MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
82.Cerita Wu Ling'er dan Guang Yun


__ADS_3

Beberapa saat sebelum nya


Setelah Wu Tian pergi, Wu Ling'er terus melatih teknik tombak nya, dengan ditemani angin yang berhembus lembut, Wu Ling'er melakukan gerakan kaki dan menyerang dengan tombak, awal nya gerakan gerakan nya masih kaku, tapi lama kelamaan gerakkan gerakkan nya semakin halus.


Tanpa disadari, waktu sudah berjalan cukup lama, sekarang Wu Ling'er menghentikan latihan nya, dan duduk di gazebo sambil mengelap keringat nya dengan handuk.


"Fiuh... teknik yang diberikan kakak sangat sulit, tapi walaupun begitu aku bisa merasakan kalau teknik ini sangatlah kuat, meski aku bahkan belum bisa menguasai bentuk pertama nya, aku masih sangat jauh dari kakak...". Ucap Wu Lin'er memandang tombak nya.


Kruuk...


Tiba tiba perut nya berbunyi, menandakan kalau Wu Ling'er sedang lapar.


"Tanpa terasa sudah waktunya makan siang, tapi kakak sedang keluar, yang lain sedang mengurus tentang izin mengemudi mereka, dan aku sedang malas untuk masak. Hm... oh iya, kakak sudah membuatkanku tabungan sendiri, dan juga sudah terkait di jam tangan pemberian kakak, makan di luar aja lah". Setelah memutuskan, Wu Ling'er pergi membersihkan diri di kamar nya, setelah bersih dan menggunakan pakaian simple, namun tetap saja dengan wajah imut nya, pakaian itu terlihat cantik.


Karena tidak ada kendaraan, Wu Ling'er memilih berlari melewati jalan pintas, dengan menyingkat waktu melalui pohon yang cukup rimbun, walaupun kecepatan nya tidak secepat Wu Tian, Wu Ling'er masih bisa dibilang sangat cepat dari orang biasa.


Begitu sampai di pos pemeriksaan, Wu Ling'er melewatinya dengan tanpa masalah, karena para petugas keamanan sudah mengenal wajah Wu Ling'er, bahkan merekeka menawarkan untuk mengantar, tapi ditolak Wu Ling'er dengan alasan sudah memesan taksi online, memang benar Wu Ling'er sudah memesan taksi online, dan taksi online itu tiba beberapa saat di pos pemeriksaan.


Dengan kecepatan stabil, mobil pergi dari pos pemeriksaan. Hingga beberapa saat sampai di sebuah restaurant yang berada di dekat Mall.


"Pak, sayasudah bayar lewat aplikasi ya". Ucap Wu Ling'er kepada si pengemudi taksi online.


"Iya, terima kasih sudah menggunakan jasa kami dan semoga hari anda menyenangkan". balas pengemudi taksi dengan sopan.


Wu Ling'er turun dan langsung masuk kedalam restaurant, masuk ke dalam Wu Ling'er mencari tempat duduk karena memang restauran nya cukup ramai, sampai beberapa saat Wu Ling'er dengan bantuan seorang pelayan, menemukan sebuah meja kosong langsung duduk dan memesan.


Saat menunggu pesanan sampai, Wu Ling'er berseluncur di medsos dengan jam tangan nya, tapi saat sedang asik tiba tiba ada seseorang menepuk pelan pundak nya, saat menoleh ke orang yang menepuk pundak nya, Wu Ling'er tersenyum hangat.


"Kak Guang Yun". Sapa Wu Ling'er kepada orang yang menepuk pundak nya itu, ternyata Guang Yun.


"Panggil Kak Yun saja". Balas Guang Yun tersenyum.


"Baik, Kak Yun". Ucap Wu Ling'er masih dengan senyum hangat nya.


"apa boleh aku ikut duduk disini?". Tanya Guang Yun.


"Ah iya tentu saja, lagi Ling'er cuma sendiri". jawab Wu Ling'er, lalu Guang Yun duduk di kursi yang berhadapan.


