MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
129.Mewakili keluarga Mo meminta maaf


__ADS_3

Baru semua orang akan masuk, tiba tiba sebuah suara terdengar."Paling banyak lima orang yang boleh masuk, yang lain tunggu di luar". Itu adalah suara Wu Tian.


"Ini...". Mo Kai merasa terkejut, ada perasaan kesal dengan syarat itu, sehingga dia akan mengucapkan sesuatu. Namun belum suara nya keluar, Mo Wei melototi nya sehingga Mo Kai langsung diam.


"Baik". Jawab Mo Wei setelah saling mengaguk dengan Yang Hao


"Kalau begitu aku hanya akan bersama Ran'er". Ucap Yang Hao, Xiong De disamping nya ingin berbicara, tapi Yang Hao mengangkat tangan nya untuk menyuruh nya diam.


"Kalau begitu aku, Mo Kai dan Mo Xie akan masuk". Ucap Mo Wei. Tanpa menunggu lama lagi, mereka berlima masuk. Karena hanya mereka berlima yang bisa masuk, Mo Kai dan Mo Xie membawa beberapa kotak yang mereka bawa sebelum nya.


Masuk ke dalam villa, setiap orang tidak bisa tidak terkejut. Apa yang terlihat dan dirasakan di dalam kawasan villa itu benar benar mengejutkan untuk setiap orang, tidak bisa dipercaya itu benar benar masih di bumi.


"ini... apa apaan dengan ketebalan aura Qi ini?!". Yang Hao berseru dengan keterkejutan, mata nya tidak bisa melihat sekeliling.


"Aish... dengan Qi setebal dan sekaya ini, berkultivasi di sini bisa mendapat hasil berkali lipat di luar. Tidak bisa aku pikirkan ini, ini adalah tanah peri". Mo Wei menggelengkan kepala, merasa linglung. Walupun Mo Wei tahu saat di luar bahwa tempat itu tidak biasa, tapi tidak dia sangka bahwa itu sangatlah luar biasa.


!!!


Mendengar kata kata Mo Wei, semua orang membelalakkan mata nya. Saat ini, Mo Kai tiba tiba bertanya dengan banyak keterkejutan.


"Ayah, ini... apalah seluar biasa itu?".Jantung Mo Kai berdegup kencang karena terkejutan. "Bahkan ayah sampai mengatakan ini adalah tanah peri!?".


"Kenapa, apakah kamu fikir aku mengucapkan omong kosong hanya untuk berbohong?". Tanya Mo Wei melototi Mo Kai.


"Tidak, tidak, tidak. Bukan seperti itu, aku percaya dengan ayah". Jawab Mo Kai cepat. Sesungguhnya dia benar benar bukan meragukan kata kata ayah nya, tapi dia hanya terlalu terkejut.


"Jika kita berlatih disini, bukankah itu akan hebat?". Saat ini Yang Ran berseru dengan mata berbinar, bahkan Mo Xie yang terus diam tidak bisa tidak memikirkan hal itu.


"Memang benar, tapi ingat dimana dan tujuan kita kesini". Ucap Yang Hao mengingatkan. Semua nya mengangguk, tidak ada yang tidak setuju dan mereka melanjutkan berjalan.


Beridiri di depan pintu, semua orang merasa cukup tegang.


"Ingat, jaga ucapan kalian nanti". Mo Wei bebalik untuk kembali mengingatkan. Mo Kai dan Mo Xie mengagguk, tapi mereka juga lebih tegang, apalagi Mo Xie.

__ADS_1


Setelah memenangkan diri sejenak, Mo Xie berseru."Ayo masuk". Setelah nya mereka masuk.


Dengan panduan Wu Zhan dan Wu Deng, mereka sampai di ruang tamu. Disana sudah ada Wu Tian yang duduk di sofa, di sampinya juga duduk Guang Yun dan Wu Ling'er.


Guang Yun tampak tenang dengan wajah datar. Wu Ling'er sebalik nya dari Guang Yun, saat ini dia tampak menatap tajam sekumpulan orang yang datang. Lima bersaudara juga berdiri tidak jauh, seperti para pengawal yang siap apapun yang terjadi.


"Selamat siang tuan muda Wu. maaf jika kedatangan kami mengaggumu". Yang Hao menyapa, menangkupkan tangan nya yang diikuti yang lain.


"Duduk". Ucap Wu Tian singkat. Langsung saja mereka berlima duduk.


Wu Tian menoleh ke arah lain, lalu berbicara. "Kalian tunggu di luar".


Wu Zhan dan saudara nya yang lain tidak mengatakan apa apa, hanya mengagguk dan pergi. Tapi lima orang yang duduk dapat melihat tatapan mengancam dari lima bersaudara yang keluar itu.


'Ini... sangat kuat!' Yang Hao berseru dalam hati nya.


'Aku tidak bisa melihat kekuatan mereka, tapi aku yakin mereka sangat kuat hanya dari tekanan yang mereka pancarkan'. Mo Wei membelalakkan mata, merasa kalau pikiran nya linglung.


"Khm! jadi, apa tujuan kalian kesini?". Wu Tian melihat tidak ada yang ingin berbicara, sehingga dia membuka pembicaraan.


"Eh... s-sebelum nya saya meminta maaf atas kejadian sebelum nya, dan saya sangat berterima kasih karena telah mengobati saya". Ucap Yang Hao menundukkan kepala nya dengan sedikit tegang, tapi akhirnya bisa sedikit lebih rileks.


Yang Ran cukup terkejut, tapi k mudian dia juga ikut membungkuk, langsung berbicara juga."Terima kasih atas kebaikan mu, karena telah menerima permintaan ku untuk menyembuhkan kakek".


"Tuan muda Wu Tian". Tiba tiba Mo Wei berdiri, membuat yang lain terkejut. Tidak selesai disana, tiba tiba Mo Wei membungkuk sampai sembilan puluh derajat.


"Ini...". Mo Kai terkejut, merasa pikiran nya kosong saat ini. Sebenar nya ayah nya yang dia kenal tegas dan kejam, telah membungkuk!. Ini benar benar tidak pernah terjadi sebelum nya, lebih lebih kepada seseorang yang yang sangat muda. Mo Xie juga sangat terkejut, bayangan kakek nya yang sangat hebat dipikiran nya benar benar berlutut kepada seseorang!.


Mo Wei melihat Mo Kai dan Mo Xie yang tertegun, langsung memukul kepala mereka dan menyeret mereka untuk membungkuk juga. Karena tindakan tiba tiba Mo Wei, dua orang itu tidak bisa melawan, atau bahkan mereka tidak berani melawan.


"Tuan muda Wu, atas nama keluarga Mo dari Chuzhou, aku meminta maaf sesungguh sungguh nya atas apa yang telah dilakukan keturunan ku". Mo Wei meminta maaf dengan benar benar tulus. Mo Wei takut jika dia tidak melakukan ini, keluarga nya akan musnah.


Yang Hao hanya bisa menghela nafas, tidak bisa berkata kata. Yang Ran disamping nya terkejut, tidak percaya bahwa Mo Wei akan sampai seperti itu.

__ADS_1


"Owh jadi itu kalain, yang ingin menyakiti kakak Yun ku hah!". Tiba tiba Wu Ling'er meraung, aura yang mencekam keluar dari tubuh nya. Aura yang dikeluarkan Wu Tian terasa mengerikan, itu seperti penuh kekacauan dan terasa menghancurkan. Lima orang didepan nya merasakan kengerian aura itu.


Sebenar nya beberapa saat yang lalu dia sudah diperingati oleh Wu Tian, tapi saat ini dia benar benar tidak bisa menahan nya. Bahkan aura milik nya dapat dirasakan oleh Wu Tian dan Guang Yun, Wu Ling'er tidak dapat mengendalikan nya.


"Ling'er, tenanglah". Ucap Wu Tian pelan.


"Tapi kak, mereka-". Wu Ling'er ingin berbicara, tapi Wu Tian langsung memotong nya.


"Tenanglah, bukankah kakak sudah mengatakan untuk jangan terbawa emosi?". Wu Tian berbicara dengan suara lembut, membuat Wu Ling'er langsung diam, suara nya juga mulai tenang.


Mo Wei sudah berkeringat dingin, langsung mengambil kotak besar disebelah Mo Kai. "Untuk menunjukkan rasa permintaan maaf kami, saya harap anda menerima nya". Ucap Mo Wei.


Wu Tian melirik kotak itu sebentar, menggelengkan kepala nya. Mo Wei menyadari ketidak tertarikan Wu Tian, ini membuat nya kembali tegang.


"Ini... jika anda tidak puas, saya akan memberikan lebih banyak lagi". Ucap Mo Wei, walupun harta di penyimpanan keluarga nya akan habis, tapi itu lebih baik dari kehancuran keluarga nya, bahkan dia akan berusaha untuk mencari lagi kalau Wu Tian ingin.


"Beberapa ini memang tidak menarik perhatian ku, tapi kalian punya sesuatu yang aku inginkan". Ucap Wu Tian.


?!


Ini membuat Mo Wei sedikit lega, langsung bertanya."Apa itu tuan muda, saya tidak tahu apa yang menarik untuk anda?". Tanya Mo Wei.


Tiba tiba Wu Tian menunjuk Mo Xie."Dia memiliki nya".


...****************...


Hai semua, beberapa hari ini saya mulai kursus dan lokasi nya agak jauh, pergi pagi pulang nya 1, istirahat sebentar lanjut nge gym. Ditambah beberapa hari ini cuaca buruk didaerah saya, jadi kurang enak badan.


Ngomong ngomong, saya merasa kalau judul novel ini kurang cocok, jadi saya berniat mengganti nama nya. Bukan mengganti sepenuh nya tapi hanya dibalik dan ada sedikit tambahan, menurut kalian gimana, tolong komen nya.


Jangan lupa like, komen, share, vote dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR

__ADS_1


__ADS_2