
Sinar cahaya terserap sepenuh nya, hanya meninggalkan kalung dengan liontin biru di leher Wu Tian. Wu Tian dan Guang Yun terdiam, dalam sepersekian detik itu adalah hal yang tidak terduga, jangan kan Guang Yun yang bingung, Wu Tian sendiri tampak memasang ekspresi linglung.
"Ini... apa yang barusan terjadi?". Tanya Guang Yun.
"Tidak tahu, kalung ini adalah apa yang ditinggalkan orang tua ku untukku. Tidak ada penjelasan sama sekali tentang kemampuan, atau dari mana kalung ini sebenar nya". Jawab Wu Tian sambil mengambil liontin kalung nya agar sejajar dengan mata nya.
Dengan teliti Wu Tian membolak balik liontin itu, namun dia tidak dapat menemukan hal yang aneh dari nya."Aneh, melihat dari sudut pandang manapun, ini benar benar seperti liontin biasa, kalau tidak melihat kualitas bahan nya yang sangat bagus". Ucap Wu Tian semakin bingung.
"Sudahlah, yang harus kita pikirkan sekarang itu adalah cara keluar dari sini". Ucap Guang Yun.
"Iya, aku juga sedang berfikir tentang itu". Balas Wu Tian, baru ingin melupakan tentang kalung nya. Tiba tiba liontin di kalang nya bersinar terang, membuat Wu Tian dan Guang Yun silau, sehingga Wu Tian langsung meraih tangan Guang Yun, dia merasa sesuatu yang akan terjadi.
Sinar mereda, Wu Tian dan Guang Yun perlahan membuka mata mereka.
!?
Dan alangkah terkejut nya mereka, sebab saat ini pemandangan yang penuh akan tengkorak sebelum nya telah berubah. Sekarang didepan mata mereka, mereka ada di tengah ruangan gedung sebelum nya.
"Kita kembali?!". Ucap Guang Yun kaget dan tidak percaya.
"Kalau diperhatikan ini memang dunia nyata, kita kembali". Balas Wu Tian, menoleh dan meraih liontin kalung nya.
"Apa mungkin apa yang menyatu dengan kalung ku sebelum nya adalah inti dimensi lain itu?". Gumam Wu Tian dengan tidak percaya, mengingat kehidupan sederhana nya bersama orang tua nya, ini adalah hal yang membuat nya harus menilai ulang kembali.'Seperti nya ada yang disembunyikan oleh ibu dan ayah'. Gumam nya dalam hati.
"Wu Tian? Wu Tian? apakah ada sesuatu yang kamu pikirkan?". Tanya Guang Yun membangunkan Wu Tian dalam lamunan nya. Wu Tian langsung tersenyum melihat ke Guang Yun yang seperti cemas kepada nya.
"Tidak ada apa apa, ayo pulang. Entah berapa lama kita sudah pergi, mungkin yang lain khawatir dan mewncari kita". Ucap Wu Tian, sontak Guang Yun membalas dengan anggukan dan senyum. Setelah nya beranjak dari tempat itu.
Semantara itu ditempat lain, Villa teratas Qinglong. Tampak kalau ada beberapa seperti bekas aneh di dekat tembok villa, mulai dari rerumputan yang jatuh ataupun tercabut sampai bekas terbakar yang paling mencolok, hanya melihat keadaan nya saja sudah bisa diketahui kalau sudah ada pertempuran sebelum nya.
__ADS_1
Dan didalam villa, Wu Ling'er dan lima bersaudara duduk di sofa, dan dimana Wu Shui sedang mengobati dan membalut luka di beberapa bagian tubuh Wu Huo,serta ada seseorang asing dengan keadaan memprihatinkan yang terikat tali di tengah tengah, yang dimana Wu Zhan dan Wu Deng menatap tajam ke orang asing yang tampak pingsan itu.
"Lumayan juga orang ini, aku sampai menggunakan teknik ku untuk melawan nya". Ucap Wu Huo melihat ke orang asing yang pingsan.
"Kau ceroboh, malah ingin melawan sendirian orang itu padahal tidak tahu kemampuan musuh. Kalau kau tidak cepat menggunakan teknik itu, kau mungkin sudah mati sekarang". Gerutu Wu Shui sambil membalut luka di pundak Wu Huo dengan perban.
