
Dari atas sebuah dahan pohon yang tidak terlalu jauh, tiba tiba muncul seorang pemuda dengan busur yang mana jika orang lain yang melihat nya, maka pemuda itu akan dikira baru sekolah menengah karena tinggi badan nya, pemuda itu adalah Wu Fei.
"S-sejak kapan!?". Ucap Zhao Li dengan terkejut, rasa sakit di paha kanan nya membuat nyameringkuk tidak bisa bangun. 'Padahal tadi hanya ada 4, dan aku bahkan tidak menyadari keberadaan nya itu!'. Gumam Zhao Li dalam hati.
"Hm? aku dari awal sudah ada disini ketika kau mengintai diam diam". Jawab Wu Fei sambil turun dari pohon dan mendekat, Wu Fei juga sudah menyiapkan anak panah di busur nya.
"T-tidak mungkin! padahal aku sudah mengendap dengan hati hati, aku juga menyamarkan hawa keberadaan ku?!". Ucap Zhao Li dengan terkejut. Sebagai seorang dengan profesi pembunuh, bukan hanya kemampuan menyerang diam diam atau kecepatan yang perlu dilatih, tapi juga kemampuan menyelinap dan menyamarkan hawa keberadaan adalah kemampuan yang diasah terus oleh seorang pembunuh.
Zhao Li yang seorang pembunuh, sangat percaya diri akan kemampuan menyelinap dan menyamarkan hawa keberadaan. Namun, kenyataan nya sejak awal dia sudah diketahui keberadan nya, bahkan yang lebih mencengangkan nya lagi, Zhao Li tidak menyadari kalau dia dari awal sudah ketahuan.
'Ini bagaimana mungkin, aku adalah seorang pembunuh rank emas di organisasi, tapi ternyata aku seperti lelucon oleh nya.'. Gumam Zhao Li dalam hati dengan wajah gelap.
"Kakak ketiga, kau curang! dia mangsaku!". Teriak Wu Huo tiba tiba.
"Hm... siapa suruh tadi kalian ribut, untung saja aku disini, jika tidak dia akan kabur". Balas Wu Fei.
"Tch! ya ya, tapi kali ini biar aku yang melawan nya saja". Ucap Wu Huo, mendekat ke Zhao Li yang memegang paha nya yang tertembak panah.
'Sial! jika sudah begini, aku tidak punya pilihan lain'. Zhao Li sudah putus asa, dia sadar kalau kabur sudah tidak mungkin. Dengan berat hati, Zhao Li menggigit gigi disebelah kanan bagian belakang.
Namun tindakan muncurikan ini disadari oleh Wu Huo, dengan langkah cepat Wu Huo langsung menyingkat jarak mereka, langsung memegang rahang bawah Zhao Li dan meremas nya agar rahang atas dan bawah tidak bisa berhimpitan.
"Tidak semudah itu, kau masih berguna untuk kami sekarang. Tapi kau malah ingin menelan racun digigimu? tidak akan berhasil!". Ucap Wu Huo sinis, lalu memasukkan tangan nya ke mulut Zhao Li dan dengan paksa mencabut gigi yang ternyata ada racun nya.
"Meletakkan racun di gigi? kau cukup setia sampai berani melakukan itu, hanya karena tidak ingin membongkar informasi. Xiao Huo, kerja bagus". Ucap Wu Zhan, yang lain juga tidak menyangka itu akan terjadi.
"Hehehe siapa dulu, aku gitu". Ucap Wu Huo dengan bangga.
__ADS_1
"Hmph! tumben kamu berguna". Ucap Wu Shui.
"Apa katamu?! katakan sekali lagi!". Wu Huo langsung naik pitam.
Yang lain geleng geleng dengan dengan perkelahian saudara kembar itu. Tapi Wu Zhan segera menengahi."Sudah sudah, bukan saat nya untuk kita ribut ribut".
"Hmph!". Wu Huo dan Wu Shui saling membuang muka.
"Hei kau bangun!". Ucap Wu Huo kepada Zhao Li.
"Aku akan bangun dari tadi kalau bisa". Ucap jengkel Zhao Li, dia merasa tidak dihargai oleh mereke. Walaupun dia seorang musuh, tapi setidak nya dia ingin diperhatikan.
~Apalagi cewek kan hehehe
"Kau telan ini". Wu Huo melemparkan sesuatu seperti kelereng ke Zhao Li.
"Apa ini?!". tanya Zhao Li, memerhatikan sebuah benda bulat sebesar kelereng berwarna putih.
"Apa benar...?". Zhao Li memutar mutar untuk memeriksa Huifu Dan itu.
"Xiao Huo, apayang kamu lakukan? kenapa kau memberikan nya Huifu Dan itu?!". Tanya Wu Zhan bingung dan kaget. Wu Deng dan Wu Fei juga merasa tidak percaya.
"Hehe... tenang saja kakak sekalian, aku tahu apa yang aku lakukan ini". Jawab Wu Huo.
"Kamu...". Wu Zhan ingin bicara, tapi Wu Shui memotong nya."Kak, biarkan saja dia. Walaupun dia memang orang yang bodoh dan konyol, tapi dia tidaklah sebodoh itu". Ucap Wu Shui.
"Hei! Kau itu memuji atau mengejek?". Balas Wu Huo dengan kesal.
__ADS_1
"Baiklah lanjutkan saja, asalkan jangan ribut lagi". Ucap Wu Zhan memegang kening nya karena pusing.
"Yah... jika dia memang ingin kabur, aku tidak akan membiarkan nya". Ucap Wu Fei, Wu Deng juga mengangguk.
Wu Huo kembali mengarahkan pandangan nya ke Zhao Li, menyadari kalau orang itu masih ragu."Masih tidak makan?! kau kira itu adalah racun?. Heh! tidak perlu trik seperti itu hanya untuk membunuh mu". Ucap Wu Huo kesal.
"...". Zhao Li terdiam, apa yang dikatakan Wu Huo benar, dengan keadaan nya yang terpojok dan sudah terkepung. Dengan menghela nafas berat, Zhao Li langsung memasukkan Huifu dan ke mulut nya dan langsung menelan nya.
Zhao Li menutup mata karena menunggu nasib nya, Zhao Li bagaimanapun masih tidak begitu percaya, kalau itu bukan racun maka mungkin itu akan menyakitkan. Tapi tiba tiba perasaan aneh muncul, bukan racun mematikan atau menyakitkan, tapi perasaan hangat mengalir ke seluruh tubuh nya, khusus nya paha kanan nya.
"Perasaan hangat apa ini, bukan hanya terasa nyaman, tapi luka ku juga ternyata perlahan lahan sembuh, bahkan rasa sakit nya juga perlahan hilang". Ucap Zhao Li kaget, efek dari Huifu Dan benar benar diluar nalar Zhao Li.
Organisasi pembunuh tempat dia bergabung punya banyak sumber daya, banyak juga ahli pengobatan yang ada disana. Tapi semua itu sangat rendah dibanding efek Huifu Dan ini, luka sembuh, rasa sakit dari anak panah yang menancap di paha nya sudah benar benar hilang.
'Obat apa sebenar nya itu, aku tidak menyangka efek nya akan seluar biasa itu. Jika aku berhasil kabur dari sini dan melaporkan ini semua, statusku akan naik di organisasi!'. Gumam Zhao Li dengan keserakahan.
Tapi saat melihat sekitar, dia sadar kalau itu akan sangat sulit, tapi Zhao Li masih berniat untuk kabur bagaimanapun cara nya.
"Hehehe... karena kau sudah sembuh, maka ayo bertarung dengan ku. Hei ingat ini hanya pertarungan ku dan jangan ikut campur". Ucap Wu Huo tiba tiba.
Mata Zhao Li tiba tiba bersinar dengan ide di kepala nya, dia melihat kesempatan.'Hehe mereka seperti nya punya hubungan dekat, jika aku bisa mengalahkan dan menyandera nya, maka aku bisa mengancam yang lain agar aku bisa kabur'. Gumam Zhao Li dalam hati.
'Hehehe... ternyata itu berhasil'. ucap Wu Huo dalam hati.
...****************...
Hai semua, banyak banget yang harus dilakukan akhirr akhir ini, karena kurang nya jam belajar di sekolah membuat saya perlu belajar ekstra di rumah buat ujian. Terima kasih untuk yang selalu dukung, tungguin aja pasti up.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, share, vote dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR