
Lei Han terpaku menatap selembar kertas, yang dimata nya sangat mengerikan, walaupun dia masih mampu untuk membayar itu, tapi dia harus menggunakan uang tabungan nya.
"Bagaimana bisa jadi semahal itu, apakah kau tidak menipu ku hah?!". Lie Han menjadi emosi dengan pelayan.
"Tuan ini benar benar total semua yang anda pesan". pelayan itu menahan senyum dan dengan ramah menjelaskan, tapi Lie Han tampak semakin marah, dengan keras langsung memukul meja.
Brak!
"Kau kira aku bodoh, walaupun yang kami pesan lumayan banyak, tapi tidak mungkin semahal itu, ini restaurant atau tempat menipu!". Bentak Lie Han.
"Jaga kata kata anda, saya sudah bersikap dengan sopan, tapi anda malah menjelek jelekkan restauran ini, sekarang mau bayar atau tidak ?". pelayan sudah tidak bisa menahan kejengkelan nya.
"Jika aku tidak mau, kau mau apa?". tanya Lie Han.
"Huh...penjaga halangi mereka keluar tunggu saja, aku akan memanggil bos dan kau akan habis". ucap pelayan mengancam, lalu dia langsung pergi ke ruang lantai dua, dan para penjaga langsung menghalangi jalan keluar.
Beberapa saat pelayan turun dari lantai dua, dia turun bersama seorang pria, bisa diketahui kalau pria itu pemilik restauran itu. Pelayan menuntun pria itu ke meja Wu Tian dan lain nya.
"Siapa yang tidak mau bayar setelah makan hah?!". tanya pria itu dengan mata mengancam.
"Aku, bagaimana bisa restauran mu berbuat licik begini, walaupun aku bisa membayar semua nya, tapi bagaimana mungkin tagihan nya bisa setinggi itu?!'. jawab Lie Han dan bertanya balik, menatap pria itu dengan marah.
Pria itu menoleh ke pelayan yang melapor tadi, pelayan yang melihat itu langsung mengerti dan membacakan daftar pesanan.
"Semua makanan yang dipesan total 100.000 kredit, ditambah dua botol Golden taste seharga 450.000 kredit perbotol nya, sehingga total semuanya 1.000.000 kredit". Jawab pelayan membacakan pesanan.
Menedengar itu Lie Han sangat terkejut, dia menoleh ke An Xin dan lain nya, lalu pandangan nya terfokus ke Wu Tian yang tersenyum, senyum itu adalah senyum mengejek.
"Kau... kau yang memesan dua botol itu kan?!". tanya Lie Han dengan marah.
"Benar, tadi kan kau bilang akan mentraktir apapun yang dipesan, jadi pesan dua botol anggur saja, lagian kau minum juga kan". jawab Wu Tian santai, melihat betapa santai nya Wu Tian membuat Lie Han semakin emosi.
__ADS_1
"Hei kau, dia yang memesan jadi kau bisa ambil dari dia". Lie Han menunjuk pria itu lalu Wu Tian.
"Ho kau berani juga menunjuk dan memerintahku, memang siapa kau sehingga berani bersikap begitu?". pria itu tersenyum, tapi kekesalan nya semakin menumpuk.
"Namaku Lie Han dan ayah ku adalah Lie Kang, seorang manager dari Grand Hotel". Jawab Lie Han dengan bangga, tapi pria itu tersenyum.
"Ternyata kau anak dari Lie Kang ya". ucap pria itu.
"Benar dia ayahku, sekarang kau takut kan setelah tahu siapa ayahku". jawab Lie dengan sombong membusungkan dada nya.
"Hehehe walaupun Lie Kang sendiri disini, apakah dia akan berani melawan ku, Xiong Gao". ucap pria itu yanv ternyata bernama Xiong Gao.
Ctar!
Seperti sebuah petir menyambar dirinya, Lie Han langsung membeku dengan keringat mulai muncul di pipi nya.
"X-Xiong Gao, Xiong Gao yang itu?!". tanya Lie Han dengan hemetar.
'Sial sekali aku, tidak kusangka orang ini adalah Ciong Gao, salah satu orang berpengaruh dari dunia bawah tanah, ini semua gara gara anak miskin itu'. gumam Lie Han dalam hati.
"Maafkan aku tuan Xiong, aku benar benar tidak mengenal mu, aku benar benar minta maaf". Lie Han langsung menunduk minta maaf.
