My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 46 pertemuan keluarga vira


__ADS_3

Hari ini Vira dan Dhani mengunjungi keluarga Vira di Bandung, selama perjalan Dhani berusaha mengubah keputusan Vira, namun Vira tetep dengan keputusannya untuk bercerai dengan Dhani


"vir... aku mohon fikirin lagi keputusanmu" pinta Dhani


"maaf Dhan aku udah gak bisa, keputusanku udah bulat, ini yang terbaik buat kita, " ucap Vira


"liat anak kita vir... kasian dia, dia masih butuh kita " ucap Dhani


"akan lebih kasian ketika dia besar Ia tau ternyata ayahnya tidak mencintai ibunya" jelas Vira, kata-katanya begitu menusuk ke hati Dhani,


Dhani kembali fokus menyetir mobilnya, tak Lama terdengar dering telfon dari ponsel Dhani, ternyata sinta, Dhani membiarkan telfon berdering,namun sinta terus menghubungi Dhani

__ADS_1


"angkat aja, dari sintakan? sekarang kamu bebas berhubungan Sama dia" ucap Vira, Ia tak mengerti lagi dengan perasaannya


"hmmmm gak usah aku lagi nyetir" ucap Dhani, namun matanya terus melirik kearah ponsel yang berdering, rasanya ia ingin segera mengangkat ponsel itu


"kayanya penting tuh, minggir aja dulu " ucap vira ketus, Dhani melirik kearah vira ia segera mematikan ponselnya "maaf ta... " dalam hatinya


"kenapa harus dimatiin?" tanya vira masih dengan nada kesal


"udahlah dhan gak usah kamu baik-baikin aku, apapun yang kamu lakukan tidak akan merubah keputusanku untuk pisah sama kamu" vira terlihat begitu kecewa, airmatanya menetes hingga membasahi pipi si kecil yang berada di pangkuannya


"aku harus gimana sih vir, tolonglah jangan kaya gitu, aku pasti berusaha buat bisa lupain sinta, aku akan lakuin itu buat kamu" ucap dhani... namun vira tetap tak menggubris ucapan Dhani, lagi-lagi berusaha..... itu yang justru tak ingin dia Dengar, terlalu sakit untuknya harus menerima kenyataan bahwa bukan dialah yang ada dihati Dhani.

__ADS_1


semua perkataan Dhani tak bisa membuat vira merubah keputusannya, hingga Dhanipun pasrah, dan memilih fokus pada stirnya.


*************


Sinta terus menghubungi Dhani, namun tak ada jawaban,bahkan Dhani malah mematikan ponselnya, ia mulai stres vian sudah begitu marah padanya, dan Dhani tak mau menerima panggilannya,


"ternyata Dhani tak sesayang itu padaku" gumam sinta.


vian semalaman tak pulang,setelah kejadian itu Ia memilih pergi meninggalkan sinta yang sudah babak belur di buatnya. Nova sendiri masih tertidur di Kamar sinta, semalaman Ia menangis melihat perkelahian kedua orangtuanya,malam itu memang bak mimpi buruk untuk sinta, Ia tak menyangka vian bisa melakukan hal ini kepadanya, semua memar bekas tamparan vian masih belum hilang di pipinya sungguh terasa sangat sakit.


anak-anak masih terlelap, Ia tak tau harus melakukan apa, vian masih belum pulang, berulang Kali sinta menghubunginya namun sama sekali tak di respons, begitupun dengan Dhani, sinta mulai berfikir jika Dhani tidak benar-benar mencintainya seperti yang Ia katakan, "ahhh bodohnya aku" gumam sinta sambil menarik rambutnya.

__ADS_1


Ia duduk di meja rias, ia tatap wajahnya yang penuh memar, air matanya kembali menetes apa sebenarnya yang sudah ia lakukan, hingga ia nekat bertemu dhani, yang toh ternyata tak memperdulikan dia saat ini, dan Vian.. ia sudah sangat melukai hati Vian. Saat ia masih menangis meratapi semua yang sudah terjadi padanya, suara mobil Vian terparkir di depan rumah, ada rasa cemas yang sinta rasakan, ia takut Vian akan kembali memukulnya, sintapun segera berlari menggendong Nova menuju Kamar Al, sinta berpura-pura masih tertidur bersama kedua anak nya, "krreeeaaakkk" terdengar suara pintu terbuka, hati sinta semakin bergetar hebat, ia memeluk erat kedua anaknya, Vian melihat kamarnya kosong dan bergegas menuju Kamar anak-anak, ia lihat sinta masih terlelap, lalu ia kembali menutup pintu Kamar membiarkan sinta dengan anak-anaknya, ada rasa bersalah dalam hatinya, tak seharusnya ia menampar sinta saat itu, ia duduk termenung di sebuah sofa yang berada di ruang tamu, ia kembali mengingat betapa sinta memang mencintai Dhani dari awal, ternyata tak bisa memaksakan hati seseorang, meski sinta terlihat bahagia bersamanya namun tetap saja hati sinta bukan untuknya, ia sadar tak baik memaksakan Cinta.


__ADS_2