
"...". Empat bersaudara itu terdiam melihat Wu Huo yang tersenyum senang, sementara Zhao Li yang keluar darah di mulut nya.
"Pft... hahhahha... Xiao Huo, kau benar benar jahat, lihat orang ini sampai muntah darah oleh mu hahaha...". Sura tawa Wu Fei menghilangkan keheningan itu.
"Hahaha... aku tidak pernah mengira kalau kau ternyata memanfaatkan nya sebagai percobaan. Sungguh licik... tidak, tapi cerdik hahaha...". Suara tawa Wu Deng mengikuti.
"Xiao Huo, kau ini... aish ...". Wu Zhan tersenyum pasrah melihat kelakuan Wu Huo itu, Wu Zhan sudah tidak bisa berkata kata lagi oleh kelakuan Wu Huo.
Wu Shui memegang dahi nya, merasa tidak berdaya oleh pengakuan saudara kembar nya itu. Sebenar nya Wu Shui merasa hal aneh dari awal, karena Wu Huo malah memberikan Zhao Li pill, sebab dia tahu bagaimana sifat asli Wu Huo. Walaupun Wu Huo itu orang yang suka bertarung secara adil, tapi dia tidak akan sebodoh itu sampai memberikan Zhao Li sebuah Pill yang menyembuhkan nya, ditambah kalau saat ini mereka memiliki tanggung jawab untuk melindungi Wu Ling'er saat Wu Tian tidak ada.
"Jadi itu hal yang kamu maksud kemarin, kalau ingin menunjukkan sesuatu keboss?". Wu Shui bertanya.
"Hehe... iya. Aku sebenar nya ingin boss menilai nya, eh ternyata ada kesempatan untuk menguji coba nya dulu,jadi nanti aku akan membuat sekaligus mencoba menyempurnakan nya". Jawab Wu Huo.
Mendengar itu Wu Shui sedikit terkejut kalau Wu Huo ingin memulai apa yang tidak dia biasa nya Wu Huo lakukan, yaitu bekerja dan memeras otak nya. "Owh... si otak otot akhir nya ingin mengandalkan otak nya? apakah ayam jantan sudah bertelur?".
Wu Huo langsung melototi Wu Shui, langsung melontarkan kata ejekan."Diam kau, wajah suram".
"Otak otot".
"Wajah suram".
"Otak otot".
"Wajah suram".
...
...
Sekali lagi perkelahian dua saudara kembar itu membuat ketiga saudara nya yang lain tidak bisa berkata kata lagi, mereka hanya bisa menonton mereka. Sampai tiba tiba sebuah suara langkah kaki terdengar.
Tap! Tap! Tap!
Wu Huo dan Wu Shui langsung diam, lalu mereka menoleh ke suara langkah kaki itu, tiga saudara nya yang lain juga menoleh ke arah itu.
__ADS_1
Ternyata itu adalah Wu Ling'er yang turun dari tangga, Wu Ling'er melangkah turun perlahan. Namun Wu Ling'er tampak berbeda dari biasa nya, karena saat ini wajah riang nya dan penuh senyum nya hilang,digantikan wajah khawatir dan tampak gelisah.
Begitu Wu Ling'er sudah di depan mereka, langsung saja dia bertanya."Masih belum ada kabar tentang kakak ku?".
Lima bersauda itu menunduk, tidak berani menjawab pertanyaan itu, mereka juga merasa bersalah dan tak berdaya. Tidak mendapat jawaban dari mereka, Wu Ling'er tertunduk dengan garis hitam di wajah nya.
Wu Zhan sebagai yang tertua disana benar benar merasa bersalah, tapi dia mencoba menjawab mewakili saudara saudara nya. "Maaf nona Ling'er, kami sudah mencoba mencari bos kemana mana, keluarga Lan dan Wang juga sudah membantu mencari bos, tapi belum ditemukan. Tapi nona Ling'er jangan khawatir, kami pasti akan menemukan bos secepat nya, kami mendapat kabar kalau posisi terakhir bos ada di sebuah gedung kosong di tengah kota".
Mendapat jawaban itu Wu Ling'er langsung mengangkat kepala nya, ada harapan yang jelas Dimata nya."Lalu tunggu apalagi, cepat bawa aku kesana. Aku bisa mencari kakak juga,jadi semakin cepat kakak ditemukan!".
