MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
65.Akhir pelelangan sesi pertama


__ADS_3

"Semua pasti sudah tahu, seberapa sulit untuk mendapat mobil ini yang satu ini, dan hari ini kesempatan, kesempatan untuk mendapat mobil yang sangat di idam idamkan oleh banyak orang, jadi mari kita mulai penawarannya, harga awal adalah 20 juta kredit dan penawaran tidak boleh di bawah 500 ribu kredit". ucap Jiang Yu.


"20.500.000 kredit".


"21.000.000 kredit".


"22.000.000 kredit".


...


Dari kursi bawah, orang Irang langsung berteriak untuk menawar, bahkan tawaran tidak berhenti sampai harganya mengapa 30.000.000 kredit. Mendengar semua tawaran harga mobil itu, Wu Tian cukup terkejut, walaupun memang banyak orang yang menginginkannya, tapi Wu Tian tidak mengharapkan kalau harga dari mobil itu akan sangat tinggi.


"Woah... aku baru kali ini mendengar uang sebanyak itu, dan hanya untuk sebuah mobil saja?!". Wu Ling'er yang duduk di sebelah Wu Tian, tampak takjub mendengar suara suara penawaran itu, baginya 100.000 kredit saja sudah sangat banyak, dan sekarang dia mendengar berkali kali lipat dari itu dan hanya untuk sebuah mobil.


"Memang sudah sewajarnya, The Black Prince adalah mobil yang sangat sulit untuk dimiliki, bahkan untuk orang dengan uang yang banyak, hanya orang dengan kedudukan dan berpengaruh yang dapat memilikinya, itu juga terbatas". ucap wanita disamping.


"Hm... kalau begitu, bagaimana kakak bisa mendapat mobil itu?" tanya Wu Ling'er penasaran.


"Kakak beli fi toko mobil milik paman Lan, aku mendapat mobil itu dengan poyongan 50%, bahkan awalnya paman Lan ingin memberikan gratis, tapi aku menolaknya dan membayar dengan potongan 50% dengan syarat aku menerima dua jam tangan, itu sebab nya aku memberimu jam tangan itu". ucap Wu Tian menunjuk ke jam tangan di lengannya dan Wu Ling'er.


"Awalnya aku tidak mengira kalau mobil sangat terkenal, Paman Lan hanya memberitahu ku, kalau mobil ini diberikan oleh sesorang yang sudah aku selamatkan". lanjut Wu Tian.


"Jadi begitu ceritanya, tapi siapa orang yang sudah kakak selamatkan, yang dimaksud paman Lan itu?". tanya Wu Ling'er.


"Ada seorang lelaki tua, kakak menemukannya saat penyakitnya kambuh di pasar, kakak yang kebetulan disana membantunya, dan dia memberi kakak kedua kartu ini, kakak tidak terlalu mengenalnya dan kakak hanya tahu kalau namanya Wu Leng". ucap Wu Tian.


"Wu Leng?, apa dia...". Wu Ling'er ragu untuk mengucapkan sesuatu, dia sedikit melirik ke arah wanita di samping. Wanita disamping mengerti, sedikit menunduk dan langsung keluar.


"Kakak memang sedikit curiga, kemungkinan apa yang Ling'er pikirkan itu memang benar". ucap Wu Tian setelah wanita itu keluar. Mendengar apa yang diucapkan kakanya, ekspresi Wu Ling'er tiba tiba menjadi aneh, Wu Ling'er mencengkram tangannya dengan erat, Wu Tian yang melihat itu langsung mengelus kepala Wu Ling'er.


"Jangan khawatir, kakak selalu bersama dengan Ling'er". ucap Wu Tian menenangkan Wu Ling'er.


"Nn". Wu Ling'er mengangguk dan dia mulai merasa tenang. 'Aku yang dulu sudah berubah, kali ini tidak ada yang bisa memisahkan aku dan keluarga ku, bila ada yang berusaha memisahkan kami, siapapun itu maka akan aku hilangkan'. gumam Wu Tian dalam hatinya.


Disaat kedua kakak beradik itu mengobrol, pelelangan masih berlangsung dengan tawaran tawaran dari orang di kursi bawah, sedangkan orang di kamar VIP belum menawar sampai saat ini.


"50.000.000 kredit". tiba tiba sebuah penawaran jatuh, semua orang langsung menatap sumber suara itu, yang ternyata dari kamar VIP nomer 5.


"Woah akhirnya orang di kamar VIP menawar".


"Siapa ya orang di balik kamu itu, terdengar seperti masih muda".


"pasti seorang tuan muda dari keluarga besar, atau bawahannya".


Orang orang di kursi bawah berbisik bisik menebak identitas orang dari kamar nomer 5, orang orang dari dalam kamar juga memerhatikan kamar nomer 5, mereka mencoba mengira ngira siapa orang di balik kamar, setiap orang berhati hati agar tidak menyinggung orang dengan pengaruh yang tinggi, apalagi kalau pengaruh orang itu lebih tinggi dari dirinya.

__ADS_1


"55.000.000 kredit". tiba tiba tawaran lain datang dari kamar VIP nomer 8, orang orang mengalihkan pandangannya ke kamar nomer 8.


"Woah ada dari kamar VIP lain yang menawar".


"Sepertinya akan ada pertunjukan seru nih".


"Hus diam, kalau orang dari kamar VIP mendengar, tamat kau".


"Hiik aku keceplosan, semoga mereka tidak dengar".


Orang orang kembali berbisik bisik, kali ini mereka membicarakan tentang orang di kamar nomer 8.


"Ho sepertinya ada orang lain yang menawar, apakah kau berniat melawanku?". tanya orang dari kamar nomer 5.


