
Guru laki laki paling muda langsung menerjang paling depan, dengan percaya diri melesatkan tinju nya. Guru laki laki paling muda itu melihat Wu Tian remeh, bahkan hany menggunakan sedikit kekuatan pada pukulan nya.
"Hah... merepotkan". Dengan ******* malas, Wu Tian benar benar bosan dengan kejadian kejadian seperti ini. Kali ini, Wu Tian berniat menyelesaikan dengan cepat, sehingga Wu Tian mengerahkan tinju nya, tentu tidak menggunakan kekuatan penuh.
"Heh...bodoh! melawan tinju ku dengan tinju kah? kalau begitu jangan menyesal!". Guru laki laki paling muda itu tersenyum meremehkan, menambah kekuatan di lengan nya.
"Ceroboh! siswa itu malah membalas dengan tinju". Ucap salah satu guru laki laki paruh baya yang paling senior.
"Hasil sudah terlihat, ini akan selesai dalam sekali gerakan". Ucap guru paruh baya lain nya. Tapi lain dengan guru wanita, dia hanya diam dan memperhatikan, dan dia entah bagimana merasakan ada hal ganjil. Walaupun dia tahu guru laki laki paling muda itu mungkin hanya guru magang, tetapi kekuatan nya tidak bisa dia remehkan, bahkan sebelum nya dia pernah latihan dengan nya, dan walaupun dia yang menang, tapi beberapa serangan guru magang itu mengenai nya, dan ada sedikit belas memar.
"Apa hanya perasaan ku saja atau ekspresi siswa itu bukan nya tegang atau khawatir, tapi dia terlihat tenang dan santai. Apakah ini hanya kepercayaan diri ini untuk menenangkan diri, atau memang karena kemampuan". Gumaman rendah dari guru wanita.
Bahkan beberapa siswa dan siswi yang menjadi penonton mencibir, menghina kebodohan Wu Tian yang menurut mereka tidak akan menang, bahkan beberapa bertaruh untuk berapa kali gerakan yang akan menumbangkan Wu Tian.
Boom! Krek!
Kedua pukulan bertemu, ada suara yang lumyan keras dari jadi perpafua dua serangan pukulan, ditambah ada suara seperti sesuatu yang retak. Awal nya semua orang tidak dapat mencerna apa yang terjadi, semua orang mengira itu Wu Tian yang tangan nya patah karena adu pukulan itu. Namun, sesaat sesudah mereka mulai sadar. Wu Tian yang yang mereka kira tangan nya patah, malahan masih baik baik saja, sedangkan seblik untuk guru magang.
"Argh!".Guru magang merintih kesakitan, tulang jari jari tangan nya terasa sangat raput sesaat setelah bertemu tinju Wu Tian. Guru magang merasakan tulang jari dan sekitar nya retak, dan itu menyebabkan perasaan kebas dan nyeri yang hebat di tangan kanan yang digunakan untuk beradu pukulan itu.
__ADS_1
Sementara para penonton, hanya ada huruf O besar di bibir mereka, mereka tidak mengira ini akan terjadi dan tidak pernah menduga. Hanya Guang Yun yang saat itu tersenyum ke Wu Tian, sedangkan Ji Luoxue dan Qing Yu yang di samping nya merasa linglung. Dalam perasaan linglung itu, sebuah suara yang rendah tapi bisa terdengar jelas dari Wu Tian yang berdiri di arena.
"Apakah hanya ini kekuatan guru disini, hmph! Lemah!". Kata kata itu langsung mengembalikan semua nya dari keadaan linglung. Banyak siswa siswi masih sangat terkejut, dan tiga guru yang tidak menyerang Wu Tian kembali mengevaluasi kekuatan Wu Tian, mereka tidak lagi mau meremehkan kekuatan Wu Tian, dari apa yang dilihat sesaat barusan, mereka merasa kalau kekuatan Wu Tian tidak jauh dari mereka, dan itu menyebabkan saling memandang.
"Kenapa perlu berbisik bisik, cepat maju dan selesaikan saja secepat nya". Ucap Wu Tian memberikan tanda mengajak, sedangkan dia sudah siap untuk menyelesaikan dengan cepat begitu mereka menyerang, sedangkan para siswa siswi langsung terdiam.
