
Keluar dari tempat makan, Wu Tian terus mengikuti Guang Yun, beberapa saat Guang Yun dan teman temannya berpisah, teman temannya kembali ke asrama wanita universitas, sedangkan Guang Yun berjalan keluar ke arah taman kota yang memang tidak jauh dari universitas.
Dengan menghilangkan hawa keberadaan nya, Wu Tian terus mengikuti Guang Yun dengan diam diam, karena dia menyadarai ada seseorang yang mengikuti Guang Yun juga, dia tidak tahu apakah orang itu berniat buruk atau tidak, Wu Tian selalu mengawasi tanpa diketahui orang itu.
Sampai di taman, Guang Yun duduk di tempat yang sedikit sepi, memandang danau di tengah taman yang ditengahnya ada tanaman teratai serta angsa yang sedang berenang.
"Entah kenapa, pemuda yang barusan aku lihat terasa sangat akrab". tanpa sadar pipi Guang Yun memerah karena mengingat Wu Tian.
Sedangkan Wu Tian sekarang ada di tempat tidak jauh dari sana, dia memerhatikan seseorang seperti perempuan yang terlihat memerhatikan Guang Yun di belakang sebuah pohon.
"Mungkinkah dia pengawal bayangan Guang Yun? tapi kalau bukan dan dia berniat tidak baik, maka aku takkan segan". ucap Wu Tian masih mengawasi, karena beberapa saat tidak ada pergerakkan, Wu Tian memasang sebuah masker hitam yang entah dia dapat dari mana, dengan pergerakkan cepat dan tenang, Wu Tian langsung menghilang dari tempat awalnya.
Swosh
Dengan lambaian angin yang tenang, Wu Tian tiba tiba muncul di belakang seorang perempuan dengan pakaian seperti orang biasa, tanpa diketahui oleh perempuan itu.
"Apa tujuanmu mengawasi dia". ucap Wu Tian tiba tiba, sontak perempuan itu langsung berbalik menatap Wu Tian dengan terkejut, walaupun Wu Tian didekatnya barusan, tapi dia sama sekali tidak menyadarinya, perempuan itu sadar kalau Wu Tian bukan orang sembarangan, jadi dia meningkatkan fokusnya terhadap Wu Tian.
"Jawab pertanyaanku!, kenapa kau mengawasi perempuan itu?". tanya Wu Tian dengan nada memerintah.
"A-aku pengawal bayangan nya". jawab perempuan itu, Wu Tian memerhatikan ekspresi wajah perempuan itu yang tidak terlihat berbohong, Wu Tian mengagguk.
"Dan kau siapa?". tanya perempuan itu dengan masih memasang kewaspadaannya.
"Kau tidak perlu mengetahui siapa aku, tapi perempuan yang kau jaga sangat berharga bagiku". jawab Wu Tian, lalu mengeluarkan secarik kertas dari sakunya dan menyodorkan nya ke perempuan itu.
"Kalau ada sesuatu yang terjadi dan tidak bisa kau tangani, hubungi aku maka aku pasti akan datang". ucap Wu Tian, perempuan itu sedikit ragu, tapi tetap mengambil kertas dari tangan Wu Tian.
__ADS_1
"Terima kasih". ucap perempuan itu sedikit menunduk, saat mengangkat kepalanya Wu Tian sudah hilang tanpa jejak, hal ini membuat dia semakin percaya kalau Wu Tian bukan orang sembarangan.
"Walaupun menggunakan masker, tapi aku bisa melihat kalau dia masih sangat muda, tapi dilihat dari kemampuannya sangat hebat, tapi yang penting dia tidak berniat buruk pada nona". ucap perempuan itu memaskukkan kertas dari Wu Tian ke saku nya, kemudian kembali mengawasi Guang Yun.
Disisi Wu Tian, Wu Tian muncul sedikit jauh dari tempat Guang Yun, Wu Tian membuka maskernya dan menatap ke arah tempat Guang Yun.
"Belum saatnya aku menemui mu, saat ini kau belum mengenal diriku, mungkin kau akan merasa tidak nyaman jika aku langsung menemui mu sekarang". ucap Wu Tian, lalu berbalik ke arah universitas untuk mengambil mobilnya, karena sebentar lagi Wu Ling'er pulang.
