
SINTA DARMAWAN seorang wanita berusia 29 tahun yang sudah memiliki 2 orang anak, satu laki-laki bernama ALDRICH dan 1 perempuan bernama SANDRIANOVA, dia memiliki keluarga yang dibilang cukup harmonis, hampir tidak ada masalah besar dalam rumah tangganya. suaminya VIAN sangat mencintainya, hanya saja vian adalah seorang laki-laki yang agak temperament, Dan terlalu gila sama hobinya yaitu game, tapi sinta selalu mencoba memaklumi Dan memaafkan. sampai di suatu masa sinta merasa gelisah.....
" mengapa aku memimpikannya" gumamnya ketika ia terbangun dari tidurnya, dilihat ruangan masih sangat gelap, segera dia mencari ponselnya Dan melihat jam, jam masih menunjukan pukul 01.00 dini hari
"ternyata masih malam" ucapnya dalam hati, di lihat suaminya masih sangat lelap tertidur
matanya enggan di pejamkan, fikirannya melayang tak Karuan. bayangan-bayangan masa lalu mulai menghampirinya, ada rindu yang terlintas dalam hatinya.
"kenapa jadi gak bisa tidur sih" keluhnya kesal... dia pandang wajah suaminya, tidurnya begitu lelap, akhirnya dengan segala kegalauan dia mencoba untuk tertidur dengan memeluk suaminya.
selang beberapa menit sintapun mulai menutup matanya, dalam tidurnya pria itu hadir lagi..
pria yang pernah ia kenal dulu, kali ini sinta larut dalam mimpinya hingga suara alrm ponsel membangunkannya
"hoaaaammmmm" terasa begitu nikmat saat sinta terbangun
dilihat waktu menunjukan pukul 05.15, sinta bergegas untuk shalat Dan menyiapkan sarapan untuk suami Dan anak-anaknya, setelah semua selai sinta membangunkan mereka
"pah bangun sudah jam 6" ucap sinta sambil menggoyangkan badan suaminya
"hemmmmmm"jawabnya, sepertinya mata begitu berat untuk terbuka, padahal tidurnya begitu lelap tanpa gangguan apapun, berbeda dengan sinta yang terbangun karena mimpinya
__ADS_1
" cepetan bangun, mandi Sana, aku udah siapin teh sama sarapan nya" paksa sinta sambil menarik tangan suaminya,
"iya aku bangun " ucapnya dengan Nada yang malas.
"yasudah cepetan nanti kamu kesiangan" suruh sinta, vianpun segera bangun tak lupa dia memeluk istrinya Dan mencium keningnya, sebenarnya vian sangatlah mencintai sinta hanya saja ego vian lebih besar dari cinta nya, hingga membuat sinta merasa tidak tahan menjadi istrinya.
setelah semua sudah mandi merekapun makan bersama, vian bergegas untuk mengantarkan Al Dan Nova (panggilan anak sinta Dan vian) kesekolah lalu berangkat kerja.
" aku berangkat ya " izin vian, sinta mencium tangan vian Dan melemparkan kecupan pada keningnya
"hati-hati ya pah, love u... " ucapnya
" mamah kk berangkat dulu ya " izin al sambil mencium tangan ibu nya
" Okk hati-hati semua, dadah " ucap sinta sambil melambaikan tangannya pada mobil yang di kendarai vian.
rumah terasa sepi, semuanya sudah melakukan aktivitasnya masing-masing tinggalah sinta dengan kegalauan nya, di rebahkan tubuhnya di sebuah sofa, fikirannya kembali melayang ke masa lalu,
"kenapa tiba-tiba aku memikirkan dia? " tanyanya kesal,
"udah udah " ucapnya sambil mengacak-ngacak rambutnya, berharap bayangan pria itu menghilang dari fikirannya
__ADS_1
"mending aku beres-beres, biar gak ke fikiran" gumamnya, sinta bergegas menuju dapur, merapikan semua piring Dan gelas setelah itu ia mulai membereskan kasur.
"liat kasur jadi ngantuk" ucapnya, di rebahkanlah badannya di atas kasur
fikirannya kembali pada pria itu,
"aduhh harus cerita sama ka Tia nih" gumamnya laku mengambil ponsel,
dara menghubungi Tia melalui sambungan telfon
"hallo ka Tia " sapa sinta
"Hallo kenapa de? " tanya Tia
"sibuk gak? ketemuan yuk, " ajak sinta pada Tia
"boleh ketemuan dimana? " tanya Tia
"dimana ya? anak-anaknya belum pulang juga sih" jelas sinta
"yasudah aku kesana aja" ucap Tia, memutuskan untuk menuju rumah sinta.
__ADS_1
" Okk ka aku tunggu ya"ucap sinta.