
Wajah itu! wajah yang tidak akan pernah Wu Tian lupakan, wajah seorang yang dulu sampai sekarang menempati hatinya, orang yang menerimanya apa adanya saat semua keluarganya sudah tidak adasampai sebuah kejadian yang memisahkan mereka dulu, dalam sebuah pengepungan dulu perempuan itu mengorbankan hidupnya, bahkan sampai saat terakhir hidupnnya dia memberikan sesuatu yang sangat berharga untuk Wu Tian.
Dulunya Wu Tian bisa dibilang cuma jenius biasa dengan tipe tubuh tingkat kaisar, tapi si perempuan itu menerima Wu Tian, bahkan saat itu perempuan itu dulu dijuluki jenius tak tertandingi, banyak pemuda yang jauh lebih hebat dari Wu Tian mengejarnya, tapi dia tetap bersama Wu Tian. Dan pada suatu kejadian yang memaksanya meledakkan diri, karena dia dan Wu Tian saat itu dikepung oleh ribuan orang kuat, orang orang itu diperintahkan oleh seorang tuan muda keluarga besar yang ditolak oleh perempuan itu.
Saat dalam pelarian, Wu Tian ikut membantu bertarung melawan ribuan orang, sampai mereka terpojok di sebuah tepi tebing, melihat kalau tidak ada kesempatan kabur, si wanita langsung melesat menuju tengah kerumunan, Wu Tian yang melihatnya ingin mengikuti, tapi tubuhnya tidak bisa ia gerakkan sedikit pun, Wu Tian hanya bisa melihat si wanita yang tersenyum, dan detik kemudian tubuh wanita itu meledak diikuti semua orang yang mengepungnya, beberapa saat setelah ledakan, dari tubuh Wu Tian terpancar sinar putih bersih, ternyata sinar itu karena pemberian si wanita sebelumnya, semua itu membuat Wu Tian mendapat bakat tak tertandingi.
Dari situ Wu Tian menjadi sangat tertutup, lebih tertutup dari saat keluarganya dibantai, menjalani hidup penuh rasa penyesalan, menghabiskan waktu dengan terus belatih dan bertualang, sampai kekuatannya sudah tumbuh besar, dia kembali dan membunuh tuan muda yang bertanggung jawab atas pengepungan dia dan kekasihnya itu, dalam satu malam keluarga dari tuan muda itu yang dikenal salah satu keberadaan terkuat, hilang tanpa menyisakan apapun, disitulah dimulainya legenda Wu Tian di kehidupan lalunya, tapi semua itu tidak menghilangkan rasa bersalah, bahkan sampai dia mati oleh petir kenaikkan.
Dan kini, orang yang sangat dia cintai ada di depan matanya, tanpa sadar air mata nya keluar, dengan perasaan tidak karuan dia menyebut nama kekasih nya di kehidupan sebelum nya.
"Guang Yun".
Di lain sisi perempuan dengan pupil mata kuning keemasan juga memandang Wu Tian dengan perasaan aneh, entah apa perasaan itu tapi terasa sangat akrab, wajah, rambut, tatapan mata, semua begitu akrab seperti sudah mengenal lama.
"Hei kau kenapa?". tanya salah satu perempuan di dekat nya, sontak dia langsung tersadar.
"Tidak tidak ada apa apa". ucap perempuan menoleh ke arah temannya, temannya hanya mengagguk dan kembali makan sambil berbincang dengan temannya, tapo perempuan dengan pupil mata kuning keemasan sesekali menatap ke arah Wu Tian.
"Kau kenapa menangis?". tanya Zhou Yuan yang melihat Wu Tian, dua teman nya yang lain juga menatap Wu Tian heran.
"Tidak hanya debu tadi masuk ke mata". jawab Wu Tian menyeka air matanya, ketiga temannya tidak lagi bertanya, beberapa saat kemudian pelayan datang membawakan pesanan mereka, tanpa banyak bicara mereka langsung menyantap semua makanan itu. Sambil makan, Wu Tian sesekali menatap ke arah wanita dengan pupil mata kuning keemasan, beberapa kali pandangan mereka bertemu membuat suasana aneh, Zhou Yuan dan Lu Bai memerhatikan Wu Tian, sedangkan Qian Ba tetap memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
Melihat Wu Tian sering melirik ke suatu arah, Zhou Yuan dan Lu Bai mengikuti arah pandangan Wu Tian, setelah mereka memandang ke arah tatapan Wu Tian, Zhou Yuan dan Lu Bai saling menatap dengan senyum aneh, seperti mengerti akan sesuatu.
