
Wu Tian melesat menyerang langsung ke arah seorang pria paruh baya yang tidak menggunakan senjata, melihat Wu Tian mengincar dirinya, pria paruh baya meluncurkan pukulan nya, begitupun dengan Wu Tian.
Bam! drt! akh!
Kedua pukulan bertemu, dari tangan Wu Tian aluran listrik berderak, tangan pria paruh baya langsung bengkok ke arah berlawanan, aliran listrik juga menyebar di badannya sehingga badannya tidak bisa digerakkan.
"Pejuang kuno?!". teriak kaget delapan orang yang masih bertahan, mereka memandang Wu Tian dengan ketakutan, lebih dari sebelum nya.
"Sial sial sial sungguh sial karena memprovokasi seorang pejuang kuno, awal nya ingin merebut batu itu, tapi tidak terbayangkan kalau dia adalah seorang pejuang kuno". ucap pria paruh baya yang menggunakan sarung tangan dengan duri.
Tanpa ingin berlama lama Wu Tian kembali menyerang pria yang masih tidak bisa bergerak.
Bam! uhuk! Bruk!
Tangan Wu Tian langsung menghantam dada si pria paruh baya, menciptakan cekungan di dada pria paruh baya, pria paruh baya memuntahkan seteguk darah dan langsung ambruk, serangga kedua mati.
"Hei hei hei dimana keberanian kalian tadi, kenapa seorang diam saja?" tanya Wu Tian dengan seringai menyeramkan, tanpa menunggu jawaban delapan orang itu, Wu Tian kembali menyerang kearah seorang pria setengah baya yang membawa belati, pria setengah baya yang ditargetkan kembali fokus, langsung menyerang Wu Tian dengan belatinya.
Pria setengah baya menyerang Wu Tian dengan ganas, tapi Wu Tian selalu bisa menghindar dan membalas dengan memukul bagian sendi tngan dari pria setengah baya dengan, lama kelamaan karena bagian sendinya terus di pukul serta aliran listrik dari Wu Tian, pria setengah baya tidak bisa menggerakkan tangannya, melihat kesempatan Wu Tian merebut belati dan langsung menusuk pria setengah baya.
"Kau...uhuk". pria setengah baya memuntahkan darah dan langsung terjatuh, serangga ketiga mati. Tujuh orang yang masih diam tersadar, mereka tak menyangka kalau hanya dalam waktu beberapa menit, tiga orang sudah mati.
"Monster, dia adalah monster?!". teriak seorang wanita muda dengan cambuk ditangannya.
"Sialan, kalau begini terus maka kita juga akan mati". ucap pria paruh baha dengan pedang halus.
"Semuanya fokus serang bersama, tadi kita hanya tidak fokus!". teriak pria paruh baya paling kuat yang memegang sebuah pedang, semua orang menagguk dan menatap Wu Tian tanpa berani berkedip, solah olah kalau mereka berkedip itulah akhir mereka.
"Hahaha sudah kubilang serang bersama sama". ucap Wu Tian memandang mereka dengan pandangan merendahkan.
"Brengsek, serang!". teriak pria paruh baya dan langsung melesat ke arah Wu Tian diikuti yang lain, mereka menyerang Wu Tian dengan bergantian, orang dengan senjata jarak dekat menghalangi Wu Tian mendekati orang dengan senjata jarak menengah, serangan demi serangan mereka lancarkan ke Wu Tian, tapi Wu Tian bisa menghindar dan hanya terkena sedikit, bagaimanapun satu lawan satu Wu Tian sedikit kerepotan, beberapa saat Wu Tian menemukan sebuah celah dan langsung meluncurkan serangamnke arah pria paruh baya dengan pedang lembut.
__ADS_1
Swosh! Bam!
Tanpa ada perlawanan lagi, dengan hantaman tinju Wu Tian ke arah kepala pria paruh baya, serangga keempat mati, tanpa menghentikan gerakan kena yang tersisa terus menyerang, sampai sepuluh menit kemudian hanya tersisa tiga orang, pria paling muda, pria paruh baya paling kuat, serta wanita muda dengan cambuk, sedangkan yang lainnya sudah terkapar tidak bernyawa.
Hah hah hah
Ketiga orang itu terengah engah karena pertarungan itu, walaupun bisa dikatakan sebentar, tapi tenaga mereka sudah terkuras, sedangkan Wu Tian hanya sedikit berkeringat dan ada beberapa bagian pakaian sobek dan bekas luka.
"S-ialan, sebenarnya sosok monster apa yang sudah kita singggung ini". ucap wanita muda menyeka keringat.
"Tuan muda, sepertinya kita tidak bisa melawannya lagi". ucap pria paruh baya kepada pria muda yang membawa belati kembar.