Wu Zhan terdiam sejenak, nampak ragu saat sedikit melirik saudara saudara nya. Namun mereka juga terdiam."Ini... Saya minta maaf, tapi aku tidak bisa melakukan itu".
"Kenapa?!". Tanya Wu Ling'er sedikit kesal.
"Bukan nya kami tidak ingin, tapi boss sudah meminta kami untuk menjaga nona Ling'er. Dan saat ini ada orang yang tidak diketahui sedang menargetkan boss, jadi kami khawatir kalau nanti nona Ling'er akan dalam bahaya.". Jawab Wu Zhan. Walupun dia sudah bertambah kuat, namun terancam musuh yang tidak diketahui siapa dan berapa banyak, dia tidak bisa memastikan bisa melindungi Wu Ling'er.
"T-tapi... tapi aku ingin mencari kakak". mata Wu Ling'er sudah berkaca kaca. Ini membuat lima bersaudar semakin tertekan.
"Maaf". Hanya kata itu yang keluar dari mulut Wu Zhan, empat saudara nya juga menunduk tertekan.
Namun dengan sigap Wu Fei melesat dan menghalangi di depan Wu Ling'er.
"Minggir, aku ingin mencari kakak!". Ucap Wu Ling'er.
"Maaf, tapi terlalu berbahaya untuk anda keluar". Jawab Wu Fei.
"Aku tidak peduli, aku hanya mau kakak ku!". Suara Wu Ling'er sedikit meninggi. Tapi Wu Fei tidak bernjak,masih berdiri didepan Wu Ling'er.
Wu Ling'er mengepalkan tangan nya erat, tapi kemudian perlahan sedikit tenang. Wu Ling'er kini berbalik, langsung pergi ke taman belakang dibawah tatapan bersalah lima bersaudara.
...
Sejenak suasana hening, sampai tiba tiba Wu Zhan mengeluarkan suara nya.
"Baiklah, sekarang jangan bercanda lagi. Xiao Deng, bawa penyusup ini ke ruangan bawah. Xiao Huo dan Xiao Shui, ambilkan alatdan bahan untuk membuat nya berbicara. Sedangkan kau Xiao Fei, pantau nona Ling'er!".
__ADS_1
"Baik!". Tanpa pertanyaan lagi, mereka langsung mengerjakan tugas masing-masing.
Wu Fei langsung menyusul Wu Ling'er, Wu Zhan dan Wu Deng membawa Zhao Li ke ruangan bawah,sedangkan Wu Huo dan Wu Shui menyiapkan alat dan bahan.
Disebuah ruanga yang gelap, Zhao Li di ikat di di tangan nya dan digantung, sementara Wu Huo dan Wu Deng berdiri di samping. Beberapa saat Wu Huo dan Wu Shui datang dengan beberapa barang.
"Xiao Shui, pasang formasi kedap suara!". Perintah Wu Zhan. Wu Shui langsung mengerjakan nya, walupun masih sangat lebih buruk dari Wu Tian, tapi akhir nya Wu Shui berhasil membuat formasi kedap suara sederhana.
"Xiao Huo". Wu Zhan memberikan kode ke Wu Huo, Wu Huo mengagguk dan berjalan ke Zhao Li dengan sebuah ember dengan air didalam nya, asap dari air menandakan kalau itu air panas.
Buyur!
"Aaaarrrrkkkkhhhh!". Zhao Li langsung sadar dengan rasa sakit di wajah nya, mencoba memegangi wajah nya tapi tidak bisa karena tangan nya di ikat.
"A-mau apa kalian!?". Rasa ketakutan menusuk sampai tulang.
"Membuat mu berbicara".
"Argghhh...".
"Gahh...".
...
...
Suara suara penuh pilu berlanjut, tapi tidak terdengar jelas dari luar berkat formasi sederhana yang dibuat
...****************...
Hai semua, beberapa hari ini saya benar benar nggak ada ide. Saya rasa ada beberapa yang kurang pas dan mengganggu pikiran saya soal cerita ini, saya terlalu banyak merencakan untuk kedepan nya. Terima kasih untuk kalain yang tetap mendukung saya.
Jangan lupa like, komen, share, vote, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR
__ADS_1