MODERN CULTIVATOR

MODERN CULTIVATOR
36.Kalung dan surat


__ADS_3

"Kalau begitu bukankah marga Wu Tian dan tuan besar Wu itu sama?!". Ucap Jiang Yu bertanya dengan kaget, Jiang Yi dan Lan Zhengyi yang mendengar pertanyaan Jiang Yu juga membuat ekspresi kaget.


"Hm..., itu..., ah...". Lan Zhengyi bingung ingin mengucapkan apa karena dia juga tidak tahu apa apa tentang hal ini.


"Kalau memang benar Wu Tian ada hubungan dengan tuan besar Wu maka t u menjawab semua nya, tapi itu juga bisa kebetulan kalau marga mereka sama dan sesuai cerita saudara Lan tentang Wu Tian yang menyelamatkan tuan besar Wu dan mereka saat itu tidak saling kenal, berarti merka memang tidak memiliki hubungan sebelum nya". ucap Jiang Yi menjelaskan pendapat nya.


"Benar juga kata ayah kalau begitu kenapa identitas nya tidak jelas, dan apa latar belakang Wu Tian ini sebenar nya?". ucap Jiang Yu bingung menatap layar berisi identitas Wu Tian.


"Sudahlah jangan di pikirkan lagi, kalau tuan besar saja menyembunyikan sesuatu berarti ini bukan sesuatu yang bisa kita urusi, takut nya kita akan tersangkut dengan masalah besar yang tidak bisa kita hadapi.


"Benar saudara Lan, kita tidak boleh terlibat dengan masalah yang bahkan tidak bisa kita hadapi, jadi lebih baik kita diam saja". ucap Jiang Yi, Jiang Yu dan Lan Zhengyi mengangguk kecil.


"Yu'er perintahkan ke orang orang kita, kalau mereka bertemu Wu Tian perlakukan dengan sangat hormat dan jangan sekali kali menyinggung nya!". ucap Jiang Yi tegas.


"Baik!". jawab Jiang Yu tegas dan langsung keluar ruangan untuk segera melaksanakan perintah ayah nya.


"Sepertinya lelang satu minggu lagi akan menggemparkan orang orang kaya Chuzhou karena pil pil itu". ucap Lan Zhengyi setelah Jiang Yu keluar.


"Iya, dengan ini nama keluarga Jiang juga akan melejit karena lelang minggu depan". ucap Jiang Yi tersenyum.


"haha jangan lupa undangan nya saudara Jiang". ucap Lan Zhengyi dengan senyum.


"haha saudara Lan tenang saja aku pasti akan mengirim undangan nya nanti". ucap Jiang Yi membalas senyum Lan Zhengyi.


"haha terima kasih, kalau begitu aku pamit pulang dulu, masih banyak yang harus ku kerjakan" ucap Lan Zhengyi sambil berdiri dari tempat duduk nya.

__ADS_1


"Kalau begitu mari aku antar saudara Lan". ucap Jiang Yi sambil berdiri juga, merka berdua pun langsung keluar dari ruangan itu.


Di tempat lain


Setelah sekitar setengah menit berlalu, mobil yang Wu Tian naiki sudah sampai di depan gang sempit yang tidak bisa dilalui mobil, Wu Tian dan sopir keluar, begitupun dua orang yang membawa mobil besar barang itu.


"Kalian ikuti aku". ucap Wu Tian singkat, lalu berjalan memasuki gang sempit.


"Baik". balas tiga orang serempak, kemudian langsung mengikuti Wu Tian dari belakang.


Beberapa saat berjalan, mereka sampai di depan sebuah rumah sederhana milik Wu Tian, tapi di depan rumah itu mereka melihat seorang dengan badan besar sedang berdiri didepan rumah itu, ketiga orang berjas yang mengikuti Wu Tian dari belakang langsung berjalan didepan Wu Tian dan membuat posisi siaga siap bertempur.


Wu Tian yang melihat nya hanya tersenyum menggelengkan kepala, Wu Tian menoleh kearah pria berbadan besar itu.


"Wu Zhan". ucap Wu Tian kearah pria berbadan besar itu. Pria berbadan besar yang mendengar nama nya dipanggil (lebih tepatnya nama baru nya karena sebelum nya tidak memiliki marga) berbalik kearah suara itu.