"hah hah hah kalian alih perhatiannya sedangkan aku akan menyerangnya dari belakang". ucap pemuda itu sedikit berbisik, pria paruh baya dan wanita muda mengangguk.
"sekarang!". setelah teriakan pemuda itu, pria paruh baya dan wanita muda langsung kembali menyerang.
"Hei hei kalian menyerang agar teman kalian yang satu bisa lari?". tanya Wu Tian menghina.
"Itu". Wu Tian menunjuk ke arah belakang mereka, awalnya ragu mengira itu jebakan tapi saat mereka melihat kebelakang, mata mereka melebar saat melihat si pemuda sudah berlari menjauh.
"Karena sudah begini kalian mati sja, tapi tenaga saja teman kalian yang stu akan menusuk". saat ucapan itu keluar dari mulut Wu Tian, kedua orang itu merasa leher mereka dingin.
Slash! slash!
Saat merak kembali melihatbke Wu Tian, sebilah pedang halus mengarah ke leher mereka, saat berikutnya kepala mereka terpisah dari badan mereka dan langsung terjatuh diikuti tubuh mereka, serangga kedelapan dan sembilan mati.
"Satu lagi". ucap Wu Tian melemparkan pedang halis dari salah satu orang yang dia bunuh, saat kemudian Wu Tian menghilang dan hanya menyisakan sebuah aliran listrik.
"Hehehe kalian kira aku bodoh mau melawan monster itu, heh terima kasih karena memberi ku kesempatan untuk lari". ucap pemuda yang sedang lari.
Swosh!
__ADS_1
Tapi tiba tiba sebuah siluet samar yang ddikuti aliran listrik mendahuluinya, dan sesaat kemudian seorang pemuda yang tampan ada di depannya, pemuda yang lari langsung berhenti dan menatap pemuda didepannya yang tidak lain adalah Wu Tian dengan ngeri.
"Kau kira aku akan membiarkan mu lolos, jangan harap". ucap Wu Tian sinis.
"Kau...kau... jangan bunuh aku, kalau kau membunuhku maka ayah dan kakekku akan membalas mengejarmu". ancam pemuda itu dengan tubuh bergetar, belati kembarnya terjatuh saat berlari tadi jadi dia ketakutan.
"Oh kau kira aku jodoh, yang lain sudah mati dan disekitar sini tidak ada cctv, lalu siapa yang akan tahu kalau aku yang membunuh mu". ucap Wu Tian menyeringai.
"Ti-tidak jangan bergerak atau kutembak". ucap pemuda itu langsung mengambil sebuah senjata api dari celana nya dan menodong Wu Tian, 'Sial dia punya senjata api, kultivasi ku masih di pengumpulan energi dan belum bisa menghentikan peluru sekarang, tapi kalau hanya menghalau aku bisa, tapi cukup merepotkan'. gumam Wu Tian dalam hati.
"Oh ternyata kau punya senjata api". ucap Wi Tian tenang dan berjalan perlahan ke arah pemuda itu.
"J-jangan bergerak". ancam pemuda dengan tangan gemetar, tapi Wi Tian tetap mendekatinya.
Dor!
Pemuda itu enekan pelatuk nya dan peluru langsung melesat ke arah Wu Tian, dengan gerakan halus Wu Tian melapisi tangannya dengan Qi dan membelokkan nya ke samping, melihat kesempatan Wi Tian menerjang dan langsung merebut senjata api dari tangan pemuda yang gemetaran, setelah merebut senjata api Wu Tian menodongkan nya tepat ke arah kepala pemuda itu.
"Ja-jangan..." pemuda yang di todong tubuhnya gemetaran dan memeohon, tapi Wu Tian tidak peduli dan menekan pelatuk.
Dor!
Peluru langsung menerjang kepala pemuda dan pemuda itu langsing terjatuh, serangga terakhir mati.
"Itu konsekuensi kalau berani memprovokasiku". ucap Wi Tian, lalu Wu Tian membakar mayat mayat sepuluh orang itu sampai menjadi abu dan hilang, Wu Tian mengambil semua barang mereka termasuk senjata api, Wu Tian mendapan beberapa senjata dan batu giok dari mereka, Wu Tian menaruh barang barangnya di spacial ring. Setelah selesai Wu Tian kembali ke arah parkiran, langsung mengendarai mobilnya.
...****************...
Hai semua, mohon dukungannya dong agar saya lebih semangat, maaf juga ya lambat up karena masih baca baca novel yang lain cari refrensi.
Jangan lupa like, komen, share dan kalau bisa tipsnya hehehe 😁😁😁
__ADS_1
SEMOGA TERHIBUR