My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 28 pernikahan sinta


__ADS_3

6 bulan berlalu sinta Dan vian memutuskan untuk menikah, semakin hari rasa cinta sinta untuk vian semakin bertambah, perhatian vian membuat sinta sedikit demi sedikit melupakan dhani, namun terkadang masih saja teringat sosok dhani dalam fikiran sinta.


pernikahan mereka berlangsung di bandung, di kediaman sinta.tak ada pesan ataupun ucapan dari dhani padahal sinta memberitahu pernikahannya, terakhir dhani memberi pesan ketika acara lamaran tidak ada telfon ataupun pesan lagi dari dhani, begitupun dengan sinta, sinta berjanji untuk lebih mencintai vian, Dan melupakan dhani.


setelah acara, rumah sinta sangat ramai oleh sanak saudara. sehingga vian memutuskan untuk memesan kamar hotel tanpa sepengetahuan sinta


"mah, pah sepertinya vian menginap di hotel malam ini " ujar vian pada ibu Dan ayah mertua nya


"ohh iya boleh yan, kebetulan di rumah juga lagi rame banget " ucap ibu sinta


"iya, vian belum ngomong sih sama sinta " ucap vian sambil melirik mencari sinta yang tak terlihat sejak tadi


"ohh emang sinta kemana? " tanya ayah sinta


"tadi sih bilangnya mau ke kak ina, " jawab vian, rumah kakak sinta memang tidak begitu jauh dari rumah ortu sinta hanya berjarak 500meter


"ohh paling sebentar lagi pulang" ujar ibu sinta, benar saja sinta datang menggendong angga keponakannya


"tuh sinta " ucap ayah sinta menunjuk kearah pintu utama


"heyyy aku abis main sama si anak bule" ucap sinta dengan nada kekanakan


"hey angga.... " sapa vian sambil mengambil angga dari gendongan sinta, angga adalah keponakan sinta yang baru berusia 5 bulan


"ta sepertiny malam ini kamu harus nginep di hotel dewh" tutur ibu sinta


"kenapa mah? " tanya sinta


"rumah penuh banget , kasian vian heh hehe" jawab ibu sinta


"ohh yaudah gampang nanti sinta coba cari di aplikasi " ucapnya

__ADS_1


"gak usah nanti aku aja yang cari " ujar vian


"ohh Okk " tutur sinta


"yaudah kamu siap-siap gih, vian cape kali mau istirahat " suruh ayah sinta


" mau sekarang yang? " tanya sinta


"boleh " jawabnya


"Okk aku siap siap dlu ya " sintapun segera bergegas untuk bersiap, setelah selesai mereka pergi ke hotel yang sudah vian pesan mengendarai mobil ayah sinta.


sampailah mereka di hotel ternama di bandung, tak menyangka vian membawanya ke hotel ini, fikir sinta vian hanya akan menyewa hotel biasa yang tak jauh dari rumah orang tua sinta


"kok ke sini? " tanya sinta heran


"kenapa ? gak suka? " tanya vian


"gak setiap hari kan? " tanya vian tersenyum melihat wajah istrinya


"yah gak sih... " jawabnya


"ta ini malam special buat aku, aku mau tempatnyapun special" jelas vian memegang tangan sinta


"tunggu sebentar " suruh vian, dia segera bergegas keluar Dan membukakan pintu mobil untuk sinta


"silahkan istriku " ucapnya sambil mengulurkan tangannya ke arah sinta, bak seorang pangeran yang hendak mengajak seorang putri berdansa


"ihhh apaan sih " ucap sinta sambil menggapai tangan vian, wajahnya sedikit memerah karena tersipu malu


"lohh gapapakan? " tanya vian merangkul sinta

__ADS_1


"yah gapapa sih tapi aku malu" tutur sinta


"sama suami sendiri malu " ucap vian, mereka memasuki lobby hotel, sinta menuggu vian di sebuah sofa, sedang vian sedang reservasi di meja customer service, tak lama vianpun segera menghampiri sinta


"maaf ya lama" ucap vian sambil mengambil tas sinta Dan mengajaknya menuju kamar


"iya gapapa" jawab sinta, tibalah mereka di kamar 116, sinta begitu terkesan dengan kemewahann kamarnya, semua tertata begitu rapih Dan mewah, dari mulai ranjang, kamar mandi sofa, Dan lemari pendingin.


"kamu suka? " tanya vian melihat wajah istrinya yang begitu terkagum kagum


"suka banget sayang..... " jawabnya,, sambil memeluk vian


"makasi ya" ucap sinta


dia lihat kearah balkon, terlihat pemandangan kolam renang yang begitu mewah,kamar mereka berada di lantai 9 sehingga terlihat suasana kota bandung di malam hari


"sayang... " vian memeluk sinta dari belakang


"hmmmmm" jawab sinta, tubuhnya bersandar di tubuh vian, suasana malam ini begitu romantis, hembusan angin malam, lampu lampu gedung terlihat bak bintang yang bertaburan


"kamu bahagia menikah dengan ku? " tanya vian membuat sinta sedikit tersentak


"kok kamu nanyanya gitu? " sinta balik bertanya


"aku takut kamu terpaksa menikah dengan ku" jawab vian, sinta segera mengusap tangan vian yang melingkar di pinggang sinta


"aku gak pernah terpaksa menikah sama kamu yan" jawabnya, sinta terpaksa harus berbohong, karena memang awalnya agak sedikit terpaksa, namun sikap vian membuat sinta semakin jatuh hati padanya


"aku sayang kamu ta " ucapnya sambil mencium leher sinta, membuat sinta terbuai malam itu.


sinta segera membalikan badannya, melingkarkan tangannya di leher vian, bibirnya sangat dekat dengan bibir vian sehingga ada sedikit sentuhan, semakin lama semakin dekat, vian melumat bibir sinta dengan sangat lembut, Dan sintapun membalas lumatannya, malam ini cinta sinta kembali utuh untuk vian, meski sesekali ia teringat akan dhani namun sinta bisa mengatasinya.

__ADS_1


__ADS_2