
Zhao Li merasakan kalau pisau nya menusuk dinding daging, pisau kecil itu mengalirkan darah merah. Namun raut wajah Zhao Li tampak menghitam, sebab saat ini pisau ditangan nya gagal menikam dada Wu Huo, namun tertancap di lengan kiri Wu Huo.
'Gagal?!'. Dalam hati nya Zhao Li berteriak dengan perasaan gusar.
Dalam suasana itu, dengan memusatkan kekuatan nya di kepalan tangan kanan nya, Wu Huo langssung menyerang Zhao Li. Zhao Li masih terpaku akan kegagalan nya menikam dada Wu Huo, tapi bisa merasakan krisis yang serius saat Wu Huo akan memukul nya. Namun reaksi nya terlalu lambat, pukulan Wu Huo lebih cepat.
Baam!
Pukulan keras Wu Huo tepat mengenai ulu hati Zhao Li, membuat tubuh Zhao Li terlempar sepuluh langkah dan langsung terlentang ditanah. Zhao Li menatap langit di atas nya, tiba tiba pengelihatan nya menghitam, sehingga gambar langit itu mulai kabur. 'Ah... sial...'. perasaan kesal dan menyesal menyelimuti nya, kesal karena gagal melarikan diri, serta menyesal sudah menerima misi ini, sampai pandangan nya gelap dan dia benar benar pingsan.
"Huh...huh... hehe... terima kasih, kak Fei". Wu Huo dengan sekali tarikan mencabut pisau di lengan nya, lalu menoleh ke tempat dimana saudara saudara nya, tepat nya ke Wu Fei yang kini mengangkat busur nya seperti sudah melepaskan panah.
Sebenar nya kalau hanya mengandalkan reaksi nya, Wu Huo pasti tidak akan bisa menghindari sepenuh nya serangan Zhao Li, dan Wu Huo mengetahui itu. Serangan Zhao Li itu sangat cepat dengan jarak yang sangat pendek, perlu kemampuan yang tinggi untuk bisa menghindari nya.
Dan sebenar nya, dalam jangka waktu yang sangat singkat itu, Wu Fei masuk dalam konsentrasi ekstrim, mengangkat busur nya untuk menyerang. Dengan memadatkan elemen angin menjadi anak panah yang tidak tajam namun cepat, dalam sepersekian detik pisau Zhao Li akan menikam dada Wu Huo, sepersekian detik itu juga Wu Fei telah melepas anak panah itu. Dengan fokus yang masuk ke kondisi ekstrim, akurat dan bentuk senjata menjadi sesuai dengan apa yang diinginkan Wu Fei.
Anak panah angin langsung mengenai bahu kiri Wu Huo, menyebabkan tubuh nya berputar ke kiri, sehingga pisau Zhao Li malah tertancap di lengan Wu Huo. Meskipun Wu Huo tidak terlalu jelas akan kejadian yang terjadi sangat cepat itu, tapi dari mereka semua hanya Wu Fei yang memiliki elemen angin.
Segera, empat saudara nya menghampiri Wu Huo yang tersenyum konyol ke arah mereka.
Burgh!
Sebuah pukulan dari Wu Zhan menghantam kepala Wu Huo. Pukulan Wu Zhan cukup keras sehingga membuat benjolan besar dengan asap mengepul dari atas nya.
"Kau terlalu ceroboh, coba telat sedikit saja. Pisau itu tidak hanya menancap di lengan mu, tapi akan menancap di dada mu". Wu Zhan mengomeli dengan suara nya yang tegas, tapi mata nya tidak bisa berbohong akan perhatian nya.
"Kakak benar Xiao Huo, kali ini kau terlalu ceroboh. Seharus nya kamu tidak bertindak tanpa berfikir resiko terlebih dahulu, jangan bertindak hanya karena kemauan mu sendiri". Wu Deng tambah mengomeli dan eksptesi nya lebih lembut dari Wu Zhan.
"Untung tembakan ku tepat sasaran, kalau aku kurang fokus sedikit saja... itu akan berakibat fatal". Wu Fei memperhatikan bekas anak panah angin nya di bahu kiri Wu Huo.
"Bodoh". Hanya satu kata yang keluar dari mulut Wu Shui, wajah nya masih terlihat datar. Namun Wu Huo dan saudara nya yang lain bisa melihat kehawatir an nya, meskipun itu ditutup oleh ekspresi datar nya, tapi saudara nya mengerti perasaan Wu Shui.
Wu Huo menatap semua saudara nya, hati nya merasakan perasaan hangat dan nyaman nya hubungan keluarga mereka. Walaupun hanya Wu Shui yang merupakan suadara kandung nya, tapi hubungan mereka berlima sudah terikat bagai saudara kandung yang erat.
__ADS_1
"Terima kasih saudara saudara ku, dan maaf telah membuat kalian khawatir". Senyum lebar terlukis di wajah Wu Huo, dengan mengusap kepala nya, Wu Huo tersenyum ke saudara saudara nya.
Suasana yang awal nya tegang kini sudah mencair, digantikan dengan suasana hangat kekeluargaan. Beberapa saat mereka menikmati suasana itu, sampai mereka sadar kalau ada hal yang perlu diurus.
