
Mobil Wu Tian sampai di pos penjaga area villa Qinglong, tanpa masalah apapun dia melewati pos dan langsung melaju lancar.
Didalm mobil, Guang Yun masih sedikit tidak percaya tentang fakta bahwa hanya satu hari berlalu di dunia nyata, sedangkan di tempat kuburan tulang sudah terasa sangat lama.
Wu Tian jelas melihat ekspresi linglung Guang Yun, tapi itu bisa dimaklumi. Sesungguh nya sebuah untuk membuat sebuah aturan yang memungkinkan waktu berlalu lebih cepat sangat sulit, perlu bahan yang tidak sedikit untuk melakukan nya, dan masalah utama nya adalah sangat sedikit orang yang bisa melakukan nya.
Aturan waktu adalah aturan yang memungkinkan dunia terus berjalan, aturan waktu adalah salah satu aturan dunia yang paling misterius dan tidak bisa dijelaskan. Aturan waktu membelenggu kehidupan semua mahluk, aturan waktu yang berjalan di dunia tidak bisa diganggu ataupun diubah. Dan sangat sulit yang mampu mengerti secuil aturan waktu, bahkan tidak ada yang sepenuh nya bisa mengatur nya.
Dengan senyum di bibir nya, Wu Tian meraih tangan Guang Yun setelah nya berbicara dengan penuh perhatian pada Guang Yun. "Jangan terlalu memberatkan dirimu untuk hal seperti itu, hanya masalah waktu untuk kamu mengerti secara perlahan".
Guang Yun yang masih linglung segera tersadar, melihat senyum lembut Wu Tian membuat mulai rileks.
"Hah... Baiklah".
Untuk menenangkan Guang Yun, Wu Tian mengajak nya mengobrol sepanjang jalan, dan tentu Guang Yun mulai merasa senang bisa bersama dan mengobrol berdua dengan Wu Tian. Bukan nya tidak suka jika banyak orang, tapi dengan berduaan dengan Wu Tian, Guang Yun bisa merasakan kedekatan mereka yang lebih, terlebih saat ini mereka sudah jadi sepasang kekasih.
Tidak lama mobil sudah sampai dekat dengan villa puncak. Saat itu Wu Tian merasakan ada hal aneh, Wu Tian mencium ada bau darah samar, itu tidak kuat seperti darah sudah dibersihkan, namun Wu Tian bisa mencium sisa bau nya.
Mata Wu Tian melotot, tiba tiba menancap gas saat gerbang villa terbuka otomatis. Ini membuat Guang Yun terkejut, beberapa saat yang lalu mereka masih mengobrol santai, tapi Wu Tian tiba tiba berubah aneh. Guang Yun tidak bisa tidak berta nya.
"Ada apa?".
"Aku mencium bau bekas darah". Jawab singkat Wu Tian, menghentikan mobil nya dan langsung membuka pintu mobil dan berlari dengan cepat ke dalam rumah. Guang Yun terperanjat kaget, dia bereaksi cepat dan mengejar Wu Tian.
Begitu masuk kerumah, terasa sepi rumah itu sehingga Wu Tian langsung bertieriak. "Ling'er, dimana kamu, Ling'er atau siapaun yang ada di rumah?!".
"Ling'er?!". Kepanikan dan kekhawatiran melanda hati Wu Tian.
...
Sementara itu, di halaman belakang villa. Wu Ling'er menatap danau dengan mata nya berkata kaca."Kakak, kamu kemana? Ling'er takut kalau kakak meninggalkan Ling'er".
__ADS_1
Gumaman rilih nya membuat air mata nya tidak bisa di bendung lagi, air mata nya mengalir di pipi nya. Meskipun Wu Ling'er terlihat seperti anak dengan pemikiran yang dewasa dan kuat, tapi sebenar nya dia masihlah seorang anak anak yang perlu kasih sayang. Kedua orang Tua nya sudah tidak ada, hanya kakak nya satu satu nya keluarga yang dimiliki nya, dan orang yang selalu ada untuk nya.
Dalam perasaan nya yang sedih itu, tiba tiba sebuah suara terdengar.
"Ling'er, dimana kamu. Ling'er atau siapapun yang ada di rumah?!".
