
Wu Tian menoleh kebelakang, disana ada seorang pemuda dengan tangan kanan di perban, pemuda itu tidak lain adalah Feng Dong. Disebelah Feng Dong, ada seorang pria setengah baya dengan jas rapi, terlihat sedikit mirip dengan Feng Dong.
"Kau kenapa disini, ini bukan tempat yang bisa sembarangan orang bisa masuk". ucap Feng Dong dengan keras, sontak orang orang sekitar langsung menoleh ke arah mereka, dengan senyum liciknya, 'beberapa hari yang lalu kau telah mempermalukanku, dan sekarangan giliran kau' gumam Feng Dong dalam hati.
"Aku disini apa hubungannya denganmu, memang kau yang memilki tempat ini?". tanya Wu Tian dengan ekspresi datarnya.
"Hm? kamu mengenal anak ini?". tanya pria setengah baya di dekat Feng Dong.
"Iya ayah, dialah orang yang membuat tanganku seperti ini". jawab Feng Dong dengan marah menatap Wu Tian.
"Oh jadi kau ya, yang sudah membuat anakku seperti ini?". tanya pria setengah baya atau ayah Feng Dong, Feng Gong.
"Memangnya kenapa kalau iya". jawab Wu Tian singkat, Wu Ling'er yang didekatnya juga terlihat tidak takut, dengan berdiri dan ekspresi datar seperti Wu Tian.
'Aku sudah berdiri di jalan kultivator yang kejam, kalau hanya dengan begini saja sudah takut, bagaimana nanti jika mengalami hal yang lebih besar'. ucap Wu Ling'er dalam hati, dengan ini kepribadiannya sudah mulai berubah, dulunya gadis yang lemah dan lembut, menjadi seorang wanita tanpa ampun.
"Oh aku tidak tahu dari mana keberanianmu itu, kau memilih pilihan yang salah bocah". ucap Feng Gong dengan senyum licik.
"Memang nya kenapa kalau aku memilih yang salah atau benar, itukan hanya pendapatmu. Tapi aku ingin berterima kasih, beberapa orang yang kau suruh sebelum nya, sudah aku terima". ucap Wu Tian dengan tanpa ekspresi.
"Kau?!". Feng Gong sangat marah dengan ucapan Wu Tian, sampai sampai urat urat di kepalanya keluar, wajahnya memerah karena marah, begitu juga dengan Feng Dong.
"Kenapa wajah mu seperti itu, sekarang kau terlihat semakin tua". ucap Wu Tian mengejek.
"Nak, kau memang mencari mati". dengan menekan kakinya, Feng Gong melesat dengan tinju dikepalkan.
"Kak biar aku saja, sekalian coba bagaimana peningkatan kekuatan ku". ucap Wu Ling'er, tanpa menunggu balasan Wu Tian, Wu Ling'er melesat maju.
__ADS_1
"Anak ini... belum menunggu aku setuju, tapi dia sudah maju duluan, hah". ucap Wu Tian, tapi dia tidak menghentikan Wu Ling'er.
Bam!
Terdengar suara benturan yang lumayan keras, Feng Dong serta orang orang disekitar membelalakkan matanya, didepan mata mereka, terlihat dua orang yang sedang mengadu tinjunya, tapi yang membuat mereka terkejut adalah, salah seorang yang mengadu pukulan adalah seorang gadis kecil, dan satunya seorang pria setengah baya.
"Tidak mungkin, kau bisa menghentikan pukulanku?!". ucap Feng Gong dengan tidak percaya.
"Ini saja kau bilang pukulan?, bahkan ini tidak sampai 5% kekuatan milik kakak". ucap Wu Ling'er tanpa ekspresi.
"Tidak mungkin... Siapa, siapa sebenarnya kalian?!". tanya Feng Gong dengan keringat di wajahnya, dia merasakan firasat buruk menatap Wu Ling'er.
Tanpa menjawab pertanyaan Feng Gong, Wu Ling'er langsung kembali melesatkan tinju nya, Feng Gong juga tidak mau lengah di pertarungan itu, lima menit berlalu mereka saling melancarkan pukulan atau tendangan, Feng Gong sudah kelelahan dengan keringat dan nafasnya terengah engah, sedangkan Wu Ling'er meski juga lelah, tapi dia hanya sedikit berkeringat.