"Dia adalah orang ku jadi tidak usah terkejut, ketiga pria berjas hanya menganggukan kepala mengerti mendengar ucapan Wu Tian.


"Bagaimana keadaan saudara saudaramu, apa sudah baikan?". tanya Wu Tian.


"Iya, mereka sudah baikan dan sekarang hanya perlu sedikit istirahat saja". jawab Wu Zhan.


"Baguslah kalau begitu". ucap Wu Tian menganggunguk.


"Bos, siapa mereka bertiga?". tanya Wu Zhan melihat tiga pria berjas.

__ADS_1


"oh, mereka disuruh oleh teman ku untuk membantuku untuk mengangkut barang barang ku, karena aku mau pindah rumah". jawab Wu Tian.


"Kalau begitu aku juga akan membantu". ucap Wu Zhan, Wu Tian hanya mengangguk dan berjalan kearah pintu rumah sambil mengambil kunci rumah nya di kantung celana, Wu Tian memasukkan kunci dan memutar nya.


Wu Tian masuk diikuti Wu Zhan dan tiga pria berjas, mereka langsung mengangkat barang barang yang Wu Tian ingin bawa, barang barang milik Wu Tian hanya beberapa pakaian milik Wu Tian dan Wu Ling'er serta beberapa barang peninggalan orang tua mereka, jadi tidak memerlukan waktu lama untuk memindahkan ke dalam mobil.


Dari semua itu, didalam kamar orang tuanya Wu Tian menemukan sebuah kotak kayu, didalam nya ada dua buah kalung, satu kalung dengan liontin berbentuk unik dengan permata biru gelap, yang satu dengan liontin unik dengan permata ungu gelap, di kotak itu juga selembar kertas yang ditinggalkan orang tuanya.


'Nak, mungkin saat kau menemukan kalung ini maka kami sudah tidak di sisi kalian, ibu dan ayah minta maaf kalau kami tidak bisa bersama dengan kalian, tapi jangan bersedih karena ibu dan ayah selalu menyayangi kalian, dan kami sudah meninggalkan sebuah kalung dengan permata biru gelap untuk An'er dan kalung dengan ungu gelap untuk Ling'er, An'er jagalah adikmu dengan sungguh sungguh dan Ling'er ikuti perkataan kakak mu ya, ayah dan ibu selalu menyayangi kalian berdua'. itulah kata kata yang ada di dalam surat, Wu Tian yang membaca nya tanpa sadar meneteskan air matanya dan untung saja di dalam kamar itu hanya ada Wu Tian, karena yang lain Wu Tian suruh menunggu diluar.


"Ibu, ayah, tenang saja aku pasti akan menjaga Ling'er dengan nyawaku sendiri". ucap Wu Tian menatap langit langit ruangan, ada perasaan rindu yang mendalam dari mata Wu Tian kepada orang tua nya.


Karena tidak mau terlalu lama bersedih Wu Tian mengusap air matanya, Wu Tian mengambil kalung dengan liontin permata buru gelap dan langsung memakai nya, sedangkan kalung satunya serta surat dari orang tuanya, Wu Tian simpan di kotak kayu kemudian langsung menyimpan nya di dalam spacial ring nya, serta wajah Wu Tian kembali tenang seperti sebelum nya, Wu Tian keluar dari kamar itu.


"Apakah sudah selesai?". tanya Wu Tian kepada empat orang di depan nya.


"Iya". jawab mereka.


"Kalau begitu ayi berangkat". ucap Wu Tian, keempat nya mengangguk dan berjalan keluar terlebih dahulu.


Setelah keluar dan mengunci pintu, Wu Tian memandang rumah sederhana peninggalan orang tuanya itu, ada ada perasaan keberatan untuk meninggalkan ruma itu, tapi dia juga harus memikirkan adik nya yang memerlukan tempat yang bagus, setelah puas Wu Tian beranjak pergi dari sana.


...****************...


Hai semua, semoga kalian suka dengan alur cerita nya, dan maaf kalau nggak bisa up rajin karena masih fokus sama ujian dulu, dan saya juga minta doa nya agar ujian saya atau kalian yang ada ujian atau sesuatu berjalan lancar dan mendapat nilai yang bagus, amin.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, share dan kalau bisa tips nya hehehe๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


SEMOGA TERHIBUR


__ADS_2