MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
84.Guang Yun VS Mo Xie & Wang Feng


__ADS_3

Mo Xie dan Wang Feng dengan membawa Guang Yu, melewati lorong menuju kamar yang berada di lantai teratas, tidak ada orang kecuali mereka disana karena itu tempat hanya untuk orang orang tertentu, ditambah Wang Feng sebagai tuan muda dari keluarga Wang pemilik Grand Hotel, sudah menutup lantai teratas.


Beberapa saat mereka sampai di depan pintu, langsung saja Wang Feng menggunakan kata sandi dan membukan nya, tanpa basa basi mereka masuk dengan membawa Guang Yun yang masih pingsan, kamar itu sangat luas dengan dekorasi berkelas, bisa tercium wangi yang menyegarkan dari ruangan, dinding bagian luar nya juga menggunakan kaca satu arah, sehingga bisa langsung melihat pemandangan, tapi orang diluar tidak bisa melihat kedalam.


Puk!


Mereka melempar Guang Yun ke kasur besar dengan seprai putih, sehingga Guang Yun kini tidur dengan pose terlentang di atas kasur, pose nya itu terlihat sangat menggoda, kedua gunung yang masih berkembang, kulit putih dan halus nya, rambut hitam nya tergerai indah di kasur, siapapun yang melihat nya akan terbuai dengan pemandangan itu.


Nafas Mo Xie dan Wang Feng mulai berat, melihat pemandangan didepan membuat ***** mereka semakin besar, walaupun mereka sudah sering melihat dan meniduri seorang wanita, tapi semua nya seperti tidak berarti dengan pemandangan didepan mereka saat ini.


"Hmm...". Tiba tiba Guang Yun terbangun, memegang kepala nya yang terasa pusing dan berputar, saat membuka mata nya Guang Yun merasa aneh, dia merasa heran kenapa fia ada di atas kasur, sekilas terbesit ingatan saat dia bersama Wu Ling'er sampai dia di hadang Mo Xie, setelah itu tidak mengingat apapun.


?!!!


Alangkah kaget nya Guang Yun saat melihat di depan kasur tempat nya tidur, Mo Xie dan Wang Feng menatap nya dengan penuh arti, hati nya merasakan firasat buruk, apalagi dia ada di ruangan tertutup dengan dua orang lawan jenis,


Guang Yun bukan gadis bodoh, secara kasar dia tahu sedikit maksud dari semua nya, dengan cemas dia melihat pakaian nya, setelah itu bersyukur karena pakaian nya masih seperti semula, lalu menatap tajam ke Mo Xie dan Wang Feng.


"Apa yang telah kalian lakukan padaku?!". Guang Yun termundur dan berteriak ke arah Mo Xie dan Wang Feng.


"Hehehe... kami tidak melakukan apapun, atau... lebih tepat nya belum hehehe...". Ucap Mo Xie dengan mata tidak lepas dari tubuh Guang Yun.


"Sudah kamu tenanglah, serahkan semua nya pada kami, kau hanya perlu diam dan menikmati nya". Wang Feng tersenyum dengan senyum mesum nya, membuat Guang Yun jijik melihat nya.


"Jangan pikir karena aku sendiri dan kalian berdua, aku tidak bisa melawan!". Guang Yun langsung melompat ke samping kasur, dan membuat kuda kuda bertarung.

__ADS_1


"Hehehe... walaupun kau dikenal jenius pertama dalam seni bela diri, tapi kami tidak kalah dengan mu, ditambah kami berdua". Wang Feng mulai mendekati Guang Yun, Mo Xie juga sama.


"Guang Yun, kami hanya ingin bersenang senang dengan mu, kami tidak ingin menyakiti mu, jadi sebaik nya kau tidak melawan". Walaupun nada nya pelan, tapi ada ancaman dari kata kata nya.


"Dua orang b*j'ng*n, bersenang senang pantatmu, kalian hanya ingin menodai ku saja!". Bentak Guang Yun keras dan penuh amarah, bukan nya mundur, Mo Xie dan Wang Feng malah semakin mendekati Guang Yun.


"Br*ngs*k, terima ini!". Guang Yun langsung melesatkan tinju nya ke Wang Feng yang ada di depan Mo Xie, tidak tinggal diam Wang Feng juga melesatkan tinju nya.


