
Mulai dari tangkai, kelopak bunga sampai benang sari nya, semua bagian dari bunga itu berwarna merah darah yang berkilau, terlihat cantik dan menyeramkan saat yang bersamaan. Aroma yang memabukkan menyebar dari bunga itu, membuat Guang Yun menatap bunga itu dengan diam, perlahan bunga itu turun perlahan, dengan refleks Guang Yun menangkap di atas telapak tangan nya.
"Ini... bunga apa ini, warna merah ini seperti darah sungguhan, seakan akan bunga itu terbentuk dari darah". Ucap Guang Yun.
Aura itu terasa halus namun menekan, darah di sekujur tubuh nya terasa mendidh dan mengalir dengan deras nya. Dalam kebingungan Guang Yun, aura dari bunga ditangan nya saat ini seperti sedikit terhisap ke tubuh Wu Tian, membuat kulit pucat Wu Tian sedikit membaik. Namun, itu hanya sesaat karena darah nya yang dihisap lebih cepat dari efek bunga itu.
Guang Yun menyadari nya, karena ingin mencoba kebenaran yang pasti, Guang Yun mendekatkan bunga ditangan nya ke Wu Tian. Benar saja, efek dari bunga itu menguat begitu didekatkan dengan nya, namun itu masih lebih lemah dari darah nya yang tersedot.
Menatap bunga itu, lalu kembali menatap Wu Tian, Guang Yun mempunyai ide namun ada keraguan di hati nya."Mungkin ini bisa menyembuhkan Wi Tian, namun aku takut dia tidak akan bisa menahan efek nya yang kuat ini". Guamam Guang Yun dengan bimbang.
Namun melihat kulit Wu Tian yang semakin pucat, membuat Guang Yun semakin bingung apakah akan menggunakan itu kepada Wu Tian, dihadapkan dengan waktu yang menegangkan membuat Guang Yun berfikir dengan sangat keras.
Tiba tiba sebuah ide muncul di benak nya."Akai sehelai saja!". Ucap Guang memutuskan, langsung memetik sehelai kelopak bunga itu.
"Kalau menyuapi nya dengan cara biasa, mungkin itu tidak akan berhasil tertelan oleh nya". Gumam Guang Yun, muka nya memerah namun hati nya sudah siap.
"Dengan kamu yang mengambil ciuman pertamaku, aku rela". Ucap Guang Yun tersenyum.
Guang Yun langsung memasukkan sehelai kelopak bunga itu ke mulut nya, lalu segera menyodorkan bibir nya ke bibir Wu Tian, kedua bibir itu bertemu satu sama lain, namun Guang Yun menyadari kalau gigi Wu Tian menghalangi kelopak bunga yang di suapi dengan mulut nya.
Tanpa ada keraguan, Guang Yun menjulurkan lidah nya ke gigi Wu Tian yang tertutup rapat, berusaha dengan menggeliatkan lidah nya agar gigi Wu Tian terbuka. Dengan usaha nya, akhirnya Guang Yun berhasil menyelipkan lidah nya ke dalam mulut Wu Tian, lidah nya bertemu dengan lidah Wu Tian membuat hati nya berdetak kencang, namun menghiraukan karena masih fokus dengan hal yang dilakaukan nya.
__ADS_1
Saat nya langkah berikut nya, lidah Guang Yun memainkan lidah Wu Tian, sehingga kelopak berpindah ke lidah Wu Tian. 'Kumohon hal ini berhasil, aku tidak ingin kehilangan mu'. gumam Guang Yun dalam hati, lalu Guang Yun menyalurkan air liur nya ke mulut Wu Tian, supaya mendorong kelopak bunga agar tertelan oleh Wu Tian, dan itu berhasil.
Begitu kelopak bunga masuk ke dalam tubuh nya, perlahan kelopak bunga itu mengeluarkan meledakkan aura yang kuat di dalam tubuh Wu Tian, darah yang terus terserap yang menyebabkan pasokan darah nya mengering, kini darah baru mulai bertambah melimpah dengan bertambah murni dari sebelum nya.