"Anak muda, ini adalah pelel gan dan siapa saja boleh menawar, kalau kau ingin barang maka tawar saja". balas orang dari kamar nomer 8.


"Kau... baiklah kalau kau ingin melawanku, akan kuladeni, 56.000.000 kredit". ucap orang dari kamar nomer 5.


"Hahaha mari kita lihat siapa yang akan memenangkannya, 57.000.000 kredit". ucap orang dari kamar nomer 8.


"58.500.000 kredit".


"59.000.000 kredit".


"79.000.000 kredit adalah yang terakhir yang bisa ku tawar". ucap orang dari kamar nomer 8.


"Hahaha kelihatannya kau menyerah juga, kalau begitu 80.000.000 kredit, kalau lebih aku berhenti". ucap orang dari kamar nomer 5.


"80.500.000 kredit". tiba tiba orang di kamar nomer 8 kembali menawar.


"Hei pak tua, kau bilang kau berhenti menawar kenapa menawar lagi". teriak orang dari kamar nomer 5.


"Oh apakah begitu, perasaan aku tidak bilang begitu". ucap orang dari kamar nomer 8.


"Kau... kau ingin melawan ku Yu Bao, tuan muda keluarga Yu dari Jiangbei". ucap orang dari kamar nomer 5.


"Oh ternyata keluarga Yu, pantas saja terdengar tidak asing, apakah kau juga ingin melawan keluarga Gu". ucap orang dari kamar nomer 8.


"Ternyata kalian keluarga Gu?!". orang dari kamar nomer 5 terdengar menjadi marah.


"Keluarga Yu dan keluarga Gu, keduanya dari Jiangbei, tapi kenapa mereka seperti tidak akrab".


"Kau tidak tahu, keluarga Yu dan Gu itu terkenal bermusuhan".


orang orang kembali berbisik bisik, suasana lelang kembali menegang dengan perselisihan dua orang ini, tapi sesaat kemudian.

__ADS_1


"Kalian ribut sekali, hanya dua keluarga dari kota kecil saja sangat berisik, 100.000.000 kredit, tuan mudaku menginginkan mobil itu". ucap orang dari kamar nomer 2.


Suasana yang tadinya ribut menjadi hening, semua orang menatap ke kamar nomer 2, mereka penasaran siapa yang berani bilang hal yang mengejutkan itu.


"Kurang ajar, siapa kau berani mengatakan itu". ucap marah orang dari kamar nomer 5.


"Apakah kau berfikir kau hebat, sehingga berbicara seperti itu tentang keluarga Gu". ucap orang dari kamar nomer 8.


"Memang kenapa, aku adalah bawahan tuan muda Mo Xie". ucap orang dari kamar nomer 2 dengan santai.


Setelah kata kata itu semua orang terdiam, tidak terkecuali orang dari kamar nomer 5 dan 8. Walaupun kelurga mereka memiliki kedudukan tinggi di Jiangbei, tapi bagaimanapun Jiang Bei adalah kota yang lebih kecil dari Chuzhou, serta mereka tahu tidak akan bisa melawan keluarga Mo, salah satu dari empat keluarga besar Chuzhou.


"Apakah sekarang kalian ingin melawan keluarga Mo?". tanya orang dari kamar nomer 2.


"T-idak tentu tidak, maaf saya tidak tahu anda dari keluarga Mo, saya benar benar minta maaf". ucap orang dari kamar nomer 5.


"Sebuah kebodohan kalau ingin melawan keluarga Mo anda, maaf saya tidak mengenal anda sebelum nya". ucap orang dari kamar nomer 8.


"Hahaha bagus bagu, kalau begitu tidak ada yang keberatan kan kalau tuan mudaku mendapat mobil ini?". tanya orang dari kamar nomer 2.


"Iya iya tentu saja". orang dari kamar nomer 5 dan 8 langsung mengiyakan dengan cepat, yang lain juga hanya diam.


"Kalau begitu, nona Yu apakah bisa mengumumkannya sekarang?". tanya orang dari kamar nomer 2.


"Baiklah,apakah tidak ada yang menawar lagi? 1 2 3 ,kalau begitu selamat barang terakhir di sesi pertama dimenangkan oleh kamar nomer 2. Istirahat 10 menit, sebelum melanjutkan ke sesi kedua". ucap Jiang Yu mengakhiri sesi pertama pelelangan.


"Kakak orang itu sombong sekali". ucap Wu Ling'er dari balik kamar nomer 1.


"Iya itu wajar karena mereka memang memiliki kedudukan tinggi, Ling'er berhati hati dengan orang seperti mereka". ucap Wu Tian mempringatai Wu Ling'er.


"Kenapa?". tanya Wu Ling'er.


"Setiap orang memiliki sifat berbeda beda, apa yang dilihat di depan belum tentu yang sebenarnya, Ling'er akan mengerti nanti". ucap Wu Tian dengan pandangan serius.


"Apa kakak membenci orang seperti itu?". tanya Wu Ling'er sekali lagi.


"Kakak tidak membenci mereka, tapi kalau menyinggung kita, maka lain ceritanya". ucap Wu Tian dengan pandangan serius.


...****************...


Hai semua, maaf lama up karena beberapa mau saya perbaiki dan ubah, maaf kalau beberapa masih typo atau kesalahan lainnya, kalau kalian menemukan ada kesalahan, tolong beritahu agar saya bisa perbaiki.


Jangan lupa like, komen, share dan kalau bisa tipsnya hehehe 😁😁😁


SEMIGA TERHIBUR

__ADS_1


__ADS_2