Bam!


Begitu pukulan saling beradu, Wang Feng merasakan tangan nya kebas menerima pukulan Guang Yun, sedangkan Guang Yun tidak terlalu merasakan nya, Mo Xie tidak diam dan mengambil kesempatan, melesatkan pukulan nya ke samping Guang Yun, tapi dengan reflek cepat, Guang Yun menunduk kan kepala menghalau pukulan, kemudian mengambil jarak dari kedua nya, dia akan kerepotan jika Mo Xie dan Wang Feng bekerja sama.


"Sungguh kuat, aku semakin penasaran gimana rasa wanita sepertimu!". Wang Feng melesat, kali ini Mo Xie juga melesat ke samping Guang Yun, ini adalah hal yang dikhawatirkan Guang Yun, Guang Yun menambah fokus nya dari sebelum nya, jika lengah sedikit dia akan kalah dari mereka.


Berbagai macam serangan dilancarkan oleh Mo Xie dan Wang Feng secara bergantian, sehingga Guang Yun hanya bisa menghindar dan menanngkis, tapi bagaimana pun kekuatan nya hanya sedikit di atas mereka, jadi Guang Yun beberapa serangan, seperti pukulan Wang Feng di lengan nya, perut nya terkena tendangan Mo Xie, sedangkan Guang Yun tidak bisa melancarkan satupun serangan kepada mereka,pertarungan itu benar benar berat sebelah.


"Huh hu... menyerah lah dan ayo main yang lebih menyenangkan". walaupun nafas nya juga mulai tidak beraturan, tapi ***** Wang Feng semakin meningkat.


"Jangan harap! lebih baik aku mati dari pada menjadi mainan kalian!". Bentak Huang Yun marah.


"Oh ya?". tiba tiba suara Mo Xie terdengar di belakang nya, Guang Yun sangat terkejut.


"Sial, aku lengah-". cuman pelan Guang Yun, setelah itu.


"Yin Palm". ucap Mi Xie menyebut teknik nya. Teknik ini sama seperti milik Mo Wei, Tapi penguasaan nya sangat dibawah Mo Wei.

__ADS_1


Bugh!


Sebuah serangan tapak mendarat di punggung nya nya, Guang Yun terlempar langsung ke atas kasur putih, kali ini Guang Yun benar benar lemas, dengan berusaha keras Guang Yun menggerakkan tubuh nya, tapi tidak bisa.


"Hehehe... sudah dibilang diam saja, tapi malah melawan, jadi jangan salahkan kami karena kasar". Mo Xie naik ke atas kasur.


"Cepatlah, aku sudah tidak sabar". Wang Feng ikut naik ke atas kasur.


"Hehehe... kalau begitu ayo bersenang senang". Mo Xie menulurkan lidah nya, tangan nya mengarah ke kedua gunung Guang Yun.


"Tidak! Tidak...!". Guang Yun memejamkan mata karena ketakutan, tanpa sadar sebuah wajah muncul dibenak nya, entah kenapa hati nya mulai berharap kalau orang itu ada disini, dan hati nya mengatakan kalau orang itu yang melakukan nya dengan nya, dia rela dan akan menerima nya.


Tapi ekspektasinya tidak demikian, sekarang yang ada disini adalah dua orang menjijikan, air mata yang sudah lama tidak keluar mulai mengalir, dia merasakan kalau diri nya akan hancur oleh dua orang menjijikan.


Brak!


Tiba tiba pintu kamar hancur, dari balik pintu terlihat seorang pemuda tinggi, dengan rambut perak keputihan, mata birunya memancarkan hawa dinginan yang menusuk, aura berwarna merah menyelimuti tubuh nya.


Wajah tampan namun dingin itu, dimata Guang Yun sosok itu adalah sosok yang ia tunggu tunggu, sosok yang akan membuat nya merasa aman jika didekat nya, sosok yang entah kapan tetanam dihatinya, dan dengan suara lemah nya Guang Yun menyebut nama sosok itu.


"Wu Tian".


...****************...


Hai semua, saya nggak tau mau ngomong apalagi, yang penting kalian menyukai ceritanya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, share, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR


__ADS_2