"Oh ya, memang kemana kakak mu, Wu Tian?". tanya Guang Yun yang tanpa sadar pipi nya memerah.


Melihat itu Wu Ling'er tersenyum penuh arti, 'Tidak kusangka, kak Yun yang secantik dan sebaik ini jatuh cinta dengan kakak, hehehe... kakak memang hebat'. gumam Wu Ling'er dalam hati.


"Tadi pagi kakak keluar". jawab Wu Ling'er.


"Terus kemana ayah dan ibumu?". TanyaGuang Yun lagi. Mendengar pertanyaan itu, Wu Ling'er sedikit menunduk dengan mempertahankan senyum nya.

__ADS_1


"Saat masih kecil orang tua kami mengalami kecelakaan dan meninggal, dan setelah itu Ling'er hanya tinggal dengan kakak". jawab Wu Ling'er masih tersenyum menghadap meja, walaupun begitu ada perasaan rindu dari kata kata nya.


!!!


Guang Yun sangat terkejut mendengar itu, dengan reflek Guang Yun berdiri dan menghampiri Wu Ling'er, langsung memeluk nya dengan penuh kasih sayang.


"Maaf telah menanyakan itu, Kak Yun benar benar tidak tahu". Ucap Guang Yun memeluk Wu Ling'er sambil mengelus lembut rambut nya.


"Tidak apa apa, Ling'er tidak terlalu memikirkan nya karena ada kakak yang selalu ada bersama Ling'er". Walaupun begitu, sebenar nya Wu Ling'er merasakan kerinduan akan orang tua nya di Lubuh hati terdalam nya.


"Ling'er, sekarang kak Yun juga ada bersama Ling'er". ucap Guang Yun masih memeluk Wu Ling'er.


"Terima kasih kak". Balas Wu Ling'er senang.


Beberapa saat memeluk Wu Ling'er, Guang Yun melepas pelukan nya dan duduk kembali di kursi nya, kali ini Guang Yun menatap Wu Ling'er dengan hangat dan penuh kasih sayang, bahkan dari sebelum nya.


"Kak Yun sudah memesan?". tanya Wu Ling'er.


"Oh iya belum, sebentar". Lalu Guang Yun memanggil seorang pelayan, memesan beberapa makanan dan minuman. Setelah pelayan mencatat dan pergi, tanpa ingin atau hujan, Wu Ling'er bertanya sebuah pertanyaan mengejutkan.


"Apakah Kak Yun suka dengan kakaku?".


Pfft... Khuuk! huk! huk!


"Ke-kenapa kau bertanya seperti itu?". tanya Guang Yun dengan wajah memerah.


"Ling'er begini begini juga masih seorang wanita, Ling'er tahu kalau kak Yun suka dengan kakak". Jawab Wu Ling'er.


"Ap-apakah terlihat jelas?". tanya Guang Yun dengan suara pelan, sampai tidak terdengar oleh orang lain.


"Tenang saja kak, sepertinya kakak ki juga suka sama kak Yun, selain kak Yun itu cantik baik lagi, Ling'er pasti dukung kalian". ucap Wu Ling'er.


Blusss...


Asap keluar dari kepala Guang Yun, pernyataan Wu Ling'er benar benar membuat nya salah tingkah, tapi entah kenapa ada rasa senang di dalam hati nya.


Beberapa saat pesanan Wu Ling'er datang, Wu Ling'er tidak langsung memakan nya, fan menunggu makanan Guang Yun juga datang beberapa saat kemudian. Tanpa ada percakapan mereka menyantap makanan mereka masing masing.


Setelah beberapa saat makanan dan minuman mereka habis, Guang Yun sampai sampai terkejut karena Wu Ling'er beberapa kali nambah, Guang Yun bingung kenapa tubuh Wu Ling'er selangsing itu, padahal makan nya sebanyak itu.


"Oh ya kak Yun, kenapa cuma sendiri, emang kedua teman kakak yang sebelum nya kemana?". tanya Wu Ling'er.


"Oh mereka sedang ada yang dilakukan, kakak juga mau beli sesuatu di Mall, tapi karena lapar jadi kesini dulu". jawab Guang Yun.


"Jadi gitu... kak Yun, giman kalau kita belanja bareng saja?". Tanya Wu Ling'er.

__ADS_1


"Boleh juga". jawab Guang Yun, setelah membayar makanan dan minuman, mereka beranjak dari restauran, dan berjalan menuju Mall dekat sana.


Masuk kedalam Mall, keduanya berkeliling melihat melihat, mereka juga beberapa kali mencoba pakaian, sepatu, ataupun tas. Setelah sekian lama berkeliling, dengan sebuah eskrim di satu tangan. dan beberapa tas belanjaan ditangan lain nya, mereka keluar dari Mall dengan saling bercanda.


Tapi batu beberapa langkah dari pintu Mall, seorang pemuda dan beberapa pria berbadan kekar menghadang mereka, Guang Yun mengerutkan kening, dia mengenal orang itu.


"Kenapa menghalangi kami?". tanya Guang Yun tidak senang, Wu Ling'er juga mengerutkan kening melihat mereka.


"Hehehe... ja gan seperti itu, kai hanya ingin menemui orang yang akan menjadi wanitaku". jawab pemuda itu, lalu dia memerhatikan Wu Linh'er 'cantik', itulah penilaian nya.


"Jangan bicara omong kosong, aku bukan wanita mu dan takkan pernah!". bentak Guang Yun.


"Hei ayolah, apa yang kurang dariku sampai sampai kau tidak menyukai ku?". tanya pemuda itu.


"Mo Xie, apa pun yang kau katakan padaku, aku takkan pernah menyukaimu!". Jawab Guang Yun dengan suara dingin.


"Hei orang bermarga Mo, Kak Yun menyukai kakak ku, jadi jangan harap Kak Yun menyukai mu!". tambah Wu Ling'er dengan nada keras.


!?


"Benarkah itu?". Mo Xie bertanya kepada Guang Yun, tapi Guang Yun hanya diam dengan wajah memerah dan sedikit tertunduk.


"Jadi benar! tapi tidak peduli siapa itu, kau hanya bisa menjadi milik ku, kalian". Mo Xie menggerakkan tangan nya dan para pria berbadan besar langsung bergerak, ingin menangkap Guang Yun serta Wu Ling'er.


Guang Yun tidak hanya diam, dia menghindar dan melawan, Wu Ling'er juga tidak tinggal diam, dia melempar eskrim ditangan nya ke wajah salah satu suruhan Mo Xie, dengan gerakan cepat menghajar wajah pria itu hingga terjatuh.


!!!


Terkejut, tidak mereka sangka Wu Lin&'er yang imut itu memiliki kekuatan seperti itu, bahkan Guang Yun juga tak kalah terkejut nya, tapi tidak terlalu menghiraukan karena sedang bertarung.


Beberapa saat, walaupun Wu Ling'er sangat kuat, tapi melawan banyak orang dengan pengalaman bertarung lebih banyak dari nya, dia kewalahan, tapi dia tetap melawan.


Melihat itu Mo Xie mengubah rencana, dia menyuruh bawahan nya menangkap langsung Guang Yun dan tidak melanjutkan menangkap Wu Ling'er. Benar saja, setelah Guang Yun lengah, seorang bawahan Mo Xie memukul bagian belakang kepala Guang Yun, sehingga pingsan, dengan cepat mereka membawanya ke mobil, sedangkan Wu Ling'er yang kelelahan mereka abaikan, dan langsung pergi dari sana.


Padahal banyak orang uang lewat dan menonton itu semua, tapi mereka tidak berani ikut dan hanya diam, bahkan security Mall hanya diam.


"Kak Yun". teriak Wu Ling'er melihat mobil membawa Guang Yun pergi, lalu segera menekan nekan jam tangan, menghubungi Wu Tian.


...****************...


Hai semua, kemarin saya vaksin yang kedua dan agak lemas, jadi tidak up. Ayo siapa uang belum vaksin.


Jangan lupa like, komen, share dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁


SEMOGA TERHIBUR

__ADS_1


__ADS_2