
"A-aku...aku..." .Feng Dong berbicara terparah patah dengan tubuh bergetar, keringat nya mengucur deras. Feng Gong ayahnya Feng Dong tidak kalah menyedihkan, mukanya tamak pucat.
Feng Dong tidak berani menatap Jiang Yi. dia hanya menunduk melihat lututnya yang gemetar, orang orang sekitar tampak terkejut dan bingung dengan perubahan suasana ini. Awalnya Feng Dong dan ayahnya sangat arogan dn sombong, tapi hanya beberapa saat setelah itu, terjadi kejadian yang sangat berbeda dari bayangan mereka, yang mereka pikir pada awalnya sangat bertolak belakang dengan hasilnya, bukan hanya mereka dihajar dan sekarang mereka dipermalukan dan tidak berani untuk berbicara.
"Adik Wu Tian, maaf karena aku tidak menyambutmu sendiri disini, sehingga semua ini terjadi, setelah ini aku akan memberikan mu penjelasan". ucap Jiang Yi sedikit menunduk dengan khawatir.
"Tidak apa apa, ini hanya masalah kecil dan bukan sesuatu yang perlu paman tangani, jadi jangan khawatir". ucap Wu Tian mepambai lambaikan tangannya di depan wajahnya, mendengar itu Jiang Yi menghela nafas lega, awalnya dia khawatir kalau Wu Tian akan marah dan akan berakibat buruk padanya dan keluarganya.
"Baiklah kalau begitu, dan bagaimana kau ingin menangani mereka?". tanya Jiang Yi menatap Feng Dong dan Feng Gong secara bergantian.
Mendengar ini, wajah Feng Dong dan ayahnya menegang, mereka takut kalau Wu Tian akan memperpanjang masalah ini dan akan membalas dendam atas yang sudah mereka lakukan.
"Sudahlah lupakan saja, aku malas berurusan dengan mereka". ucap Wu Tian, Feng Dong dan ayahnya yang mendengar itu bernafas lega. Karena Feng Dong dan ayahnya, Wu Tian dapat bertemu dengan lima bersaudara, jadi Wu Tian tidak terlalu peduli tentang apa yang mereka lakukan, tapi saat Wu Tian melanjutkan kata katanya, mereka kembali menegang.
"Tapi, kalau mereka mencari masalah sekali lagi maka tidak ada ampun!!!". ucap Wu Tian dengan tatapan dingin, Feng Dong dan ayahnya dapat merasakan sesuatu yang mengerikan saat melihat tatapan Wu Tian, dengan segera mereka berlutut.
"Terima kasih, terima kasih karena telah mengampuni kami". ucap Feng Dong dan Feng Gong membenturkan dahinya ketanah.
"Pergi!". perintah Wu Tian singkat.
"Baik baik, kami akan pergi". ucap Feng Dong dan ayahnya cepat, lalu Feng Dong dan ayahnya langsung berdiri, menunduk sedikit dan langsung berlari tanpa menoleh kebelakang.
"Semuanya sudah selesai, jadi adik Wu Tian silahkan". ucap Jiang Yi mempersilahkan Wu Tian dan Wu Ling'er, Wu Tian mengagguk dan berjalan masuk, para pria dengan jas membuka jalan, Jiang Yi mengikuti di samping Wu Tian, sedangkan Wu Ling'er berjalan sambil berbincang dengan Jiang Yu.
Beberapa saat mereka sudah sampai di depan pintu kayu besar yang dijaga beberapa orang, Jiang Yi membuka pintu dan cahaya ruangan keluar menyinari mereka.
__ADS_1
Sebuah ruangan luas dengan tinggi seperti dua lantai yang dijadikan satu, dengan sebuah panggung sebagai pusatnya, beberapa tempat duduk di sekitar, di bagian kiri dan kanan juga terdapat tangga menghubungkan beberapa tempat seperti bilik di atas, dan apa yang ada di dalam bilik tidak terlihat oleh kaca satu arah, setiap bilik memiliki nomer berbeda beda.
Dan sudah banyak orang yang duduk di tempat duduk, tanpa berlama lama mereka naik ke tangga, beberapa orang memandang Wu Tian dengan penasaran.