"Hehehe sepertinya teman kita yang satu ini sedang tertarik ke seseorang wanita". ucap Zhou Yuan dengan senyum penuh arti.
"Kelihatan nya sih seperti itu". tambah Lu Bai dengan senyum mirip Zhou Yuan.
"Hm? apwa mwksud kwalian?". tanya Qian Ba dengan mulut penuh makanan.
"Lihat dia, dari tadi melirik ke arah perempuan cantik". jawab Lu Bai menunjuk Wu Tian.
"Bukwan nya, uhuk uhuk...". Qian Ba tersedak karena berbicara sambil mengunyah, Zhou Yuan mengambil air minum dan langsing diminum Qian Ba.
"Makanya jangan bicara saat sedang mengunyah". ucap Zhou Yuan.
"Beberapa hari yang lalu putus". jawab Wu Tian singkat tetap melirik ke perempuan tadi, tiga temannya mengagguk paham.
"Nama nya Guang Yun dari jurusan beladiri sama sepertiku, dikatakan dia adalah orang paling berbakat dari generasi sebelum nya, latar belakangnya sedikit misterius". ucap Lu Bai menjelaskan perempuan dengan pupil mata kuning keemasan atau Guang Yun.
"Guang Yun?". gumam Wu Tian pelan, sampai tidak terdengar oleh temannya, 'Penampilan, nama sama, bahkan auranya terasa sama, firasat ku juga bilang itu memang dia dan aku percaya perasatku. Kalau itu memang kau, aku pasti tidak akan membiarkan kejadian seperti yang dulu terulang, di kehidupan ini aku akan selalu menjagamu' gumam Wu Tian dalam hati dengan sungguh sungguh.
Beberapa saat Guang Tian dan teman temannya selesai makan dan setelah membayar mereka langsung keluar. Wu Tian yang melihatnya langsung mengangkat tangan sebelah memanggil pelayan, beberapa saat seorang pelayan wanita datang.
__ADS_1
"Anda ingin memesan lagi tuan?". tanya pelayan dengan sopan, Wu Tian merogoh kantong celana dan mengeluarkan kartu black card pemberian Wu Leng, beberapa saat pelayan itu tersentak kaget melihat kartu itu.
"Tunggu sebentar tuan yang terhormat, saya akan memanggil meneger dulu". ucap pelayan menenangkan diri.
"Tidak perlu saya sedang buru buru, saya hanya membayar". ucap Wu Tian, pelayan awalnya ragu, tapi takut menyinggung Wu Tian, di langsung melanjutkan proses pembayaran, setelah selesai dia mengembalikan kartu Wu Tian.
"Ini kartu anda, apakah ada hal lain yang anda butuhkan?". tanya pelayan masih dengan sikap sopan.
"Tidak". jawab singkat Wu Tian.
"Kalian habiskan dulu makanan nya, aku ada hal yang harus dikerjakan". ucap Wu Tian menatap ketiga temannya, tanpa menunggu jawaban, Wu Tian langsung keluar.
"Kalau ada perempuan, temannya ditinggal". ucap Zhou Yuan.
"Sudahlah, ayo langit m-a-k-a-n...". Saat Lu Bai menatap meja makan, ternyata hanya tersisa beberapa sayuran dan Qiang Ba bersandar di kursi dengan mulut penuh sisa makanan.
"Apa kalian tidak makan?". tanya Qiang Ba tanpa perasaan bersalah. Zhou Yuan dan Lu Bai hanya bisa menatap Qiang Ba dengan tatapan datar, 'Bagaimana mau makan, makanan nya saja sudah kau habiskan'. dalam batin keduanya.
...****************...
Hai semua, maaf lambat up karena saya bingung mau kasih nama apa, maklum ya saya sering bingung mau kasih nama apa ke karakter, perlu dipikirin cukup lama.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, share, dan kalau bisa tipsnya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR