MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
46.Menyelesaikan masalah di toko mobil


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, dari luar toko datang mobil, dari dalam keluar seorang pria berusia 30 an dengan tubuh gempal seperti Si Nu, pria gempal itu langsung berlari masuk kedalam toko mobil, tepatnya kearah kerumunan dan saat melihat Lan Zhengyi disana dia langsung berjalan cepat kearah nya.


"Tuan Lan maaf saya tadi keluar". ucap pria gempal.


"Si Nai apakah kau sudah tahu, kau telah membuat masalah yang besar, dan kau masih sempat sempatnya pergi ke KTV untuk bersenang senang?". tanya Lan Zhengyi, dapat dirasakan kalau Lan Zhengyi sedang marah dari penekanan dalam setiap kata kata nya.


"Maaf tuan Lan saya benar benar tidak mengerti masalah besar apa yang telah saya buat sedangkan saya tidak disini tadi". ucap Si pria gempal atau Si Nai dengan perasaan takut.


Plak!


Lan Zhengyi langsung menampar Si Nai. "Bagaimana kamu tahu masalah apa yang telah kau buat, kau saja pergi ke KTV untuk bersenang senang dan melalaikan tugasmu". teriak Lan Zhenyi kesal menunjuk Si Nai.


Si Nai yang ditampar hanya bisa meringis kesakitan memegang pipinya yang terdapat tanda seperti tangan berwarna merah, dia lalu melihat ke arah keponakan nya yaitu Si Nu yang juga terdapat tangan berwarna merah di pipinya, melihat itu dia mulai sedikit mengerti apa yang terjadi.


"Tuan Lan, apakah keponakan ku yang brengsek ini yang telah menyinggung anda?". ucap Si Nai sambil menunjuk Si Nu.


"Iya dia adalah orang yang membuat masalah besar itu, tapi dia bukan menyinggung ku secara langsung". ucap Lan Zhengyi dengan amarah di mata nya saat melihat Si Nu.


"Maksud tuan Lan apa, kalau dia bukan menyinggung anda secara langsung lalu bagaimana dia bisa membuat masalah?". tanya Si Nai bingung.


"Dia dan kekasih jalang nya telah menyinggung perasaan Tuan muda Wu Tian, dia memfitnah kalau beberapa hari yang lalu tuan muda Wu Tian mencuri uang nya, dan sekarang dia juga bilang kalau tuan muda Wu Tian berniat mencuri disini". ucap Lan Zhengyi mengarahkan lengan nya ke Wu Tian dengan sopan, Si Nai menoleh kearah Wu Tian, dia heran apa yang istimewa dari pemuda itu selain muka yang tampan dan pakaian yang walaupun sederhana, dan dia belum pernah melihat tuan muda seperti dia di Chuzhou.


"Ini..., kalau boleh tahu siapa pemuda ini tuan Lan?". tanya Si Nai penasaran.

__ADS_1


"Kau tidak pantas mengetahui siapa identitas nya, yang perlu kau tahu bahwa dia adalah teman dari tuan ku dan bahkan aku saja tidak berani menyinggung nya". ucap Lan Zhengyi, Si Nai mulai gemetar mendengar itu, keringat dingin semakin banyak keluar dari muka nya, sedangkan Si Nu, Ning Ru dan pekerja senior terjatuh karena kaget, tidak pernah terbayangkan kalau orang yang terlihat sederhana itu sungguh sehebat itu.


Ning Ru mulai menyesal karena telah meninggalkan dan memfitnah Wu Tian, kalau saja dia masih bersama nya sampai sekarang, dia akan menjadi wanita dari seorang pria yang hebat, tapi sayang kesempatan itu sudah ia lepas, sedangkan Si Nu hanya bisa terduduk dengan kepala tertunduk kebawah, si pekerja senior tidak jauh berbeda, keringat dingin nya sudah membuat riasan tebal nya menjadi luntur dan sekarang mirip badut.


Semua orang yang menyaksikan juga menjadi diam mendengar itu, Lan Zhengyi saja sebagai kepala keluarga salah satu dari empat keluarga besar Chuzhou dan sekarang pemuda sederhana yang mereka lihat itu adalah teman dari tuan nya Lan Zhwngyi, bisa dibayangkan seberapa ngeribidentitas pemuda itu. 'Untung untung, kalau saja aku memperlakukan tuan muda dengan identitas mengerikan itu, sungguh aku tidak tahu apa yang akan terjadi'. batin si pekerja junior.