"Bukankah itu tuan Jiang dan putrinya?".
"Iya itu memang dia, tapi siapa pemuda dan gadis yang berjalan bersama tuan Jiang?".
"Sepertinya mereka akan ke bilik".
"Dia pasti memiliki latar belakang yang hebat, sampai sampai tuan Jiang sendiri yang memandu mereka, tapi siapa mereka? aku belum pernah melihat mereka sebelum nya".
"Mungkin dia tuan muda keluarga besar di kota lain, bagaimanapun pelelangan kali ini ada barang bagus yang langka, pasti beberapa kekuatan dari luar kota datang karena nya".
Di sebuah bilik nomer 4, ada tiga orang perempuan, salah satunya adalah seorang wanita cantik dengan pupil mata kuning emas, rambut hitam yang terlihat menawan dari teman lain, dia memerhatikan Wu Tian dengan sebuah perasaan aneh di hatinya, dia adalah Guang Yun.
"Kakak Yun kau kenapa, dari tadi kau selalu melihat ke arah pemuda itu". ucap perempuan dengan rambut kuncir kuda disamping Guang Yun.
"Adik Yu, sepertinya kakak memiliki perasaan terhadap pemuda itu". ucap perempuan lain dengan rambut pendek sepundak, tertawa menggoda Guang Yun.
"Benarkah, kakak Yun yang selama ini bahkan tidak memandang para pria yang mendekatinya". ucap perempuan kuncir kuda.
"Hehehe sepertinya begitu". ucap perempuan rambut pendek.
"Ji Luoxue, Qing Yu, apakah kalian bisa diam!". ucap Guang Yun kepada keduanya senyum, tapi itu terlihat menyeramkan di mata kedua wanita itu. Perempuan rambut pendek adalah Ji Luoxue dan perempuan kuncir kuda adalah Qing Yu.
__ADS_1
Saat itu juga Ji Luoxue dan Qing Yu langsung diam dan mengalihkan pandangan mereka, tidak berani menatap Guang Yun. Tapi dihati Guang Yun, dia tidak marak atas kata kata mereka, bahkan entah kenapa ada perasaan senang yang membuatnya bingung, Guang Yun menghela nafas sedikit dan diam menoleh ke arah Wu Tian yang sudah tidak terlihat.
Beberapa saat berjalan, Wu Tian sampai di bilik nomer 1, didekat ruangan ada seorang wanita dengan pakain menawan,
"Adik Wu Tian, ini ruanganmu". Ucap Jiang Yi membuka pintu. Sebuah ruangan yang terlihat mewah, dengan beberapa dekorasi yang menambah dan dibagian tengah, ada sebuah sofa, dengan meja dan beberapa buah dan minuman, didepan terdapat kaca satu arah, sehingga Wu Tian bisa melihat ke arah luar, tanpa bisa dilihat oleh orang di luar
"Ini adalah ruangan terbaik yang kami miliki, dan kalau ada sesuatu hal dia akan membantumu". ucap Jiang Yi mengarahkan lengannya kepada wanita dengan pakaian menawan.
"Tuan". Sapa wanita dengan pakaian menawan, dengan kedua tangan di perut kanan dan sedikit menunduk, Wu Tian mengguk sebagai balasan.
"Kalau begitu aku pamit, maaf aku tidak bisa menemanimu lebih lama karena lelang akan segera dimulai". ucap Jiang Yi.
"Tidak apa apa, paman lanjutkan saja pekerjaan paman". ucap Wu Tian, Jiang Yi tersenyum mengguk dan berbalik pergi.
"Saudara Tian, adik Ling'er aku juga akan pergi". ucap Jiang Yu melambai tangan, lalu menyusul ayahnya.
"Tuan dan nona silahkan". ucap perempuan berpakaian menawan mempersilahkan, Wu Tian dan diikuti Wu Ling'er masuk dan langsung duduk di sofa dengan perempuan tadi berdiri di samping.
...****************...
Hai semua, maaf baru up sekarang karena baru ada kuota hehe, mohon permakluman nya, tetep dukung ya.
Jangan lupa like, komen, share dan kalau bisa tipsnya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR
__ADS_1