
Terlihat sebuah batu berwarna merah kecil seukuran kelereng, batu itu memancarkan hawa panas yang dapat dirasakan oleh orang orang disekitarnya, sehingga mereka mulai sedikit menjauh, semuanya tercengang merasakan hawa panas itu.
"Batu ajaib, sungguh batu ajaib". ucap salah satu pria paruh baya.
"Baru kali ini aku melihat dan merasakan batu seperti ini". ucap yang lain, segera tempat pelelangan batu menjadi ramai, meskipun tidak mengenal batu apa itu, tapi jika dilihat dan dirasakan maka dpat ditebak kalau batu itu sangat berharga, meskipun era seni bela diri mulai kembali, tapi bagaimanapun pengetahuan tentang barang barang seperti ini sudah hilang di zaman dulu, sekarang saja seni bela diri masih sangat dangkal dikalangan masyarakat, pengetahuan mereka bahkan tidak lebih baik dari orang biasa dari zaman bela diri dulu.
Sedangkan Wu Tian tersenyum puas, karena memang dengan ingatan masa lalu nya, dia mengenal batu apa itu, iya nama batu itu adalah batu unsur, batu unsur adalah batu yang terbentuk dari tempat dengan iklim ekstim dengan waktu lama, sehingga batu batu itu menyimpan energi dari iklim itu, misalnya batu unsur di depan Wu Tian sekarang, batu merah menyala itu disebut batu unsur api, karena batu itu terbentuk dari tempat dengan iklim panas yang ekstrim, misalnya gunung merapi sehingga dalam batu itu tersimpan energi atribut api yang panas.
Dan lebih hebatnya, enegi dari batu unsur bisa di serap sehingga pemahaman dalam elemen api akan meningkat, dan itu adalah sesuatu yang sangat berguna bagi seorang kultivator yang ingin meningkatkan penguasaan elemen nya. sejak awal Wu Tian sudah mengetahui batu itu, itulah kenapa dia tidak mau memilih batu yang lain, lagian dengan kemampuan mata nya yang bisa melihat langsung isi batu, kenapa dia harus mendengar orang lain?.
"Permisi, apakah anda pemilik batu ini, saya tertarik dengan batu ini, apa anda ingin menjualnya?". tanya salah seorang dengan pakaian formal.
"Saya juga menginginkan nya, saya akan membayar 1000 kredit". ucap seorang pemuda.
"Hei nak apa kau bercanda, 1000? keluar saja kalau tidak punya uang, aku menawar 10.000". ucap seorang pia paruh baya mengejek pemuda itu, yang lain juga menatap menghina pemuda itu.
"15.000". ucap yang lain dengan keras agar didengar.
"20.000".
"30.000".
Banyak yang menawar batu Wu tian, tapi Wu Tian hanya menggelengkan kepalanya dan mengambil batu itu dan menaruh nya kedalam jaket, tapi sebenarnya dia langsung memasukannya ke dalam spacial ring, sedangkan dua batu giok lain di taruh di kantung yang deberikan kasir.
"Tidak dijual". ucap Wu Tian singkat, orang orang yang menawar langsung diam kecewa fan mereka kemudian bubar, tapi ada beberapa yang melihat Wu Tian dengan pandangan serakah, Wu Tian menyadarinya tapi hanya diam, 'melihatku dengan pandangan menjijikan seperti itu?, kalau mau batu ini maka nyawa kalian akan hilang' gumam Wu Tian dalam hati.
__ADS_1
"Aku baru mengetahui kemampuan ku dibandingkan denganmu sangat berbeda jauh, sungguh konyol aku memberikan saran padamu, maafkan aku yang lancang". ucap Ma Song menundukkan kepala menyesal, awalnya, Ma Zong hanya melihat Wu Tian sebagai seorang pemuda yang sok sok an, dia berfikir Wu Tian tidak mau mendengar nasehnya karena Wu Tian tidak mau terlihat buruk didepan Jiang Yu, sungguh pemikirannya salah total.
"Hei paman Zong jangan begitu, aku hanya beruntung mendapat batu itu". ucap Wu Tian menahan bahu Ma Zong agar tidak menunduk, Ma Zong yang melihat sifat Wu Tian tersenyum 'Sangat jelas kalau itu semua bukan sekedar keberuntungan' gumam Ma Zong.
