MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
85.Menghajar Mo Xie dan Wang Feng


__ADS_3

Aura merah yang menakutkan terpancar dari tubuh Wu Tian, mata biru nya terlihat sangat tajam dan dingin, sehingga Mo Xie serta Wang Feng yang ada di atas kasur bergetar, keringat dingin mengalur dari wajah mereka.


Sedangkan Guang Yun malah berbeda, Guang Yun tidak merasakan auara menakutkan, melainkan aura yang membuat nya merasa aman, perasaan takut yang sebelum nya ada di hati nya mulai menghilang, senyum cerah muncul dari balik wajah nya yang cantik.


"S-siapa kau?!". Tanya Mo Xie ketakutan.


"P-penjaga, kenapa orang lain bisa masuk kesini?!". Teriak Wang feng, berharap petugas keamanan hotel akan datang.


"Mereka sudah kubuat tidur, termasuk adikmu!". Ucap Wu Tian dengan nada datar yang memancarkan hawa dingin.


Kemarahan Wu Tian sudah benar benar memuncak melihat semua ini, Mo Xie ada diatas tubuh Guang Yun dan memegang salah satu tangan Guang Yun, sedangkan Wang Feng ada di atas kasur dan memegang tangan Guang Yun yang lain, untung Wu Tian datang tepat waktu, jika dia terlambat hanya sedikit saja, entah apa yang akan terjadi.


"B*j'ng*n!!!". Tubuh Wu Tian berkelebat seperti bayangan samar.


Bugh! Bugh! Bugh! Boom!


Begitu Wu Tian muncul, memukul beberapa kali wajah Mo Xie sampai tak berbentuk, diakhiri memukul perut Mo Xie, sampai tubuh Mo Xie langsung terlempar ke dinding membuat retakan seperti jaring laba laba, lalu Wu Tian menoleh ke Wang Feng, dengan gerakan cepat menangkap kerah baju Wang Feng.


Bugh! Argh!


Bugh! Swoosh! Boom! Uhuk!


Wu Tian meninju wajah Wang Feng, membuat Wang Feng berteriak karena rasa sakit dari pukulan itu, lalu meninju perut nya sehingga terlempar ke dinding dekat Mo Xie, retakan di dinding semakin banyak, tapi Wu Tian tidak memperdulikan itu, langsung menoleh ke Guang Yun dan membantu nya bangun.


"Kamu tidak apa apa?". Tanya Wu Tian mengusap pipi Guang Yun untuk menghapus air mata nya, hati nya merasa sakit melihat air mata di pipi Guang Yun, Wu Tian merasa kecewa kepada diri nya sendiri, dia merasa sudah gagal untuk menjaga wanita yang ada di hati nya itu.


Pandangan kedua nya saling bertemu, muncul sebuah perasaan aneh yang tidak bisa diartikan dari pertemuan kedua tatapan mata itu, Wu Tian dan Guang Yun hanyut di sebuah alam yang hanya ada mereka berdua, kedua nya seperti terikat oleh sebuah benang merah yang tipis, tapi tidak bisa dilepaskan ataupun diputus.


Grep!

__ADS_1


?!!!


Wu Tian sangat terkejut karena Guang Yun tiba tiba memeluk nya, sebuah kilasan ingatan tentang perjalanan nya dengan kekasih nya dulu, semua itu saling terhubung menjadi satu kesatuan.


Guang Yun dapat merasakan kehangatan dari memeluk Wu Tian, itu adalah kehangatan yang tidak pernah dia rasakan selama ini, Guang Yun mengencangkan pelukan nya seperti tidak ingin melepaskan nya, beberapa saat mereka diam dalam pelukan hangat itu.


Beberapa saat, Guang Yun tiba tiba sadar dengan apa yang dilakukan nya, dengan cepat langsung melepas pelukan itu, walaupun dari lubuk hati nya, sebenar nya Guang Yun tidak rela melepas nya.


"Terima kasih". Ucap pelan Guang Yun dengan pipi merah seperti tomat, sampai menundukkan kepala nya karena malu.


"Jangan berterima kasih, karena aku menganggap nya kewajibanku untuk melindungi mu". Ucap Wu Tian, menyingkap rambut Guang Yun yang menghalangi mata nya, Guang Yun juga kembali menatap mata Wu Tian.