"Jadi, kita akan apakan dia?". Tanya Wu Huo.
"Untuk sekarang kita ikat saja, agar dia tidak kabur. Hal yang lebih penting sekarang adalah merawat luka mu, walupun kau tidak terkena di dada, namun pendarahan di lengan mu harus di hentikan". jawab Wu Zhan melirik ke lengan kiri Wu Huo yang mengalirkan darah.
Semua orang setuju, jadi Wu Deng membawa Zhao Li masuk dan mengikat nya, lengan serta beberapa bagian tubuh Wu Huo yang terluka juga sudah diobati dan di balut.
Itulah yang terjadi, kembali ke proses introgasi.
"Hm...".Lima bersaudara itu terdiam, saat ini mereka memikirkan tentang Wu Tian. Mereka sangat khawatir karena Wu Tian yang menghilang tanpa kabar, mereka juga kasihan kepada Wu Ling'er yang mengurung diri di kamar nya, dan hanya keluar beberapa kali.
"Apakah hanya kau yang ditugaskan, atau ada orang lain juga?". Tanya Wu Shui ke Zhao Li.
"Tidak ada, hanya aku seorang yang ditugaskan". Jawab Zhao Li.
"Heh! dengan kekuatan bos, bahkan sepuluh... tidak, tapi seratus orang seperti dia ini yang ditugaskan, bos akan bisa membereskan nya". Wu Huo dengan pasti berkata, dan empat saudara nya mengangguk setuju. Hal Ini membuat Zhao Li tercengang, bahkan mereka berlima sudah sangat kuat, tapi ternyata bos lima orang ini masih jauh lebih kuat.
"Kenapa kau melihat ku seperti itu? apakah kau tidak percaya? yah... kekuatan bos tidak bisa diduga, !". mata Wu Huo memancarkan tekad dan keinginan yang kuat, dengan keras meninju kedua tangan nya ke atas.
Namun,
Zztt!
Lengan kiri Wu Huo tiba tiba terasa sangat sakit, itu karena luka di lengan kiri nya terbuka kembali.
"Si bodoh ini". Wu Shui langsung membantu nya, sementara Wu Huo hanya bisa menurut.
"Apakah kamu tidak apa apa?". Tanya Wu Deng.
"Tidak apa, hanya sedikit sakit". Ucap Zhao u Huo dengan senyum lebar nya.
__ADS_1
Tapi tiba tiba Wu Shui mengencangkan perban di lengan Wu Huo dengan erat.
"Aw! Aw! Aw! pelan pelan!". Wu Huo meronta kesakitan.
"Maka nya jangan sok kuat". Wu Shui membalas dengan datar, membuat Wu Huo kesal .
"Kau sengaja kan?!". Dan mulai lagi pertempuran kedua saudara kembar itu. Tiga saudara mereka hanya bisa memegang kening pusing, sedangkan Zhao Li merasa kesal karena nya, tapi tidak bisa berbuat apa apa dan hanya diam.
"Oh iya?! Xiao Huo, kenapa kamu tidak menggunakan Pill yang sebelum nya, yang kau berikan kepada penyusup ini?". Tanya Wu Zhan bingung, hal ini juga membuat yang lain penasaran, termasuk Zhao Li.
"Hehe... sebenar nya itu produk percobaan ku, setelah berlatih alchemy itu Pill yang sedang kukembangkan dari resep bos. Masih perlu percobaan untuk melihat efek sebenar nya pada manusia". Jawab Wu Huo.
"Oh... begitu". Jawab mereka semua, termasuk Zhao Li yang mengagguk. Tapi sesaat kemudian Zhao Li menyadari ada hal yang salah, sebuah kesimpulan langsung muncul di otak nya.
"J-jadi Pill yang kau berikan dan kumakan tadi... i-itu... itu...". Zhao Li tergagap dengan tubuh gemetar.
"Benar, itu adalah Pill uji coba dan kau adalah orang yang pertama mencoba nya. Setelah usaha ku, ternyata semua itu sudah berhasil dengan hasil yang bagus, terima kasih telah menjadi sukarelawan percobaan ku". Ucap Wu Huo dengan wajah senang.
Buuuurggg~!!!
Zhao Li langsung menyemburkan darah dari mulut nya, dia merasa benar benar terpukul.
...****************...
Hai semua, ternyata setelah ujian sekolah selesai ada ujian praktik walau sebenar nya sudah dihapus, lalu ada acara perpisahan yang melelahkan. Kemarin kemarin juga saya pergi liburan sama teman dan beberapa acara. Saya mau puas puasin dulu karena baru selesai, mungkin nanti jarang banget bisa ketemu temen. Terima kasih untuk yang setia menunggu, dan semoga sukses untuk kita semua dan selalu bahagia, dan paling penting jaga kesehatan ya.
Ilustrasi Guang Yun
Akhir nya saya dapat mnemukan yang lumayan mirip kayak yang saya inginkan, yah walau agak beda soal nya ini kayak udah di kayak zaman kuno. Tapi yah lumayan setelah mencari begitu lama
Jangan lupa like, komen, share, vote dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
__ADS_1
SEMOGA TERHIBUR