
setelah kejadian kemarin sinta merasa lelah tak ada semangat Sama sekali, hatinya terlalu lelah menghadapi masalah yang ada. dhani Sama sekali tak menghubunginya, dia benar benar pergi dari sinta meninggalkan semua kenangan manis yang mereka berdua jalani, sedang vian masih berusaha mengambil hati sinta membuat sinta mulai membuka hatinya kembali untuk vian
"ta.... " panggil denis(teman kosan sinta )
"ya... kenapa nis? " tanya sinta sambil membuka pintu Kamar nya
"ada vian di depan " denis menunjuk kearah teras
"ohh ya makasi ya" ucap sinta tersenyum kearah Denis, sinta menemui vian yang Sudah menunggu di teras
"hei.... " sapa sinta kaku
"hei.. apa kabar? " tanya vian, sikap mereka terasa aneh seperti ada yang membatasi kedekatan mereka, suasana pun terasa kikuk
"baik, kamu sendiri? " sinta balik bertanya
"baik ta, kamu gak kerja? " tanya vian, melihat sinta masih menggunakan baju santai
"kerja jam 2" jawab sinta, vian hanya mmengangguk Dan tersenyum melihat sinta, Meski sinta belum sepenuhnya membuka hati, tapi dia berusaha bersikap baik pada vian
"ta... maaf kejadian kemarin " suara vian lirih
"udah aku lupain " jawab sinta singkat
"ohh ya... kamu mau aku anter ketempat kerja? " tanya vian ragu
"bolehhhh" jawab sinta, membuat hati vian lega
"udah makan? "tanya vian , sinta menggelengkan kepalanya
" makan dulu yuk kita? " ajak vian
__ADS_1
"boleh, tunggu ya aku ganti baju dulu " ucap sinta, bergegas meninggalkan vian
tak lama sinta kembali dengan pakaiannya yang rapi,
"yok " ajak sinta, vian tersenyum senang mengikuti langkah sinta, dia berharap sinta benar benar bisa mencintainya lagi seperti dulu
vian segera menyalakan mesin motornya, setelah memastikan sinta Sudah aman di belakang, ia memacu motornya menuju mall tempat sinta bekerja , jaraknya tidak terlalu jauh, hanya 10 menit saja mereka Sudah sampai di parkiran
"mau makan Dimana? " tanya vian
"terserah kamu aja " jawab sinta
"baik lah... " vian menggandeng tangan sinta, sinta merasa semua tak sehangat dulu, tangan vian terasa hambar tapi sinta tetap berusaha tersenyum
" makan sushi aja yu" ajak vian, sinta hanya mengangguk, tak banyak kata keluar dari mulut sinta , melihat perubahan sinta vian merasa sedikit tak nyaman, tapi dia berusaha bersikap bisa saja
vian memilih restauran sushi untuk mereka makan siang,
"makasi " ucap sinta melempar senyum manisnya, dia menghargai usaha vian untuk membuka kembali hatinya
"sama-sama" balas vian
"mau pesen apa? " tanya vian
sinta melihat buku menu yang Sudah tersedia di meja
"aku ini aja tuna salad crispy mentai, minumnya ice chocolate aja " jawab sinta
"Okk " vian segera mamanggil pramusaji yang berdiri di pintu masuk
"iya mau pesan apa mas? " tanya pramusaji yang berdiri di samping meja
__ADS_1
" Tuna salad crispy mentai nya 1 ya , srip salmon goreng tepungnya 1, ice chocolate nya 2 " pesan vian menunjuk gambar di buku menu
"Okk baik, mohon di tunggu ya " pinta pramusaji, Dan segera meninggalkan meja vian Dan sinta
"ta... " panggil vian
"iya... " jawab sinta
"masih mau perbaiki hubungan kita? " tanya vian, memegang tangan sinta yang berada di atas meja, sinta hanya terdiam, tak ada jawaban dari mulutnya, dia masih saja memikirkan dhani mengingat masa masa bersama dhani
"ta... kasih aku kesempatan " pinta vian, sinta memandang wajah vian, dulu pria ini lah yang dia cintai, banyak memang sikap vian yang selalu membuat sinta kesal, tempramen, pencemburu, mengekang hingga sulit untuk sinta memiliki teman
"yan... aku pertimbangkan dulu ya " jawab sinta, vian merasa kecewa dengan jawaban sinta, namun dia tidak memaksa, dia ingat perkataan dhani untuk bisa menahan emosi nya didepan sinta
"baik lah ta, aku gak maksa " ucap vian , sinta melihat gurat kekecewaan dari wajah vian
" makasi ya " ucap sinta, vian tersenyum melihat senyuman sinta yang begitu manis, setidaknya saat ini sinta masih bersamanya, dia Akan terus mencoba sampai sinta bener benar membuka hatinya untuk vian .
tak lama pramusaji mengantarkan pesanan mereka, merekapun menikmati makanann yang sudah di pesan, hingga tak tersisa,, setelah selesai makan sinta pamit menuju loker untuk siap siap bekerja, vian menunggu sinta sambil berjalan keliling mall, setelah mengetahui sinta Sudah berada di meja nya, vian segera menghampiri sinta di lobby timur
"ta, aku pulang dulu ya " pamit vian
"ohh Okk, kamu hati hati ya " pesan sinta, vian mengangguk tersenyum ke arah sinta
"nanti aku WA ya " ucapnya...sinta menganggukan kepalanya, vian berlalu pergi sinta hanya memandangi tubuh vian dari belakang, ada rasa iba dalam hatinya, vian begitu tulus mencintainya tapi dhani, sulit untuknya melupakan dhani, dia masih terus memikirkan pria itu, baru sehari dia tak melihat dhani tapi Sudah merasakn rindu yang teramat
vian berjalan meninggalkan mall, dia merasa hubungan mereka hambar, ada keraguan dalam hati vian, mungkinkah sinta Akan mencintainya lagi seperti dulu? pertanyaan itu sangat mengganggu fikirannya, benarkah dhani menepati janjinya untuk meninggalkan sinta?
"ahhhhh sinta kamu benar benar bikin aku gila " teriak nya sambil berjalan menuju parkiran motor
"kenapa kamu mencintai orang lain? " gumamnya, beberapa orang melihat tingkah vian yang sedikit aneh, namun vian tak menghiraukan, segera dia menyalakan mesin motornya Dan meninggalkan mall tempat sinta bekerja
__ADS_1