"Sungguh pemuda yang luar bias, dengan kemampuanmu yang hebat itu, kau bahkan masih bisa rendah hati seperti itu, sangat jarang generasi muda zaman sekarang yang sama sepertimu". ucap Ma Zong dengan sungguh sungguh.
"Paman Zong terlalu memuji, aku tidak sehebat atau seluar biasa yang paman bilang". ucap Wu Tian, Ma Zong hanya tersenyum kagum.
"Kalau begitu aku tidak baik begitu?". Jiang Yu yang sebelumnya diam bertanya kepada Ma Zong.
"Bukan begitu maksud paman, Nona Yu juga baik". jawab Ma Zong tersenyum ke arah Jiang Yu.
"Hehe paman aku hanya bercanda, dan saudara Tian selamat mendapat barang bagus, apa mau mencari lagi?". tanya Jiang Yu.
"Kalau begitu mari". Jiang Yu lalu mengajak Wu Tian naik tangga dan menuju lantai dua, setelah naik, terlihat di sana pengenjung atau batu yang tersedia lebih sedikit, dengan harga yang lebih tinggi dari lantai pertama, Wu Tian langsung berkeliling mencari batu.
Sepuluh menit berlalu, Wu Tian sudah mengambil 10 buah batu, langsung membayar dan pergi ke kasir, ternyata didalam batu ada 5 giok dengan warna hijau Yanng lebih pekat dari jenis kaca, itu adalah gik kaisar, banyak yang menyaksikan itu menawar, dan lagi lagi Wu Tian menolak.
Dan saat lemi batu sisa Wu Tian memilih tidak memotongnya, akan ribut jika orang lain melihatnya, jadi Wu Tian menaruh nya di kantong besar berbeda dari tempat gik yang sudah di potong. Wu Tian ingin naik ke lantai tiga, tapi ternyata tidak boleh karena adalah tempat penyimpanan batu, jadi mereka kembali turun ke lantai satu.
Tapi saat turun ke lantai satu, tanpa sengaja Wu Tian menoleh ke tumpukan batuddi sudut ruangan dan saat melihatnya, ada ketertarikan di matanya.
"Kenapa batu batu itu diletakkan di sudut ruangan?". tanya Wu Tian menunjuk ke arah tumpukan batu.
"hm? itu hanya batu sampah sisa, awalnya mau dibuang tapi karena batu baru datang jadi belum sempat di bersihkan". jawab Ma Zong.
__ADS_1
"Jadi itu tidak dipakai, bolehkah aku ambil beberapa?". tanya Wu Tian sekali lagi.
"Saudara Tian itu hanya sampah, tapi buat apa sadara menginginkannya?". tanya Jiang Yu penasaran.
"Hehe sebenarnya, aku berniat akan meletakkannya di sekitar taman belakang rumah sebagai hiasan". jawab Wu Tian, Jiang Yu tidak percaya tapi tidak mempermasalahkan, Wu Tian lalu mengambil sepuluh sebelas buah batu dan memasukkan ke dalam kantung besar.
"Saudara Yu, paman Zong, terima kasih hari ini, aku ada sesuatu untuk dikerjakan jadi aku pamit dulu". ucap Wu Tian berpamitan.
"Hati hati dijalan,jangan lupa kalau mau berkunjung hubungi aku". ucap Jiang Yu.
"Sering sering kesini". ucap Ma Dong.
"Iya, dan aku menyarankan mengambil batu di barisan ke 9, mungkin saudari akan menyukainya". balas Wu Tian lalu pergi, sampai Wu Tian tidak terlihat, Jiang Yu menatap Ma Zong.
"Periksa batu batu sisa itu, aku akan mengambil batu barisan ke 9". ucap Jiang Yu, Ma Zong mengangguk mengerti dan langsung menyurhbpegawi membawa batu sisa ke lantai tiga, sedangkan Jiang Yu pergi untuk mengambil batu yang Wu Tian sarankan.
disisi Wu Tian, Wu Tian berjalan menjauhi toko perjudian batu, tapi dia tidak pergi ke mobil, melainkan berbelok ke jalan sepi 'Serangga yang merepotkan'. gumam Wu Tian dalam hati.
...****************...
Hai semua, maaf kalau agak lambat upnya karena saya lagi keasikan mencari refrensi dari komik atu novel lain, maklum saya juga suka baca hehe.
Jangan lupa like, komen, share, dan kalau bisa tipsnya hehehe 😁😁😁
SEMOGA TERHIBUR
__ADS_1