Wu Ling'er mengangkat kepalanya, suara itu terdengar sangat familiar untuk nya. Wu Ling'er menggumamkan seseorang."Kakak?!".
"Ling'er?!". Suara itu kembali terdengar, membuat Wu Ling'er langsung berdiri.
"Itu suara kakak. Kakak sudah kembali? Kakak sudah kembali!". Perasaan senang meliputi hati nya, segera berbalik ke arah pintu. Di depan pintu, berdiri Wu Tian yang menatap Wu Ling'er yang sudah berdiri dengan bekas air mata di pipi nya. Wu Tian merasa lega, sudut bibir nya melengkung menampilkan senyum nya dan merentangkan kedua tangan nya.
Begitu melihat Wu Tian, beban di hati nya segera sirna. Tanpa menunggu, Wu Ling'er berlari sekuat tenaga nya ke Wu Tian, langsung memeluk Wu Tian.
"Huhuhu~ kakak kemana saja, Ling'er sangat cemas menunggu kakak". Tangisan Wu Ling'er pecah, perasaan campur aduk menyelimuti hati nya.
Wu Tian diam dan hanya memeluk dan membelai puncak kepala Wu Ling'er dengan lembut. Wu Tian merasa bersalah melihat adik nya, hati nya sakit karena sudah membuat Wu Ling'er menjatuhkan air mata sebab mengkhawatirkan nya.
Di dekat pintu, Wu Fei menemukan Guang Yun yang tersenyum ke arah Wu Tian dan Wu Ling'er. Segera Wu Fei menghampiri dan menyapa nya." Nyonya bos".
Gaung Yun hanya tersenyum dan mengagguk. Ini membuat Wu Fei sedikit terkejut, padahal sebelum nya Guang Yun akan terlihat gugup kalau di panggil seperti itu,tapi sekarang Guang Yun malah seperti sudah menerima nya.
Sebuah kesimpulan muncul di kepala Wu Fei. 'Jadi mereka sudah resmi menjadi kekasih? yah... mereka memang pasangan yang sangat serasi'.
Guang Yun tentu tidak tahu pikiran Wu Fei, bertanya saat itu. "Dimana saudara mu yang lain?".
"Hm... Semalam ada penyusup yang datang. Saat ini mereka sedang menggali informasi dari nya". Jawab Wu Fei.
"Begitu, pantas dia bilang ada bau bekas darah. Apakah ada yang terluka?". Tanya kembali Guang Yun.
"Adik kelima terkena serangan penyusup, tapi tidak terlalu parah. Yang lain tidak kenapa napa". Jawab Wu Fei.
__ADS_1
"Baguslah, sekarang kamu pergi temui mereka. Suruh mereka kesini!". Perintah Guang Yun.
"Baik". Jawab Wu Fei tanpa membantah, bagaimanapun sekarang Guang Yun adalah kekasih bos mereka, kata kata nya sebanding dengan kata kata bos nya.
Segera Wu Fei pergi menemui saudara saudara nya.
tok tok tok
Wu Fei mengetuk pintu menuju ruang tersembunyi.
"Ini aku Wu Fei, buka pintu nya".
"Sebentar". Balas suara di balik pintu.
Tak lama pintu terbuka, memperlihatkan sebuah ruangan cukup gelap dengan hanya satu lampu menyinari. Ditengah ruangan, ada tubuh Zhao Li yang penuh luka dengan nafas yang lemah, terlihat sudah sangat lelah baik fisik maupun mental nya, mata nya layu dengan keringat dan cairan merah bercampur di tubuh nya. Disana ada juga empat saudara nya, beberapa dari mereka tampak sedikit kotor.
"Cepat bersihkan tubuh kalian, bos sudah pulang". Ucap Wu Fei.
"Bos sudah pulang?!".
"Bagus, cepat sampaikan informasi yang kita dapat".
Lalu segera mereka membersihkan diri dari keringat dan cairan merah yang terciprat.
...****************...
Hai semua, Saya saat ini sedang membuat rencana yang akan sangat berpengaruh untuk cerita novel ini kedepan nya. Rencana ini membuat saya cukup pusing sendiri, saya semoga nanti kalian menyukai nya. Tunggu saja untuk kedepan nya.
Jangan lupa like, komen, share, vote dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR
__ADS_1