"T t tuan muda Wu Tian, maaf kan kesalahan keponakan saya, saya berjanji kalau nanti saya akan memberi tahu orang tua nya agar memberinya pelajaran yang keras, saya benar benar minta maaf tidak menyambut anda sebelum nya, maaf maaf maaf". ucap Si Nai bersujut dan membentur benturkan kepala nya sampai dahi nya menjadi merah seperti akan keluar darah.


Pak!


"Hei kau cepat berlutut dan minta maaf ke tuan muda Wu Tian". Si Nai memukul kepala Si Nu dan langsung menyeret Si Nu untuk berlutut.


"Huh, ku harap ini pertama dan terakhir kalinya, jika terulang lagi maka tidak ada yang nama nya kesempatan lagi". ucap Wu Tian acuh tak acuk.


"Iya iya, terima kasih tuan muda Wu Tian saya bersumpah tidak akan mengulanginya". ucap Si Nu cepat, takut kalau Wu Tian kembali marah.


"Si Nu, bagaimana denganku?". tanya Ning Ru kepada, dia mengerti kalau Wu Tian tidak akan memaafkan nya dengan mudah, jadi dia ingin meminta bantuan dari Si Nu.


"Dasar jalang, kalau saja bukan karena kau aku tidak akan pernah menyinggung tuan muda Wu Tian". ucap Si Nu kesal menunjuk Ning Ru.


"A aku..., Wu Tian kau masih mencintai ku kan dan kau masih ingin kembali seperti dulu kan, ini semua hanya salah paham, jadi kita kembali seperti dulu lagi ya?". Karena tidak ada jalan lain, Ning Ru mencoba untuk membujuk Wu Tian.


"Sungguh aku bingung dengan diriku yang dulu, entah apa yang aku pikirkan sampai aku bisa jatuh cinta kepadamu dulu". ucap Wu Tian mengejek dirinya sendiri.

__ADS_1


"Wu Tian, aku tahu kau sebenarnya masih cinta kepada ku kan, ayo kita kembali seperti dulu lagi, aku benar benar menyesal". ucap Ning Ri memeluk kaki Wu Tian.


"Tuan muda Wu Tian, ini...". Lan Zhengyi bingung apa yang harus dia lakukan, kalau benar Wu Tian masih mencintai wanita itu maka dia tidak berani memperlakukan nya dengan buruk, tapi saat melihat Wu Tian menggerakkan tangan nya kedepan belakang, Lan Zhengyi tersenyum karena mengerti maksud Wu Tian.


"Penjaga, cepat usir wanita ini dan jangan biarkan dia kembali lagi kesini dan jangan lupa si wanita badut ini". ucap Lan Zhengyi memerintah, dan tanpa nunggu lama para penja menyeret pekerja berias tebal dan Ning Ru yang mengoceh ngoceh tidak karuan untuk keluar dari sana.


"Tuan muda Wu Tian, apakah ada lagi masalah?". tanya Lan Zhengyi khawatir.


"Sudah, dan paman Lan jangan terlalu formal begitu". ucap Wu Tian sedikit senyum.


"Iya baiklah paman hanya belum terbiasa, hei smua bubar baubar". ucap Lan Zhwngyi, dan orang orang sekitar langsung berhenti berkerumun.


"Kalau begitu mari duduk dulu, tadi kamu mau membeli mobil kan?". Lanjut Lan Zhengyi mempersilahkan ke sebuah ruangan, Wu Tian mengangguk dan mengikuti Kan Zhengyi.


"Oh iya, paman memiliki pekerja wanita seperti wanita itu sangat beruntung, dia bersikap baik padaku tadi". ucap Wu Tian menghentikan langkah nya dan menolek ke pekerja junior yang memandunya sebelum nya dan langsung masuk ruangan itu.


Lan Zhengyi menoleh ke pekerja junior dan mengacungkan jempol nya, si pekerja junior menundukkan kepala, dan Lan Zhengyi langsung mengikuti Wu Tian masuk ke ruangan itu.


...****************...


Haiai semua balik lagi, saya senang lihat semua komentar kalian, dan banyak yang minta crazy up, tapi itu saya pikir sulit soalnya mikirin cerita itu sulit dan saya lagi males kalau terus mikir gitu jadi maaf.


Jangan lupa like, komen, share, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁

__ADS_1


SEMOGA TERHIBUR


__ADS_2