Tapi para gurur tidak langsung bertindak implusif, kali ini guru wanita mengeluarkan suara nya terlebih dahulu."Siswa ini, tidaklah anda siswa baru yang baru masuk? ini kali pertama aku melihat mu, bisakah bicara sebentar?".
"Namaku Wu Tian, dan aku bukan murid di jurusan ini, aku kesini hanya untuk menemani salah seorang teman". Ucap Wu Tian santai.
"Ah ternyata begitu, perkenalkan aku Ge An. Aku adalah salah satu guru yang bertugas di kelas praktik. Sebelum nya maaf kesalahan rekan ku yang langsung menyerang mu, kami minta maaf untuk itu". Ucap Guru Ge An itu dengan sedikit membungkuk. Wu Tian acuh tak acuh.
Wu Tian sedikit mengangguk, lalu menoleh ke Guang Yun, dan memberi kode untuk menghampiri nya, Guang Yun langsung mendekati ke arena, lalu berdiri di dekat Guang Yun.
"Saya kesini karena menemani nya mengambil beberapa hal, dan karena penasaran ikut melihat lihat. Tapi sesuatu tak terduga terjadi, lelaki ini (Menunjuk Jin Yimin) malah mendekati nya, bahkan teman nya(Menunjuk ke enam bawahan Jin Yimin) mengaggu teman saya. Dan walaupun sudah ditolak, laki laki ini pada menantang teman saya, dan setelah kalah malah ingin menyerang menggunakan belati, jadi apa aku harus diam?". Ucap Wu Tian dengan suara mengandung kemarahan,
"Tapi kau tidak bisa bertindak seenak nya, anda tidak perlu bertindak berlebihan, karena kami akan mengurus nya". Ucap guru pria paruh baya paling senior.
"Benar, universitas dasar nya mempunyai hukum nya sendiri, kamu sudah melanggar hukum itu". Tambah guru pria paruh baya lain.
__ADS_1
"Rgh! kau bahkan menyerang ku, jadi menyerang sekarang dan ikut untuk menerima hukuman!". Ucap guru magang yang memegang tangan nya dan sedikit merintih.
Wu Tian terdiam, Guang Yun juga merasa pahit mendengar kata kata beberapa guru itu. Sebagai siswi disni yang sudah sedikit tidak mengenal beberapa hal, Guang Yun tahu kalau beberapa guru ini sengaja melindungi Jin Yimin, dan itu karena yah Jin Yimin adalah wakil kepala sekolah disini. Ayah Jin Yimin mempunyai otoritas cukup tinggi, sehingga mereka tidak berani berurusan dengan nya.
"Pfft! Hahaha sungguh lucu! hahaha sungguh sangat lucu". Wu Tian tertawa dan memegang perut nya. Ini membuat beberapa guru selain guru wanita menjadi tidak senang, wajah mereka hitam dengan garis garia.
"Kenapa kau tertawa hah?! apa nya yang lucu?!". gur pria paruh baya senior bertanya dengan tidak senang, dua guru pria juga menatap Wu Taian tidak senang.
"Kalau kalian ini guru yang bertanggung jawab, kenapa kalian tidak keluar saat Guang Yun akan ditikam, kenapa kalian malah melihat dari jauh, bahkan ingin menghukum ku? hah! kalian tidak pantas menjadi guru!". Setiap kata kata iru langsung menusuk guru guru itu, walaupun begitu, mereka masih tidak mau kalah.
"Jangan banyak bicara, ini adalah peraturan disini!". Ucap plguru pria paruh baya dengan nada tinggi.
"Oh? aku baru tahu ada peraturan sorang guru melakukan hal seenak nya". Sebuah suara datang, yang dari pintu berdiri seorang laki laki tua dengan gadis muda, mereka Yang Hao dan Yang Ran.
...****************...
Hai semua, mau sedikit curhat nih. Kan saat pembagian raport ada bazar, eh saya tidak dengar kalau disuruh bantu teman, soal nya lagi bercanda ke kelas lain, eh malah saya dimarahin dan hampir tidak tidak dikasih raport, termikasih sudah mau membaca curhat saya.
Jangam lupa like, komen, share, vote, dan akalu bisa tips nya hehehe 😁😁😁
__ADS_1
SEMOGA TERHIBUR