
hari ini tiba pembukaan ice skating seluruh karyawan sibuk menyiapkan semuanya, terutama nanda,dhani Dan Sinta, karna event ini tanggung jawab mereka bertiga, pertemuan dhani Dan sinta makin intense hari ini, mereka yang mengatur acara di balik panggung, sesekali dhani bersikap manis pada sinta membuat hati sinta semakin Melayang, bahkan sinta lupa bahwa ada pria di luar Sana yang menunggu pesannya untuk di balas.
suara dering ponsel sinta terus berbunyi, namun sinta sibuk dengan pekerjaannya.
"ta dari tadi ponsel kamu bunyi, apa gak di angkat dulu" suruh dhani
"lagi kerja pak, nanti aja aku telpon balik" jawab sinta sambil mematikan ponselnya
"hmmm mmm mmm" dhani mengangguk sambil tersenyum
suasana mall sangat ramai, antusias pengunjung begitu besar, terlebih saat ini libur anak sekolah, banyak orang tua yang membawa anaknya untuk bermain ice skating.
dhani, nanda Dan sinta begitu senang mereka merasa kerja kerasnya berbuah manis, saking senang Dan semangatnya mereka lupa belum istirahat untuk makan siang, sinta merasa sangat lapar saat itu
"pak,... sepertinya saya lapar" lapor sinta pada dhani
"ohh iya kita belum makan siang, yasudah kamu mau makan dimana? " tanya dhani
"saya mau ke ramen, bapak mau ikut makan sekalian? " ajak sinta
"boleh, kalau gitu kita serve terima dulu sama aldo Dan dara " ujar dhani
"ya baiklah " jawab sinta
mereka mencari dara Dan aldo untuk Meng handle pekerjaan mereka, selama mereka istirahat makan siang
mereka memilih restaurant ramen untuk mengisi perut mereka yang sangat lapar.
terlihat beberapa menu makanan di meja, dhani memilih "ebby ramen level 3 " Dan sinta memilih "gyozu ramen level 5" setelah menunggu 15 menit makanan mereka datang..
"silahkan pesanan ya " seorang pramusaji menghidangkan semangkok ramen sesuai pesanan mereka
"terima kasih mbk " ucap sinta
"wahhhh laper banget nih saya" ujar dhani sambil mulai menyantap hidangannya
__ADS_1
"hehheheh iya pak saya juga" tambah sinta...
sebelum makan sinta teringat ponselnya yang tadi sempat di matikan, ia menyalakan ponselnya tak lama dering ponsel sinta berbunyi
" sepeetinya penting ta, coba angkat dulu" suruh dhani sambil melihat wajah sinta yang agak gugup
"iya baik pak.. sebentar aku angkat dulu " ucapnya, sinta mengangkat telfon yang ternyata adalah vian, kekasih sinta
"Hallo.... " suara sinta di sambungan telfon, sinta merasa tidak enak pada dhani
" kamu kemana aja sih, aku telfon kamu ada kali 50 kali malah abis itu telfon kamu gak aktif, memang segitu sibuknya sampe wa Dan telfon aku gak kamu balas " bentak vian dengan Nada yang tinggi,, sinta bingung harus jawab apa, sedang dari tadi dhani memperhatikan sinta
"maaf aku beneran sibuk, niatnya setelah istirahat aku telfon kamu " jelas sinta
"gak usah bohong kamu, sudah kalau begitu cari kerjaan yang kamu bisa terus jawab telfon aku, " suruh vian
" yah gak bisa gitu, aku nyaman kerja disini " jelas sinta
" yasudah pilih aku atau kerjaan? " tanyanya, inilah sifat vian yang membuat sinta tak nyaman, vian sangat cemburu hingga aktivitas sinta semua harus di laporkan pada vian
"sudah selesai? " tanya dhani
" sudah pak, kok bapak gak makan? " tanya balik sinta
"saya gak mungkin ninggalin kamu makan sendiri" jawabnya, membuat Sinta terkesan dia tidak pernah di perlakukan se spesial ini oleh vian, dhani juga tidak menanyakan apapun tentang telfon tadi,
"ohhh yasudah ayo kita makan" ajak Sinta sambil tersenyum lebar, melupakan masalahnya dengan vian
dhani sesekali melirik sinta, dan tersenyum sungguh hati Sinta merasa berbunga bunga
"pak... " panggil Sinta
"hmmmm" jawab dhani
"boleh tanya sesuatu? " tanyanya ragu
__ADS_1
"boleh, kenapa harus gak boleh " jawabnya
" kenapa bapak bisa deket sama saya? " tanya Sinta
dhani melihat Sinta, memandanginya dan tidak melanjutkan suapannya
" awalnya karna kerjaan..... " jawabnya
"kalau ada awal pasti ada lanjutannya dong? " tanya Sinta
"yah... setelah itu saya merasa cocok sama kamu, kamu asik di ajak ngobrol dan kamu anak yang suple, saya bukan orang yang gampang deket sama perempuan loh, tapi sama kamu rasanya saya nyaman" jelasnya, hati Sinta terasa sakit mendengarnya, dia merasa bersalah, dia harusnya bilang kalau dia sudah punya vian
"kalau pak dhani suka sama aku gimana? " gumamnya dalam hati
"Heyyy... kok diem? " tanya dhani mengagetkan Sinta
"heheheheheh" Sinta hanya tersenyum
"ta... saya gak tau kamu punya pacar atau gak, saya mau tanya itu, tapi saya takut kecewa" jelas dhani sambil memegang tangan Sinta, tanpa sadar Sinta meneteskan air mata, dia merasa, dia begitu jahat
"maafin aku ya pak... " suara Sinta lirih
"loh kok kamu nangis, jangan nangis banyak orang, nanti di kira saya yang bikin kamu nangis" ucapnya, sambil menghapus air mata Sinta
"heheheh iya Pak maaf ya, saya terbawa suasana " Sinta mengusap air matanya dan kembali tersenyum
" minta maaf mulu, ayo lanjutin makannya" suruh dhani, mengalihkan pembicaraan
pembicaraan tak berlanjut, dhani tak ingin membuat hati sinta sakit, dia tau sepertinya sinta sudah memiliki kekasih, dhani berusaha untuk propesional Dan kembali ke pekerjaan, padahal dia sedang merasa kecewa...
setelah makan mereka kembali bekerja, acar hari ini berjalan sangat lancar. pengunjung merasa puas dengan acara yang sudah di siapkan pihak mall semua atasan mengucapkan terima kasih Dan memberi selamat ke pada dhani, nanda dan sinta.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
maaf ya baru seorang lagi kemarin sempat tepar.... lanjutnya baca episode selajutnya ya
__ADS_1
terima kasih