"Hehe seperti nya kau mengerti, kalau begitu tinggalkan tiga gadis ini disini, maka kau bisa pergi". Ucap Xiong Gao dengan mata mesum ke arah An Xin dan dua gadis lain, An Cin dan dua gadis itu menggelengkan kepala ke Lie Han agar menolak.
"Ini.. bisakah tuan Gao melepaskan kami saja, saya akan membayar tagihan nya". ucap Lie Han dengan hati hati.
"Ha! sudah baik aku mau membiarkan mu pergi setelah semua nya, sekarang kau hanya punya dua pilihan, satu tinggalkan gadis gadis itu, dan kedua kau pergi, jadi mana yang akan kau pilih?". tanya Xiong Gao, Lie Han langsung bimbang, satu sisi pacar nya dan satu sisi lain keselamatan nya, setelah berfikir sebentar dia langsung menjawab.
"A-aku akan pergi". ucap Lie Han, An Xin dan dua gadis lain wajah mereka langsung menjadi gelap, tidak disangka Lie Han lebih memilih pergi dari pada membantu mereka.
"Hehehe pilihan yang bagus, sekarang kau boleh pergi dan kalau begitu aku akan bersenang senang". Xiong Gao menggosok gosok tangan nya, serta minjilat bibir nya dan berjalan ke arah An Xin, saat tangan akan menyentuh gunung An Xin, sebuah tangan menghentikan nya, saat melihat siapa pemilik tangan itu, dia adalah Wu Tian.
__ADS_1
"Bukankan berlebihan hanya katena masalah sepele, sampai seperti ini?". tanya Wu Tian datar, Xiong Gao ingin melepaskan tangan nya tapi itu terasa sangat keras, tidak dapat dipercaya oleh Xiong Gao.
"Lepaskan tanganku!". bentak Xiong Gao, tapi Wu Tian hanya diam, setelah sekuat tenaga berusaha melepas kan tangan nya, tapi tidak bisa lepas.
"Kalian, serang bocah ini!". ucap Xiong Gao kepada beberapa petugas keamanan, beberapa penjaga mengagguk dan langsung menyerang.
Dengan tangan kanan masih memegang Xiong Gao, Wu Tian menendang petugas yang menyerang dari kanan dengan tendangan, sampai petugas itu langsung terjatuh, lalu sebuah serangan dilancarkan dari arah kiri, dengan santai Wu Tian menangkap nya dengan tangan kiri, dengan gerakan melintirkan tangan penjaga, lalu menendang nya sampai tersungkur, beberapa serangan lain kembali diarahkan, dengan gerakan gesit Wu Tian menghindar dan sesekali menyerang balik saat ada celah, sampai beberapa saat semua penjaga sudah terkapar dengan beberapa luka.
Melihat itu An Xin dan dua gadis teman nya terpana, Lie Han fan dua teman nya juga sangat terkejut, tidak pernah dikira kalu Eu Tian akan se hebat itu.
"Mau bermain lagi?". tanya Wu Tian mengeraskan genggaman nya ke tangan Xiing Gao.
"Akh sialan, lepas akan aku kalau tidak kakak ku akan menghabisimu". ancam Xiong Gao.
"Hah... seperti nya akan panjang". Wu Tian menghela nafas malas, lalu denga sedikit gerakan tangan, Xiing Gao terlempar ke atas meja makan, bukan hanya selesai Disitu saja, Wu Tian langsung melempar Xiong Gao ke atas meja.
Brak!
Dengan keras Xiong Gao mendarat di atas meja, sampai meja itu terbelah dua dan semua makanan tumouh ke tubuh nya.
"Akh... sakit sekali, tunggu saja aku akan memanggil kakak ku". ancam Xiing Gai lagi.
"Silahkan, aku juga penasaran apakah kakak mu kuat". ucap Wu Tian duduk dengan tenang, seperti tidak terjadi apa apa, padahal banyak Irang yang melihat kejadian tadi.
"Baiklah, jangan menyesal nanti". Xiong Gao langsung menelfon kakak nya.
...****************...
Hai semua, aduh kemarin data internet habis dan berasa kurang enak badan, saya jadi susah fokus buat mikir ngarang cerita.
Jangan lupa like komen, share dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
__ADS_1
SEMOGA TERHIBUR