My Expectations (Penantianku)

My Expectations (Penantianku)
episode 31 pertemuan dengan dhani


__ADS_3

tepat jam makan siang, sinta segera mengganti seragam nya, Dan bergegas menuju cafe yang berjarak 5 menit dari mall tempat dia bekerja


sesampainya Disana, ternyata dhani sudah menunggu, hatinya tersayat melihat perubahan fisik dhani yang tak sesempurna dulu, badannya terlihat sedikit lebih kurus,


"hai... " sapa sinta canggung


"hai ta, duduk " dhani mempersilahkan sinta duduk di kursi yang berada di depannya


"makasi.... "


"apa kabarnya? " tanya dhani, senyumnya terlihat begitu manis, membuat hati sinta kembali berdebar


"baik pak, bapak sendiri gimana kabarnya? " tanya sinta


" masih panggil bapak aja" sahutnya


"maaf, kebiasaan" jawab sinta


"yaudah gapapa, mau pesen apa ta? " tanya dhani


"boleh gak aku gak pesen apa-apa? " pinta sinta


"kenapa? kamu udah makan? " tanya dhani bingung, matanya menatap kearah wajah sinta.


"lagi gak mau" jawab sinta


dhani tak berkata apa-apa, tapi dia menatap wajah sinta yang sedikit pucat,


"ta, kamu sakit? tanya dhani


" cuman gak enak badan pak" jawab sinta, dia tak mungkin mengatakan di hamil pada dhani,


" kenapa gak bilang? " tanyanya


"gapapa kok pak" ucap sinta, dhani segera membuka jaketnya, Dan memberikan pada sinta

__ADS_1


"nih pake ya, AC nya dingin " suruh dhani


wangi parfum jaket dhani, yang biasanya membuat sinta semakin merindukannya, kini Justru membuatnya mual, memang semenjak hamil sinta lebih sensitif pada wewangian Dan aroma makanan


"aduh mual, gimana ini " gumam sinta dalam hati, wajahnya semakin pucat


"maaf pak gk usah " tolak sinta,


"ta, please gapapa kok, ruangannya dingin , wajah mu pucat" paksa dhani


sebenernya sinta ingin menggunakan jaket dhani, karena memang diapun tak tahan dengan dingin ruangannya, tapi parfum dhani membuat dia semakin mual


"uweeee" sinta tak bisa menahan mual nya


"pak maaf saya ke toilet dulu" pamit sinta, Dan segera menuju toilet


wajah dhani semakin khawatir, ada apa dengan sinta? sakit apa dia?dia lupa, bahwa sinta sudah menikah.


tak lama sinta, menghampirinya


"yaudah kita ngobrol di mobil aja gimana? " sinta mengangguk, mengiyakan ajakan dhani, mereka segera bergegas keluar, tanpa memesan apapun di cafe .


mobil melaju kearah pom bensin yang tak jauh dari tempat kerja sinta


"ta, kamu sakit apa? " tanya dhani penasaran


"dhan, mau gak mau kamu harus tau" ucap sinta, air matanya mengalir deras, membuat dhani terheran heran


"ta, kok kamu nangis? kenapa? ada yang salah sama aku? " tanya dhani bingung, sinta hanya menggelengkan kepalanya, air matanya mengalir semakin deras


dengan ragu, dhani memegang tangan sinta, Dan sintapun langsung memeluk dhani, rasanya semua kerinduan di tumpahkan saat itu


"aku hamil... " suara sinta lirih, dhani terkejut entah apa yang harus di ucapkan, mungkin bagi vian ini kabar gembira, tapi untuk dhani... entah lah , tiba-tiba hatinya terasa sakit, namun dia tak mau menunjukan rasa sakit hatinya


"loh kok nangis, itu kan kabar gembira" ucap nya

__ADS_1


"dhan.... " sinta melepaskan pelukannya, dan menatap dhani, yang tersenyum, namun matanya berkaca kaca


"iya, ta.. selamat ya ta, kamu mau jadi ibu" ucapnya sambil menggenggam tangan sinta, meski hatinya sakit sangat sakit tp dhani tetap tersenyum, sikap nya membuat sinta semakin sedih, dia tau dhani hanya berpura pura bahagia


"aku bosan harus bertanya kenapa situasinya harus seperti ini? karna memang ini lah takdir " ucap sinta


"kamu bahagia dengan vian? " tanya dhani


"entahlah dhan, aku hanya selalu mencoba untuk bahagia " jawab sinta, dhani masih menggenggam tangan sinta,


" maaf, ternyata aku bukan hanya ngorbanin perasaan aku aja, tapi aku juga sudah ngorbanin perasaan kamu " ucap dhani , dengan reflek dhani mencium tangan sinta, sinta hanya memandangi wajah dhani,, Dan menikmati moment kebersamaan mereka


"kamu gak perlu minta maaf sama aku dhan, semua sudah jalanya " ucap sinta


"kamu jaga diri baik baik ya, banyak makan, jaga kandungan kamu, mungkin kita gk akan bisa ketemu lagi " pesan dhani, sinta pun tak tahan, dia segera memeluk dhani,


"sampe kapan juga,, aku bakal sayang sama kamu dhan"


"syut... syut.. syut.. jangan nangis ya, aku gak mau liat kamu nangis " dhani mengusap air mata sinta, lalu mencium kening sinta


"makasi hari ini aku bisa melepas semua rasa kangen aku " ucap sinta, dhani semakin tak tega melihat sinta, yang terus menerus menangis


"maafin ku ya ta" ucap dhani, sinta hanya mengangguk,


"dhan aku harus balik lagi kerja, nanti aku telat" ucap sinta, dhanipun melihat jam tangannya, tak terasa mereka sudah hampir satu jam bersama


"Okk, aku anter kamu sampai parkiran ya, tapi kamu gapapa? " tanya dhani khawatir


"gak kok, cuman mual mual sedikit" jawab sinta


"baik baik ya nak, jaga ibu kamu, jangan bikin ibu nya mual Dan muntah ya.... " kata dhani sambil mengusap paerut sinta, membuat sinta kaget ia tak menyangka dhani akan mengelus perutnya,


"dhan.... " panggil sinta


dhani hanya tersenyum Dan memeluk sinta, lalu membawa mobil melaju ke tempat kerja sinta.

__ADS_1


akhirnya mereka saat ini harus benar benar berpisah, tidak mungkin lagi mereka memaksakan perasaan mereka.


__ADS_2