Jika itu orang lain, Guang Yun pasti akan merasa jijik jika mendengar itu, tapi saat Wu Tian yang mengatakan nya, Guang Yun merasa sangat senang, tapi kemudian hal tak terduga terjadi.


Dor!


Sebuah suara tembakan terdengar, ternyata Mo Xie yang mengarahkan pistol di tangan tangan nya ke Wu Tian. Tapi dengan reflek nya, Wu Tian melapisi Qi ke tangan kanan nya, menepis peluru itu, namun karena kejadian itu terlalu cepat, reaksi Wu Tian sedikit terlambat dan lapisan Qi terlalu tipis, sehingga peluru itu langsung menggores telapak tangan nya.


Krak!


"Arghhhh...!". Mo Xie berteriak kesakitan karena tangan nya patah oleh Wu Tian, sampai melengkung kebelakang.


"Awas!". Teriak Guang Yun memperingati, karena Wang Feng menyerang Wu Tian dari belakang. Dengan cepat, Wu Tian mengambil pistol di tangan Mo Xie yang melengkung kebelakang, mengarahkan nya kepada Wang Feng, tanpa ragu ragu menekan pelatuk nya sehingga terdengar suara tembakan.


Dor!


"Arghhh!". Wang Feng berteriak dan langsung terjatuh karena Wu Tian menembak lutut Wang Feng, Wu Tian tidak berhenti dan kembali membidik lutut Wang Feng yang satu nya..


Dor!

__ADS_1


"Arghhh". Wang Feng kembali berteriak kesakitan memegangi kedua lutut nya yang ditembak.


"Ada apa?!". Tiba tiba datang Mo Wei dari balik pintu, di dan juga ada Yang Hao, Yang Ran, Jiang Yi, serta seorang setengah baya yang tidak Wu Tian kenali.


"I-ini...". Mo Wei tidak bisa berkata kata melihat Mo Xie dengan tangan melengkung ke belakang, dan Wang Feng dengan kedua lutut keluar banyak darah.


"Feng'er". Pria setengah baya langsung berlari ke arah Mo Xie, dia sangat khawatir melihat Mo Wei dengan tangan melengkung kebelakang dengan wajah yang tidak bisa dikenali lagi. Pria paruh baya mengalihkan pandangan ke Wu Tian, menatap tajam penuh amarah kepada Wu Tian.


"Sialan, berani berani nya kau membuat anak ku seperti ini, rasakan ini". Pria paruh baya melancarkan serangan tapak ke arah Wu Tian, itu sama dengan teknik Mo Wei, tapi lebih lemah dari Mo Wei, dan lebih kuat dari Mo Xie.


Boom!


Serangan tapi lain menangkis serangan tapak Mo Wei, bahkan membuat pria paruh baya itu terlempar ke samping Mo Xie, alangkah terkejut nya melihat siapa yang menyerang nya barusan.


"Ayah, kenapa kau mengerangku?!". Tanya bingung pria setengah baya itu.


"Mo Kai, pertama anak mu yang mencari masalah dengan tuan muda Wu, sekarang kau bahkan ingin menyerang tuan muda Wu?!". Mo Wei adalah orang yang menyerang pria paruh baya tadi, atau Mo Kai.


?!


Mendengar itu, alangkah terkejut nya Mi Xie dan Mo Kai, apakah ini kepala keluarga Mo generasi sebelum nya itu, orang yang dikenal kejam, tanpa ampun, dan selalu bersikap tegas, sedangkan sekarang itu sangat berbeda dari apa yang mereka kenal.


Wang Feng tidak kalah terkejut nya, karena bagaimanapun dia juga pernah mendengar tentang Mo Wei dari ayah nya, bahkan ayah nya tidak ingin meninggung Mo Wei ini, tapi sekarang Mo Wei marah kepada anak dan cucu nya, ternyata karena tidak ingin menyinggung pria muda ini, Wang Feng mulai menjadi khawatir, dia dapat merasakan akan terjadi hal buruk selanjut nya.


Guang Yun juga sedikit terkejut, tapi tidak terlalu memikirkan nya, karena saat ini Guang Yun dengan khawatir memegang tangan Wu Tian yang berdarah.


...****************...


Hai semua, karena kalian sudah sangat penasaran, jadi ini bonus chapter untuk hari ini, semoga kalian suka.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, share dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR


__ADS_2