"Ling'er, berapa lagi mau main main seperti itu, apa bisa menyelesaikan lebih cepat atau kakak saja yang selesaikan". ucap Wu Tian santai.
"Huh padahal lagi seru serunya, tapi baiklah". ucap Wu Ling'er. Feng Gong mengerutkan kening merasa ada yang salah, sedangkan orang orang di sekitar hanya bisa diam.
Bam! Krak! Swosh! Brak!
Dengan satu pukulan, terdengar suara benda patah dari tangan Feng Gong, dengan keras terlempar dan terjatuh dengan memuntahkan darah dari mulutnya, sekali lagi kejadian itu membuat semua orang membelalakkan mata, bisa diketahui seberapa kuat serangan Wu Ling'er tadi, mereka menatap Wu Ling'er dengan ngeri, lalu menatap Wu Tian dengan perasaan penasaran, adik nya saja sekuat itu lalu bagaimana kakaknya.
Tiba tiba dari dalam gedung, keluar seorang pria setengah baya dengan seorang wanita muda di samping nya, serta beberapa orang pria dengan jas rapi mengikuti, orang orang langsung menoleh kearah mereka.
"Tuan Jiang, itu tuan Jiang kepala keluarga Jiang". tiba tiba seseorang berteriak menunjuk ke arah pria setengah baya yang ada di paling depan, yang tidak lain adalah Jiang Yi.
"Kalau begitu, disebelahnua itu adalah putri tuan Jiang, nona Jiang Yu". ucap yang lain, orang orang sekitar menjadi ribut. Jiang Yi tidak menghiraukan dan tetap berjalan ke arah Wu Tian.
__ADS_1
Feng Dong yang membantu ayahnya berdiri, melihat ke arah Jiang Yi, terlintas sebuah ide di pikirannya, lalu di alngsing berjalan cepat ke depan Jiang Yi.
"Tuan Jiang kau harus membantuku, ayahku di hajar didepan tempatmu, padahal kami hanya ingin ikut kedalam pelelangan, tapi malah jadi seperti itu". ucap Feng Dong dengan air mata tipuannya, semua orang yang melihat itu menggelengkan kepala karena ketebalan wajah Feng Dong, tapi mereka hanya diam.
"Oh apakah begitu?". tanya Jiang Yi menatap datar Feng Dong, ada perasaan tidak enak di benak Feng Dong, tapi dia tidak menghiraukan dan kembali memasang wajah memelasnya.
"Benar tuan Jiang, mereka berdua adalah pelakunya, padahal kami hanya ingin mengatakan kalau bukan orang sembarangan yang bisa masuk ke pelelangan...%@#&$&@... dan ayahku dihajar". ucap Feng Dong dengan cerita dilebih lebihkan
"Apakah sudah bicaranya?". tanya Jiang Yi dengan wajah menghintam kepada Feng Dong.
"Sudah sudah". jawab Feng Dong cepat, tetapi sesaat kemudian.
Plak!!
Sebuah tanmaran keras mengarah ke pipi Feng Dong, sontak hal itu mengejutkan orang orang, Wu Tian dan Wu Ling'er hanya menatap datar kejadian itu, sedangkan Feng Gong yang terduduk lemah merasa punggung nya dingin.
"K-kenapa?". tanya Feng Dong dengan bingung memegang pipinya, darah juga keluar dari hidung nya.
"Kau kira aku buta hah, aku dari awal sudah melihat semuanya, tetapi karena adik Wu Tian yang menyuruhku diam, dari tadi aku sudah akan membunuh mu!". teriak Jiang Yi
Deg!
Pernyataan ini membuat Feng Dong lemas, Feng Gong yang tadi duduk langsung terjatuh, orang orang sekitar kembali melihat hal luar biasa.
...****************...
Hai semua, maaf baru baru ini banyak tugas dari sekolah, jadi saya sudah pusing duluan sebelum buat ngelanjutin cerita ini, tapi tetap dukung ya agar tetap semangat buat lanjutin cerita ini, kalian juga tetap semangat apapun yang kalian lakukan.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, share, dan kalau bisa tipsnya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR