR

__ADS_1


__ADS_2