
akhirnya sintapun mengirimkan pesan pada dhani
"dhan... aku udah dirumah, maaf tadi aku harus ninggalin kamu, kamu dimana sekarang? udah dirumah? " tulis sinta pada sebuah pesan singkat
tak lama dhani segera membalas pesan sinta
"hai... aku lagi Ada sedikit masalah besok aku hubungi kamu ya.... terima kasih untuk Hari ini, rinduku sedikit terobati, " balas dhani,
"Ada masalah apa dhan? " sinta merasa penasaran hingga Ia harus bertanya pada dhani, namun setelah itu dhani tak merespon ataupun membaca pesan darinya
"hmmm gak dibalas, bobo aja deh" ucapnya dalam hati, sinta memutuskan untuk memejamkan Mata, mengacuhkan vian yang masih berada di ruang TV , tak lama vian masuk Kamar, dilihat sinta sudah tertidur pulas,Ia menghampiri sinta, Ia belai lembut pipi sinta..
"maaf ya sayang" ucap vian, Ia merasa bersalah telah memarahinya tadi.
*cling..... * ponsel sinta tiba-tiba terlihat bercahaya, vian segera mengambil ponselnya dan Ia lihat ternyata Ada pesan masuk, betapa terkejut vian saat membaca pesan itu dari Dhani
"ta... sepertinya pernikahan aku gak bisa di pertahanin, aku gak bisa terus menyakiti hati vira, Karena ternyata hati aku masih buat kamu" tulis Dhani, Amarah vian seketika memuncak Ia lempar ponsel sinta hingga hancur berantakan,
"brakkkkkk" suaranya memganggetkan sinta hingga Ia terbangun
"suuara apa sih" ucap sinta yang baru sadar dari tidurnya, Ia lihat ponselnya sudah pecah berantakan di lantai...
"apa apaan sih kamu" ucap sinta kesal, dilihat wajah vian memerah sepertinya Ia begitu sangat marah
__ADS_1
"praaakkkkkk" tangan vian melayang menyentuh pipi sinta,
"auuu.... apa maksud kamu tampar aku" teriak sinta sambil menyentuh pipinya, rasanya begitu sakit
"cewek murahan kamu, gak punya malu, sejak kapan kamu masih berhubungan dengan Dhani? " Tanya vian penuh amarah, sinta bingung Ia baru ingat sebelum tidur Ia sedang chat dengan Dhani
"maksud kamu apa? " Tanya sinta pura-pura tak tau
"aku tau kamu ngerti maksud aku.... "jawab vian
" aku gak ngerti vian,,, apa maksud kamu? " Tanya sinta perasaanya mulai tak enak,
"praakkkkk" Dua Kali vian menampar sinta...
"sakitkan? aku lebih sakit udah kamu khianatin" ucap vian
"sejak kapan kamu masih berhubungan dengan Dhani? " teriak vian , sinta hanya bisa duduk sambil memegang pipinya yang terasa sakit, air matanya menetes
"aaakkuuu baru ketemu Dhani" jawab sinta terbata bata....
"agghhhhhhhhhh kurangajar kamu" vian mendorong tubuh sinta hingga tubuhnya tergeletak di atas kasur
"viannnn aku minta maaf..... " mohon sinta, Ia begitu takut melihat vian sekasar itu
__ADS_1
"maaf ......enak ya minta maaf prakkkkk" lagi lagi vian menampar sinta, Ia tak perduli dengan permohonan sinta, semua rasa sayang kini berubah menjadi benci
"tolong vian aku minta maaf..... " mohon sinta, Ia tak bisa berbuat apa-apa,
"aku gak habis fikir Sama kamu.... cewek brengs***" umpat vian, Ia kembali menarik baju sinta hingga sinta terbangun, kemudian Ia dorong hingga sinta tersungkur membentur meja hias yang berada di kamarnya
"ampun ampun vian, aku minta maaf" tangis sinta sudah tak Ia perdulikan lagi, tamparan demi tamparan mendarat di pipi sinta hingga meninggalakan memar di wajahnya, Nova yang saat itu terbangun mendengar teriakan sinta segera bergegas kekamar sinta, Ia lihat ibunya hanya duduk di bawah dengan wajah yang memar
"mamah... " teriak Nova, Ia memeluk sinta begitu erat...
"iya nak mamah gak papa" ucap sinta sambil mendekap Nova yang ketakutan
"sini jangan peluk mamahmu dia penghianat, " ucap vian sambil menarik tangan Nova
"aku gak mau, aku mau Sama mamah.... " teriak Nova menolak ajakan vian
"sini... ihhh " vian menarik Nova hingga terlepas dari pelukan sinta
"papah jahat, Nova gak mau Sama papah, Nova mau Sama mamah" tangis Nova membuat sinta semakin kesal Pada vian
"cukup... kamu boleh kasar Sama aku, tapi gak Sama Nova..... sini jangan paksa Nova " teriak sinta sambil merebut Nova dari pelukan vian
"besok aku mau ketemu Dhani, suruh dia kesini, dasar pengecut.... " ucap vian lalu pergi meninggalakan Nova Dan sinta yang masih menangis di Kamar, sinta merasa sedikit tenang, ketika vian pergi, Ia kembali mengambil ponsel yang hancur di lantai, lalu Ia rapikan lagi, untunglah masih bisa di gunakan, perlakuan vian Kali ini sungguh di liar batas, itulah vian Ia tak pernah bisa menahan emosi ketika Ada masalah, Ia Baikal hanya saja Ia bisa berubah kasar jika hatinya merasa tersakiti.
__ADS_1