Seselai memasukkan kelopak bunga ke mulut Wu Tian, Guang Yun berniat melepaskan bibir nya dari Wu Tian, namun tiba tiba tangan kiri Wu Tian memeluk dan menghalangi nya, serta lidah Wu Tian mulai bergerak, bermain dengan lidah Guang Yun.
'Ini...apakah dia sudah sadar?!'. gumam Guang Yun terkejut. Awal nya dia masih kaget dan terdiam, namun kemudian Guang Yun juga memainkan lidah nya, saling bencengkrama dengan lidah Guang Yun, membuat kedua nya memerah dengan ciuman panas itu.
sepuluh menit berlalu, dan kedua nya masih memainkan lidah mereka. Tiba tiba Pedang di tangan kanan Wu Tian menyala terang, dalam proses nya pedang itu berusaha melawan, namun dengan keinginan Wu Tian yang kuat, serta kelopak bunga yang disuapkan Guang Yun, memberikan waktu bagi Wu Tian untuk melawan pedang itu, dan kini otoritas dari pedang itu sudah ditekan, dan ada di bawah kendali Wu Tian.
Tiba tiba pedang yang mental mulai menjadi cahaya merah darah, langsung melesat ke punggung tangan kanan Wu Tian, sebuah simbol pedang berwarna merah darah muncul dengan cahaya merah darah cerah, perlahan simbol itu hilang meresap sepenuh nya ke tangan Wu Tian.
Mata Wu Tian perlahan terbuka, merasakan hal lembut di dalam mulut nya yang bermain dengan lidah nya. Saat berikut nya dia menyadari apa itu, Guang Yun memeluk nya dengan erat, bibir nya dan bibir Guang Yun yang kini bersatu, sudah jelas apa yang ada di dalam mulut nya itu
Kedua nya masih ngos ngosan setelah melakukan cuman panas begitu lama. Ada senyum di sudut bibir Wu Tian. "Maaf sudah membuat mu khawatir, sayang~". Ucap Wu Tian dengan senyum terbaik nya.
Guang Yun terdiam, hati nya seakan akan keluar kapan saja."A-apa yang kau katakan?!". Tanya Guang Yun seakan salah dengar.
"Ada apa, sayang?". Tanya Guang Yun lembut.
"A-a a apa maksud mu?!". Tanya Guang Yun lagi dengan tidak percaya.
__ADS_1
"Maksud ku apa apa nya?". Tanya Wu Tian balik.
"M maksudku, kenapa kau memanggilku seperti itu?!". Tanya Guang Yun dengan pipi memerah tomat.
"Hm? kau itu wanitaku, kenapa kau bertanya dengan bingung begitu?". Ucap Wu Tian menyatakan langsung.
Boom!
Hati Guang Yun melonjak, pandangan nya benar benar terhenti di wajah Wu Tian, hanya ada Wu Tian dan diri nya dan dunia hanya hiasan. Tanpa sadar air mata keluar dati sudut mata nya, kini air mata itu sangatlah jernih mengalahkan mata air terjernih di dunia.
"Kamu kenapa, apakah kamu tidak bersedia?". Tanya Wu Tian.
Guang Yun menggelengkan kepala nya cepat, mantap Wu Tian dengan senyum bahagia, sesaat kemudian langsung memeluk Wu Tian tanpa ragu. "Aku bersedia, aku bersedia menjadi milik mu". Ucap Guang Yun dengan air mata bahagia.
Wu Tian tersenyum dan membalas pelukan nya."Sekarang, aku juga milikmu". Ucap Wu Tian.
Kebahagiaan Guang Yun memuncak, air mata bahagia nya mengalir ke pipi nya."Iya, sayang~".
...****************...
Hai semua, beberapa hari ini saya ada banyak tugas sekolah, dan saya selalu dapat jadi bagian membuat presentasi nya, jadi saya beberapa malam ini harus begadang, ngeselin nya lagi kemarin padahal idah jadi presentasi nya, eh malah laptop kurang ajar itu eror dan harus ulang, hadeh... kurang enak badan, hati mnggu milih istirahat.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, share, vote, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR