MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
105.Wei Dahai


__ADS_3

Guru magang langsung merasa punggung nya dingin, tiga guru lain nya juga tampak terdiam mematung, ada ekspresi keterkejutan di wajah mereka. Melihat Yang Hao, dan Yang Ran, serta satu orang pria tua disana, walupun tidak mengenal dua orang lain nya, tapi mereka mengenal pria tua itu, bahkan ada kejutan di wajah setiap siswa atau siswi.


Hal yang umum diketahui banyak orang di zaman sekarang, di zaman dengan martial arts yang mulai hidup, di Huaxia terbentuk sekolah-sekolah atau banyak Universitas yang di jalani dan kelola oleh sebuah organisasi khusus, itu semua sudah ada di bawah perlindungan dan pengawasan pemerintah.


Salah satu dari sekian Sekolah dan Universitas itu adalah Universitas Martial Art Chuzhou. Seperti yang seharus nya, setiap sekolah atau Universitas memiliki kepengurusan, Dan orang tua yang bersama dengan Yang Hao adalah Kepala Sekolah itu sendiri, orang yang memiliki otoritas tertinggi di Universitas, Wei Dahai.


Saat itu juga, tiga guru bangun dari keterkejutan mereka, guru magang juga tersadar dan mereka langsung menyapa dengan hormata."Kami bertemu dengan Kepala Wei".


Wei Dahai sedikit mengagguk, saat ini mata Wei Dahai menyapu ruangan, setelah nya terfokus pada tengah arena, tepat nya Wu Tian dan Guru Magang yang terlihat berantakan. Mata Wei Dahai menjadi dingin, bertanya dengan tidak senang."Ada apa sebenar nya ini?".


Begitu pertanyaan terucapa, tidak ada yang langsung menjawab, hening terjadi cukup lama sebelum guru wanita maju untuk menjelaskan.


"Kepala, maaf kalau hal ini mengganggu anda, sebenar nya tadi saat kami datang, ada keributan terjadi, siswa di sana telah melukai siswa lain dengan parah". Sambil berbicara, Guru wanita menunjuk ke Wu Tian dan Jin Yimin secara berurutan.


Kali ini tatapan Wei Dahai tertuju ke Jin Yimin, merasa wajah itu cukup akrab, dia bertanya".Apakah dia anak wakil Jin Limin? kalau tidak salah Jin Yimin?".


"Benar, Jin Yimin bertemu Kepala Sekolah Wei". Balas Jin Yimin dengan sopan menangkupkan tangan, Wei Dahai mengangguk, dia cukup kenal dengan Jin Yimin karena beberapa kali Ayah nya Jin Yimin, yaitu Jin Limin membawa memperkenalkan di beberapa kesempatan. Tatpan Wei Dahai berubah, jatuh ke Wu Tian.


Saat inginengucakpkan sesuatu, saat itu Yang Hao berjalan, ini membuat kening nya sedikit berkedut, perasaan khawatir menyelimuti pikiran nya, cepat cepat menunduk dan berkata."Tuan Yang, maaf atas hal memalukan yang terjadi saat ini, saya sangat malu karena tidak bisa mengatur dengan baik, saya akan menangani ini dan tolong tunggu sebenta-r". Yang Hao tidak membalas, tetap berjalan ke tengah arena dengan dipapah Yang Ran.


Perlakuan hormat itu terlihat di mata semua orang, dan keterkejutan di hati mereka tidak terlihandarkan. Sebenar nya! sebenar nya Kepala Sekolah Wei, bersikap sangat hormata dengan orang lain?! dan itu masih harus menunduk untuk minta maaf?!.


Tidak memperdulikan tatapan orang lain, Yang Hao dan Yang Ran mendekat ke Wu Tian. Saat sudah ada didepan nya, Yang Hao melepas rangkulan Yang Ran dan langsung menunduk, diikuti oleh Yang Ran.

__ADS_1


"Tuan muda". Sapa kedua secara serentak, Wu Tian sudah pasrah sekarang, walaupun sudah mengatakan agar tidak di panggil tuan muda, tapi dia selalu dipanggil seperti itu, Wu Tian tidak mau repot melarang nya lagi.


Sedang kan saat ini ada keterkejutan di wajah Wei Dahai, tidak tapi semua orang kecuali Guang Yun yang sudah tahu. Guru magang menegang, melihat dan mendengar hal yang terjadi seperti tersambar petir di hari yang cerah, padahal dia mengira bahwa Wu Tian hanya orang bisa setelah melihat pakaian simple nya, tapi tidak berharap hal mencengangkan terungkap. Sedangkan tiga Guru lain nya, entah harus senang atau takut, tapi sedikit lega karena tidak maju terlalu jauh.


