MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
131. Sisa Jiwa


__ADS_3

Suasana tiba tiba menjadi lebih berat, aura hitam pekat yang membawa keganasan dan sombong merembas dari tubuh Mo Xie. Semua orang kecuali Wu Tian terdiam membeku, tubuh mereka bergetar dengan ketakutan yang jelas di mata mereka, sungguh aura yang menekan mereka.


"Hmp! Hanya sisa jiwa sampah saja". Mata Wu Tian terlihat bersinar, bersamaan dengan itu niat membunuh nya keluar dengan gila-gilaan.


"Lancang, siapa yang mengeluarkan niat membunuh pada Dewa ini...!". Suara menyeramkan itu menggelegar dengan aura hitam yang semakin tebal.


"Terlalu banyak omong kosong". Wu Tian tidak terpengaruh sedikitpun, niat membunuh nya saling bertabrakan dengan aura hitam, membuat suasana menjadi tegang dan ganas.


"Keluar!". Jari tangan kanan Wu Tian di dahi Mo Xie bergerak, itu secara perlahan terangkat dari dahi Mo Xie. Dengan terbungkus cahaya putih di ujung jari Wu Tian, ada asap hitam pekat yang ikut keluar dari dahi Mo Xie, secara perlahan keluar dan menjadi semakin padat dan besar.


"Graaa...! Mahluk rendahan, kau sudah membuat Dewa ini marah...!". Dengan teratur, asap hitam perlahan menggumpal, membentuk sebuah bentuk humanoid dengan jelas.


"Apa-apaan ini...!!!". Sebuah teriakan kaget keluar dari mulut Mo Kai, lutut nya sudah lemas menerima semua tekanan itu, keringat membasahi seluruh tubuh nya.


Mo Wei disamping juga tidak beda jauh, meski berusaha bersikap setenang nya, tekanan itu masih terlalu berat bagi nya, banyak pertanyaan yang terlintas di dalam benak nya. 'Mahluk mengerikan apa sebenar nya itu?! dan itu... dari tubuh cucuku sendiri?!'.


Yang Hao juga sama, disamping nya dia memeluk Yang Ran yang sangat tertekan, dia akan jatuh kapan saja. Apa yang bisa digambarkan situasi ini 'Mengerikan', itu adalah sesuatu yang tidak terduga dan tidak pernah dibayangkan.


Beberapa saat berlalu, gumpalan sosok humanoid menjadi lebih jelas. Asap hitam mulai berubah menjadi tubuh humanoid dengan setengah tubuh, melihat nya saja akan memberikan tekanan yang sangat besar. Tubuh nya tegak dan membawa kewibawaan yang terlihat jelas, rambut nya panjang, dengan wajah laki laki dewasa yang halus, ada keagungan terpancar dari nya.


Mata sosok itu tertuju ke Wu Tian, tatapan nya mengandung merendahkan, itu melihat Wu Tian seperti semut yang bisa ia injak dengan mudah.


"Mahluk rendahan! aku tidak tahu keberanian apa yang kau miliki, sampai sampai kau berani mengusik tidur Dewa ini!". Sosok itu membuka mulut nya, dan suara nya mengandung aura yang menekan.


"Dewa? Hanya sebuah secuil sisa jiwa mengaku diri nya Dewa? Sungguh omong kosong!". Suara Wu Tian pelan, tapi bisa terdengar dengan sangat jelas. Wu Tian memandang sosok itu dengan datar, bahkan ada penghinaan di mata nya.


"Lancang! Meskipun Dewa ini hanya tersisa sisa Jiwa, itu Sudak cukup untuk menampar mu sampai mati!". Sosok itu meraung marah, merasa terprovokasi oleh sosok kecil yang ada di depan mata nya.

__ADS_1


"Ha... Dari tadi hanya banyak omong kosong, Dewa? Siapa yang ingin kau bodohi, perlihatkan wujud aslimu!". Tangan kanan Wu Tian bergerak kembali ke depan wajah nya, kini jari telunjuk dan tengah nya menghadap ke atas, percikan cahaya putih semakin besar dan cerah dari kedua jari nya itu.


"Rrggghhhh...!!!". Sosok humanoid meraung rendah, tubuh nya yang terlihat agung tadi juga berubah. Tubuh sosok itu sedikit mengembang dengan otot otot menonjol, Wajah nya menjadi garang dan menyeramkan, mata nya menjadi sepenuh nya hitam tanpa pupil yang aneh, dari dahi nya secara perlahan muncul dua tonjolan, sampai itu memanjang dan membentuk dua tanduk melengkung. Bersamaan dengan berubah nya sosok itu, Mo Xie langsing terjatuh lemas.


"Iblis". Itu adalah kata yang cocok untuk sosok itu.


"Graa...! Mahluk rendahan, kau membuat ku menunjukkan sosok asliku, maka matilah!". Sosok itu meraung, langsung menyerang ke Wu Tian.


"Hmp!". Wu Tian mendengus dingin, memasang kuda kuda menyerang, tangan kanan nya mengepal dengan untaian cahaya putih mengelilingi nya.


Baam !


Sebuah ledakkan keras terjadi, itu menimbulkan efek kejut yang hebat, semua orang disekitar dipaksa menahan efek dari benturan itu


Setelah benturan itu ada setetes darah mengalir dari bibir Wu Tian Wu Tian, dia menerima dampak yang besar akibat benturan itu, sedangkan sosok itu masih melayang tanpa bergerak dari tempat. Namun terjadi perubahan ekspresi di wajah sosok itu, ada keheranan dan keterkejutan di mata nya.


Kekuatan Jiwa adalah kesadaran itu sendiri, bila kekuatan jiwa sudah mencapai tingkat tertentu, itu bisa digunakan untuk sebagai senjata. Apa yang membuat sosok iblis itu terkejut, yaitu untuk benar benar menggunakan jiwa sebagai senjata, itu sangat sulit dan perlu usaha dan sumber daya untuk melakukan nya.


Sosok iblis itu percaya kalau kekuatan jiwa nya sangat kuat, meskipun tidak sekuat saat dia masih hidup. Tapi untuk benar benar di tahan oleh Wu Tian, itu mengejutkan nya sampai berfikir apakah itu hanya keberuntungan.


'Meskipun Jiwa ku kuat, tapi itu masih sulit untuk melawan sisa jiwa ini', Mata Wu Tian berkedip dingin, tidak ada rasa takut ataupun gugup dari nya.


"Kakak...". Wu Ling'er menjadi khawatir, dia ingin melangkah ke Wu Tian, tapi Guang Yun menghentikan nya.


"Jangan Ling'er, itu berbahaya". Ucap Guang Yun, seraya meraih tangan Wu Ling'er. Saat itu lima bersaudara juga bergerak, langsung berdiri didepan Guang Yun dan Wu Ling'er.


Wu Tian menoleh ke arah itu, untuk melihat Wu Ling'er di pegang oleh Guang Yun. Wu Tian tersenyum lembut. "Ling'er, kakak akan menyelesaikan ini dengan cepat, tunggu saja". Ucap Wu Tian.

__ADS_1


"Tapi kakak...". Ada kecemasan di mata Wu Ling'er.


"Kalian berlima, Jaga mereka sebentar". Perintah Wu Tian.


"Baik". Jawab lima bersaudara. Mereka tahu mereka tidak bisa membantu bos mereka dalam mengenai sosok iblis, tapi mereka akan melaksanakan perintah untuk menjaga adik dan kekasih bos mereka.


Wu Tian hanya mengagguk pelan. "Yun, tolong jaga Ling'er sebentar". Wu Tian menoleh ke Guang Yun. Guang Yun tidak langsung menjawab, tapi diam sejenak.


"Tapi kau harus menjaga diri". Ucap Guang Yun tiba tiba, Wu Tian masih tersenyum, danengagguk.


"Kakak...". Wu Ling'er


"Percayalah kepada nya, dia pasti bisa mengatasi ini". Bujuk Guang Yun, menggenggam erat tangan Wu Ling'er. Wu Ling'er terdiam, akhir nya mengangguk kecil.


Guang Yun jelas juga merasakan hal yang sama, tapi melihat ekspresi tenang dari wajah Wu Tian, dia merasa kalau Wu Tian bisa mengatasi nya. Guang Yun mengatupkan gigi nya, merasa frustasi karena tidak bisa membantu.


"Apakah acara keluarga nya selesai?". Sosok iblis bertanya dengan tatapan merendahkan.


"Disini terlalu sempit, ayo ke tempat yang lebih luas". Ucap Wu Tian, langsung berlari ke taman belakang.


"Hahaha... mari aku lihat apa yang bisa kau lakukan untuk melawan". Sosok iblis tertawa liar, ikut ke arah Wu Tian.


...****************...


Hai semua, mungkin akan ada perubahan di tingkat kultivasi, saya akan membuat sitem kerja kultivasi nya yang sudah saya pikirkan, tunggu di cerita selanjut nya.


Jangan lupa like, komen, share, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁

__ADS_1


SEMOGA TERHIBUR


__ADS_2