"Hehehe... tenang saja, aku ini kuat dan tidak tertandingi, ya... bisa pengecualian. Aku ini kuat, orang seperti ini tidak ada apa-! Awww!? sakit! sakit! sakit!". Saat Wu Huo ingin membual lebih, Wu Shui mengikat perban dengan kencang, sehingga Wu Huo langsung menjerit.
"Kata nya kuat, baru begini saja sudah menjerit". Ejek Wu Shui dengan ekspresi datar nya.
"Kau... sini kau kalau berani!". Teriak Wu Huo ingin menangkap Wu Shui, namun dengan gesit Wu Fei langsung memegangi nya.
"Hei kalian jangan berkelahi, ini bukan waktu nya untuk ribut". Ucap Wu Fei melerai.
"Lepaskan aku, pendek". Ucap Wu Huo tanpa sadar.
"Eh... kak, aku... bukan begitu maksud ku". Wu Huo akhir nya menyadari nya, dia mundur dan mencoba menenangkan Wu Fei.
"Hmph... sini kau!". Wu Fei langsung melesat.
Buk! bak! buk! bam! bom!
Terjadilah perkelahian, tau lebih tepat nya Wu Fei yang menghajar Wu Huo.
Wu Zhan dan Wu Deng hanya bisa menggelengkan kepala nya, Wu Shui tampak tanpa ekspresi, sedangkan Wu Ling'er masih diam karena khawatir.
Melihat kekhawatiran Wu Ling'er, Wu Zhan langsung maju ke Wu Fei dan Wu Huo. Dengan santai Wu Zhan mengangkat Wu Fei dan Wu Huo yang kini tampak bonyok.
"Kalian jangan ribut, bisa bisa nya saat seperti ini kalian malah berkelahi". Ucap Wu Zhan, membuat suasana kembali tenang.
__ADS_1
"Aku akan ke kamar ku dulu, kalian jaga orang ini". Ucap Wu Ling'er, menatap sekilas orang asing yang di ikat dan langsung bernjak naik ke lantai dua.
"Nah kalian lihat, nona Ling'er malah pergi gara gara kalian". Ucap Wu Zhan mengomeli, yang lain hanya diam dan merasa bersalah.
"Dari kemarin bisa belum pulang, lalu ada orang yang datang yang berniat buruk kesini, setidak nya jangan membuat masalah lain". Tambah Wu Deng mengomeli. Ya, sudah sehari Wu Tian dan Guang Yun belum kembali, padahal sudah banyak orang yang mereka hubungi, namun belum menemukan tempat pasti dari Wu Tian dan Guang Yun.
"Yah, entah kemana bisa dan nyonya bos pergi". Ucap Wu Zhan frustasi, banyak usaha yang di lakukan, namun Wu Tian dan Guang Yun belum ditemukan, Wu Zhan dan yang lain sudah bingung dan khawatir.
"Sekarang kita urus orang ini dulu, kita harus tahu apa tujuan dan siap yang menyuruh nya". Ucap Wu Zhan, meraih sebuah tempat air minum dan mendekat ke orang asing yang di di ikat tali.
Biur!
Wu Zhan langsung menyirami orang asing itu, membuat orang asing itu langsung terperanjat membuka mata nya.
"Hm...? m! mmm.... mm...". Orang asing itu berbicara namun tidak terdengar kata kata nya, sebab mulut nya di tutup lakban.
Wu Zhan langsung menarik lakban, agar orang asing itu bisa berbicara.
"Hah... hah... lepaskan aku! apakah kalian tidak tahu siapa aku? jika kalian tidak melepaskan, maka org- Hm...". Sebelum bisa selesai berbicara, Wu Zhan kembali lagi menutup mulut orang asing itu dengan lakban.
"Terlalu berisik!". Teriak Wu Zhan.
...****************...
Hai semua, akhir akhir ini kesehatan saya lagi buruk, ditambah ada ujian praktik disekolah yang perlu di siapin. Jaga kesehatan di masa rawan penyakit sekarang, yang terbaik untuk semua nya.
Jangan Lupa like, komen, share, vote, dan kalau bisa tips nya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR
__ADS_1