Wajah penuh kejutan Wei Dahai mengeras, melihat Wu Tian untuk memperhatikan pakaian dan aksesoris yang dipakai nya, dia cukup berpengalaman melihat identitas seseorang dari aura dan penampilan nya, dan dari Wu Tian dia bisa melihat aura khusus itu, pakaian yang terlihat simple tapi jelas itu bukan barang murah, dan yang paling mencolok adalah jam di tangan Wu Tian. Diam diam Wei Dahai bernafas sedikit lega, untuk dia tidak bertindak secara implusif, dan saat ini tatapan dingin nya diarahkan ke Guru Magang.


"Sudahlah, ada apa kau kesini?". Tanya Wu Tian dengan santai.


"Sebenar nya aku dengan membawa kakek kesini, awal nya berniat mencari anda ke kediaman anda, tapi seseorang memberitahu kalau anda disini, aku ingin menagih apa yang kau katakan sebelum nya". Ucap Yang Ran, Yang Hao, menatap Yang Ran dan menasehati."Ran'ed, jangan begitu tidak sopan ke Tuan Muda".


Yang Ran menunduk, karena perasaan khawatir nya kepada sang Kakek, dia tidak bisa mengontrol keinginan nya. Tapi Wu Tian mengibas tangan, menandakan tidak keberatan. "Tidak apa, tapi ada masalah sedikit yang harus dibereskan". Saat itu Guru Magang dan Jin Yimin sudah akan pingsan.


Wei Dahai melihat kesempatan, langsung maju dengan segera, lalu dengan sopan berbicara. "Tuan muda ini, kenapa harus menghabiskan waktumu kepada hal tidak berguna ini, biar saya yang selesaikan, saya pasti akan menyelesaikan dengan sesungguh sungguh nya!". Wu Tian bingung, melirik ke ke Wei Dahai dengan bingung, Wu Tian tidak akrab dengan wajah ini. Melihat tatapan itu, Wei Dahai segera memperkenalkan diri dengan penuh sopan.


"Wu Tian, nama saya adalah Wu Tian". Ucap Wu Tian.


"Tuan muda Wu Tian, saya melihat anda disini". Lanjut Wei Dahai mmenyambut.


"Hm karena kau sudah bilang begitu, aku akan meninggalkan ini untuk diselesaikan kepada mu". Ucap Wu Tian.


Wei Dahai menjadi lega, langsung memperlihatkan keseriusan nya. "Jangan khawatir Tuan muda, saya akan menyelesaikan dengan seksama".


"Yang Lao, kita bisa berbicara sekarang". Ucap Wu Tian ke Yang Hao.

__ADS_1


"Baik, bagaimana kalau kita ke tempat lain yang lebih nyaman untuk berbicara?". Tawar Yang Hao.


"Atur saja". Balas Wu Tian, pandangan nya teralih ke Guang Yun, menjulurkan tangan sebagai tanda agar Guang Yun mengikuti nya. Dengan senang hati, Guang Yun mengangguk.


"Xue Xue, Xiao Yu. aku pergi dulu". Ucap Guang Yun.


"Ah! Kalau begitu sampai jumpa Kak Yun". Ucap Qing Yu bangun dari keterkejutan nya.


"Begitu ya Kak Gun, sudah ada pasangan dan tidak memiliki waktu untuk kami, yah... mau bagaimana lagi, sampai jumpa". Ucap Ji Luoxue dengan senyum.


"Kamu itu! sudah lah nanti ketemu lagi". Ucap Guang Yun, walaupun begitu dia merasa senang, dengan cepat menghampiri Wu Tian dan setelah sedikit ragu menggenggam tangan Wu Tian.


Saat itu, Yang Ran melihat nya yang membuat rasa pahit dihati nya.'Jadi dia sudah memiliki seseorang dihati nya'. gumam Yang Ran dihati nya. Tentu Yang Hao menyadari perasaan cucu nya, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa dan hanya bisa menghembuskan nafas pendek.


"Wei Dahai, aku akan pergi dan nanti kalau ada waktu kita akan bertemu". Ucap Yang Hao.


"Tentu, aku menantikan nya". Balas Wei Dahai. Wu Tian dan lain nya pergi, dan meninggalkan Wei Dahai yang mengurus semua nya, tentu itu juga memberikan dampak kepada Jin Limin.


...****************...


Hai semua, beberapa hari ini saya maraton nonton Manhwa yang saya tabung, dan tadi malam padahal tinggal up, eh charger hp mau habis dan saya isi dulu, tapi malah ketiduran hehe...


Jangan lupa like, komen, share, vote dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁

__ADS_1


SEMOGA TERHIBUR


__ADS_2