Dengan deru suara mobil nya, Wu Tian langsung melesat menuju sekolahan Wu Ling'er, beberapa saat berlalu dan Wu Tian datang di depan sekolah Wu Ling'er, bersamaan dengan beberapa laki laki atau perempuan dengan seragam sama keluar dari gerbang sekolah, beberapa saat Wu Ling'er juga keluar dengan dua teman perempuannya, dia menoleh dan melihat mobil Wu Tian terparkir di depan.
"Kakak ku sudah datang, aku pulang dulu ya sampai jumpa minggu depan". Ucap Wu Ling'er melambaikan tangannya ke arah dua temannya, kedua temannya juga membalas melambaikan tangan.
Wu Ling'er langsung berjalan ke arah mobil Wu Tian, saat sampai didekat pintu mobil terbuka ke atas, Wu Ling'er masuk dan pintu mobil turun dan menutup, kembali dengan deru khas nya, mobil melaju meninggalkan sekolah, dan dua teman Wu Ling'er menatapnya dengan kagum dan sedikit rasa iri.
"Andai aku punya kakak seperti itu, mungkin aku akan merasa menjadi tuan putri". ucap salah satunya.
Beberapa saat mobil melaju, Wu Tian dan Wu Ling'er sampai di kawasan gunung Qinglong, dengan lancar mereka langsung melewati rumah rumah di kawasan Qinglong, beberapa menit mereka sudah datang dirumah dan langsung masuk.
Setelah bersih bersih, Wu Tian menyuruh Wu Ling'er dan lima bersaudara berkumpul di halaman belakang, tepatnya di gazebo dekat kolam.
"Baik, aku menyuruh untuk berkumpul karena ada sesuatu yang ingin aku berikan pada kalian". ucap Wu Tian, lalu dengan lambaian tangan muncul beberapa batu dengan warna berbeda, setiap warna memancarkan energi yang berbeda beda.
"Batu apa ini?". tanya Wu Ling'er.
"Batu ini namanya batu unsur, setiap warna nya mengandung unsur elemen yang berbeda beda, seperti merah mengandung elemen apai, biru mengandung elemen air....@@#&$@". Wu Tian menjelaskan tentang batu insur, lalu dibalas anggukan mengerti oleh Wu Ling'er dan lima bersaudara.
"Batu kecil ini seluarbiasa itu?". tanya Wu Huo memandang batu seukuran setengah telapak tangan berwarna merah, setiap orang juga diberi beberapa menurut atribut elemen mereka.
__ADS_1
"Kakak dapat darimana batu ini?". tanya Wu Ling'er.
"Tadi kakak bermain judi batu, dan tidak disangka dapat batu unsur in". jawab Wu Tian.
"Judi batu? bukannya itu salah satu jenis judi yang sulit, bagaimana bos bisa mendapat benda berharga ini, ada banyak lagi?". tanya Wu Huo.
"Apanya yang sulit jika bisa melihat apa isi batu itu sendiri". ucap Wu Tian sambil memecahkan beberapa batu yang belum di belah, disana ada beberapa giok dan batu unsur.
"Maksudnya?". tanya semua nya bingung.
"Hehehe jadi begini, aku mempunyai sebuah teknik mata yang bisa melihat langsung melihat tembus pandang, bahkan banyak kemampuan yang lain, aku juga sudah menanam teknik sejenis itu di jiwa kalian, jika waktunya kalian bisa mempelajarinya". jawab Wu Tian, lima bersaudara mengagguk mengerti, sedangkan Wu Ling'er menatap Wu Tian dengan tatapan aneh.
"Ada apa?". tanya Wu Tian melihat ekspresi aneh Wu Ling'er.
"Kakak tidak menggunakan teknik itu untuk hal buruk kan, misalnya... melihat pakaian dalam seseorang?". tanya Wu Ling'er dengan serius.
"Eh! tentu saja tidak, aku ini orang yang tidak mungkn melakukan hal itu". jawab Wu Tian.
"Huh bagus kalau begitu, dan kaliam berlima juga awas". ancam Wu Ling'er, dengan cepat lima bersaudara menaggukan kepala.
...****************...
Hai semua, lagi ada beberapa tugas dari sekolah, jadi maaf kalau lambat up nya, maklum udah kelas 3 dan banyak yang perlu di persiapin, jadi curhat hehehe.
Jangan lupa like, komen, share dan kalau bisa tipsnya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR
__ADS_1